Terapi untuk NAFDL dan NASH2 | ethicaldigest
Terapi_untuk_NAFDL2

Terapi untuk NAFDL dan NASH2

Penelitian multisenter terbaru yang dipublikasikan tahun 2010 dengan sampel lebih besar oleh Sanyal dan kawan-kawan menunjukkan hasil yang signifikan tentang pioglitazon. Obat ini dapat memperbaiki resistensi insulin, transaminase, steatosis hepatik, inflamasi lobular dan rerata NAS (nafld activity score), meski pun diikuti peningkatan BB (rerata 4,7Kg ). Skor fibrosis tidak menunjukkan adanya perbaikan yang bermakna.

Obat lain yang cukup poten untuk digunakan pada penderita NASH adalah Pentoxifylline. Suatu penelitian melibatkan 19 pasien yang secara histologis terbukti menderita NASH dengan ALT persisten tinggi. Pasien diberi Pentoxyfilline 400mg tiga kali sehari selama 12 bulan. Hasilnya menunjukkan perbaikan ALT 111+53 menjadi 45+19, AST 61+27 menjadi 33+12, resistensi insulin 5,1+3,4 menjadi 2,6+2, penurunan TNF alfa serum 22+2,4 menjadi 17+25, steatosis 55%, inflamasi lobular 65%, brunts staging 67%.

“Terapi jangka panjang dengan pentoxufyline dapat secara efektif mencapai perbaikan biokimia menetap, perbaikan faktor metabolik dan resolusi histologis penyakit,” katanya.

Dalam penelitian lain yang dipublikasikan di Journal of Clinical Hepatologi 2012, pentoxifylline dibandingkan dengan pioglitazon pada pasien dengan NASH dan kadar ALT yang tinggi. Ada 16 pasien dilibatkan yang secara acak, dibagi menjadi 2 kelompok. Satu diberi pentoxyfilline 400 mg tiga kali sehari atau pioglitazone 30 mg sekali sehari, selama 6 bulan. Hasilnya menunjukkan bahwa pioglitazoine lebih baik dari pentoxifilline dalam perbaikan faktor metabolik dan histologi liver.

Pengobatan Stres Oksidatif dengan Antioksidan pada Pasien NASH

“Stress oksidatif adalah ‘key component’ dari kerusakan pada liver,” ucap Prof. Darrell Crawford dari Universitas Queensland, Australia. Karenanya dibutuhkan antioksidan yang kuat untuk mengatasi hal ini.  Dari semua obat antioksidan yang telah diuji, vitamin E yang mempunyai dukungan bukti klinis paling banyak. “Penelitian pada binatang mendukung penggunaannya,” lanjut Prof. Crawfod.

Bukti terkini (2010) oleh Sanyal menunjukkan, pemberian vitamin E 800IU/hari selama 96 minggu pada pasien NASH nondiabetes, dapat memperbaiki NAS, transaminase, steatosis, dan inflamasi lobular, meski pun fibrosis skor tidak membaik secara bermakna. Studi ini menunjukkan Vitamin E aman, ditoleransi baik, dan efektif untuk memperbaiki NASH secara keseluruhan.

Strategi Terapi yang Lain untuk Pasien NASH

Keterlibatan hiperlipidemia, apoptosis, TNF-a dan sejumlah faktor-faktor lain, perlu strategi tambahan dalam pengelolaan pasien NAFLD. Beberapa obat tersebut adalah obat penurun lemak, statin, N-3 polyunsaturated fatty acids (PUFAs), EPA (eicosapentaenoic acid) dan asam ursodioksikolat sebagai agen sitoprotektif untuk NASH.

Asam Ursodioksikolat adalah asam empedu yang dihasilkan secara alamiah oleh hati. Telah digunakan dalam jangka panjang untuk pengobatan sirosis bilier primer dan pencegahan batu kandung empedu, bekerja terutama dengan cara mengencerkan depo empedu. Beberapa laporan juga menunjukkan UDCA mempunyai kandungan sitoproteksi dan anti apoptosis.

Obat-Obat Lain untuk NASH

Dipeptidyl peptidase 4 inhibitors (DPP-4 inhibitors) telah diterima secara baik dan efektif untuk pengobatan DM tipe 2 dan bermanfaat untuk terapi penyakit hati kronik. DPP-4 inhibitors bekerja dengan meningkatkan secara in vivo waktu paruh GLP-1 dan GIP(glucose dependent insulinotropic peptide). DPP-4 inhibitors mempunyai potensi memperbaiki NAFLD dengan cara meningkatkan bioaktif GLP-1 atau melalui keduanya (GLP-1 dan GIP).

Terbukti pada uji model pada obese mice (ob/ob) terdapat perbaikan perlemakan hati, yang dihubungkan dengan penguatan jalur signal GLP-1. Juga GLP-1 dapat memperbaiki metabolism lipid melalui pengaturan signal NAMPT/SIRT1/AMPK. Studi pada manusia menunjukkan, exenatide mampu mengurangi simpanan asam lemak dan memperbaiki viabilitas hepatosit dan marker autofagi.

Beberapa obat yang telah menjalani uji klinik adalah exenatide dan linagliptin. Keduanya  mempunyai potensi, selain sebagai terapi oral diabetes, untuk pengelolaan NAFLD dan NASH. Obat-obat yang memodulasi RAS juga merupakan obat, yang secara rasional bermanfaat untuk terapi NAFLD dan NASH. Itu karena pada lesi hati yang rusak terjadi peningkatan konsentrasi angiotensin converting enzim, dan angiotensi II.

Obat lain yang dapat digunakan pada NASH adalah L carnitin, angiotensin-converting enzim inhibitor atau angiotensin reseptor bloker, mempunyai manfaat yang menguntungkan pada studi binatang mau pun manusia dengan NASH. Pendekatan fitoterapi/herbal terapi juga diketahui sebagai salah satu terapi komplementer. Milk thistle’s mengandung bahan aktif silimarin, dapat menurunkan transaminase dan memiliki efek antioksidan, anti inflamasi, antifibrotik dan efek menetralkan/mengeblok toksin.

Beberapa obat lain yaitu probiotic, betain dan N-acetyl-cystein telah menunjukkan beberapa keuntungan pada pasien NAFLD dan NASH, tetapi masih taraf preliminary sehingga masih perlu penelitian lebih lanjut.

BACA TERAPI UNTUK NAFDL DAN NASH1

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.