Suplementasi Oksigen Jangka Panjang pada Pasien dengan Resting atau Exertional Hipoksemia | ethicaldigest

Suplementasi Oksigen Jangka Panjang pada Pasien dengan Resting atau Exertional Hipoksemia

Saat ini, terapi oksigen jangka panjang adalah salah satu modalitas pengobatan. Beberapa percobaan telah dilakukan pada penggunaan terapi oksigen jangka panjang. Hasil-hasil menunjukkan peningkatan harapan hidup pada pasien yang menggunakan oksigen lebih teratur.

Dalam penelitian medical research council trial (N = 87), angka kematian dalam 5 tahun adalah 67% pada kelompok tanpa oksigen, dan 45% pada kelompok yang diterapi oksigen (15 jam/ hari). Pada pasien yang bertahan selama 500 hari, RHC ulangan memperlihatkan peningkatan rata-rata  mPAP pada kelompok tidak pakai oksigen (N = 21) sebesar 2,7 mm Hg /tahun. Sedang, pada kelompok yang mendapat terapi oksigen, tidak menunjukkan adanya perubahan (N = 21).

Dalam penelitian terapi oksigen malam hari (N = 200), angka kematian setelah 1 tahun 11,9%, pada kelompok terapi oksigen kontinyu (rata-rata 17 jam/hari) dan 20,6% pada kelompok terapi oksigen di malam hari (rata-rata 12 jam/hari). Pada pasien yang menjalani pengukuran hemodinamik di awal dan 6 bulan setelah penelitian (n=117), mPAP menunjukkan sedikit peningkatan pada kelompok terapi oksigen nocturnal, dan sedikit penurunan (rata-rata 3 mm Hg / tahun) pada kelompok terapi oksigen kontinyu.

Ada penurunan PVR sebesar 11,1% pada kelompok yang menjalani terapi oksigen kontinyu, dan peningkatan sebesar 6,5% pada kelompok yang menjalani terapi oksigen malam hari. Harapan hidup pasien lebih baik pada pasien dengan PVR rendah. Sedangkan pada kelompok dengan PVR tinggi, tidak ada perubahan harapan hidup.

Dalam penelitian kohort berskala kecil pada  pasien dengan PPOK (N = 16), Weitzenblum dan kawan-kawan melaporkan kenaikan bertahap mPAP rata-rata 1,47 mm Hg/tahun. Kecenderungan ini tampak terbalik dengan pasien yang diberi oksigen, yang mengalami penurunan mPAP rata-rata 2,1 mm Hg / tahun selama 6 tahun. Zielinksi dan kawan-kawan baru-baru ini menunjukkan stabilisasi jangka panjang kondisi hemodinamik paru, pada 12 pasien yang menerima terapi oksigen jangka panjang.

Ada beberapa mekanisme diajukan, yang bisa menjelaskan efek potensial menguntungkan dari terapi oksigen jangka panjang. Yang paling nyata adalah perbaikan vasokonstriksi hipoksia paru, menyebabkan penurunan PVR dan mPAP, dengan penurunan ventrikel kanan dan perbaikan kinerja dengan meningkatkan pasokan oksigen ke organ vital.

Meskipun terapi oksigen jangka panjang menghasilkan sedikit perbaikan  pada kondisi hemodinamik paru dan harapan hidup pasien, masih belum jelas apakah keduanya terkait. Perbaikan kondisi hemodinamik yang moderat dan menurunnya harapan hidup pada pasien dengan PVR tinggi dalam penelitian terapi oksigen malam hari, menunjukkan bahwa perbaikan hemodinamik mungkin bukan satu-satunya faktor.

Bukti-bukti ilmiah lain berasal dari penelitian otopsi, yang menunjukkan perbedaan tidak signifikan dalam struktur kelainan vaskular paru, antara pasien yang menerima terapi oksigen jangka panjang dan yang tidak menerima terapi.

Bukti-bukti ilmiah ini tampaknya mengindikasikan bahwa terapi oksigen jangka panjang, potensial untuk menstabilkan hemodinamik paru pada pasien dengan PPOK. Meski demikian, hemodinamik paru tidak kembali normal dan perubahan struktural paru tidak berubah. Karenanya, oksigen terus menerus masih menjadi pilihan bijaksana, karena pasien mendapat manfaat dari terapi ini. Perbaikan hemodinamik paru terlihat pada kelompok yang diterapi oksigen (mPAP menurun sebesar 3,7 mm Hg), disbanding kelompok kontrol (peningkatan mPAP sebesar 3,9 mm Hg) (P, 0,02).

Chaouat dan kawan-kawan melaporkan hasil yang sama, berkaitan dengan harapan hidup pada pasien dengan hipoksemia ringan-sedang (Pao2, 56-69 mm Hg), yang diacak untuk mendapat terapi oksigen pada malam hari (N = 24 orang menyelesaikan penelitian) vs kontrol (N = 22 orang menyelesaikan penelitian) dan diikuti selama 60 bulan. Tidak ada perbedaan harapan hidup pasien, tidak ada perbedaan kebutuhan terapi oksigen jangka panjang konvensional atau dalam derajat perubahan hemodinamik paru.

TATALAKSANA HIPERTENSI PARU TERKAIT PPOK

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.