Tatalaksana Hipertensi Paru Terkait PPOK | ethicaldigest

Tatalaksana Hipertensi Paru Terkait PPOK

Untuk hipertensi paru hingga kini belum ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkan. “Selama satu dekade terakhir ada beberapa modalitas untuk memperbaiki gejala dan meningkatkan harapan hidup,” ucap dr. Santoso Karo-karo, Sp.JP, dari RS Jantung Harapan Kita, Jakarta. Secara umum, untuk hipertensi paru terapi yang digunakan adalah vasodilator, antikoagulan, terapi antiplatelet, terapi antiperadanan dan terapi remodeling vaskuler.

Tatalaksana secara umum

Sebagaimana diketahui, merokok merupakan faktor risiko PPOK dan bisa berdampak buruk pada fungsi paru. Karena itu, berhenti merokok harus menjadi bagian integral dari setiap rencana perawatan, pada pasien dengan PPOK. Selain itu, rehabilitasi paru terbukti meningkatkan kapasitas fungsional pasien dengan hipertensi arteri paru dan pasien rawat inap dengan PPOK. Rehabilitas paru setelah terapi PPOK optimal memberikan manfaat besar. Rehabilitasi harus dimulai pada pasien PPOK tingkat lanjut dan dengan penyakit vaskular paru.

Suplementasi Oksigen

Pemberian oksigen direkomendasikan pada pasien dengan PPOK ketika PaO2 <55 mm Hg, atau antara 56-59 mm Hg pada pasien dengan polisitemia atau kor pulmonale. Rekomendasi ini sebagian besar didasarkan pada penelitian yang menunjukkan, penggunaan oksigen jangka panjang dapat meningkatkan harapan hidup pasien PPOK.

Penelitian juga membuktikan manfaat suplementasi oksigen, pada kondisi hemodinamik paru. Oksigen memberi manfaat pada kondisi hemodinamik pada pasien dengan PPOK stabil saat  istirahat, atau selama episode eksaserbasi. Suplementasi oksigen rendah dapat meningkatkan toleransi latihan, penurunan PAP dan PVR serta meningkatkan fungsi ventrikel kanan pada pasien dengan PPOK.

Terapi spesifik Hipertensi Paru

Vasodilator

Vasodilator seperti kalsium bloker, angiotensin-converting enzim inhibitor, nitrat dan hydralazine telah digunakan untuk mengurangi PAP dan PVR.

Agen Vasoaktif

Oksida nitrat adalah suatu dilator otot halus vaskuler langsung. Obat ini digunakan sebagai obat hirup. Penelitian membuktikan adanya peningkatan ventilasi-perfusi mistmach dan menstabilkan PaO2, pada pasien dengan PPOK terkait HP saat latihan fisik.

Sildenafil merupakan penghambat selektif phosphodiesterase type 5 (PDE5). PDE5 terdapat di seluruh tubuh dan di paru terdapat dalam konsentrasi yang tinggi. Penghambatan pada PDE5 akan meningkatkan efek vasodilatasi nitric oxide pada hipertensi pulmonal, dengan mencegah pemecahan dari cyclic guanosine monophosphate (cGMP), yang mencetuskan relaksasi otot halus vaskular dan meningkatkan aliran darah.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.