Robert Adolph Armand Tigerstedt | ethicaldigest

Robert Adolph Armand Tigerstedt

Robert Adolph Armand Tigerstedt lahir 28 Februari 1853 di Helsinki, Finlandia. Ia menempuh pendidikan di Universitas Helsinki, di bidang Fisika dan Ilmu pengetahuan alam, terutama kimia. Di Universitas tersebut, dia juga belajar ilmu kedokteran dari 1876-1880. Bukan karena ingin menjadi praktisi medis, tetapi karena tertarik pada penelitian di bidang pengatahuan alam.

Dia menikah pada usia muda. Saat masih menjadi mahasiswa, Robert menikahi Ljuba Martinau. Anak pertamanya, Maria (1879-1976), lahir sebelum dia lulus. Setelah menyelesaikan kuliah, Robert berharap bisa tetap di Helsinki sabagai pengajar. Tetapi, disertasi doctor yang berjudul "On the Mechanical Stimulation of the Nervous System" membuat Hallsten, professor fisiologi, tidak senang. Robert Tigerstedt terpaksa mencari tempat lain untuk bekerja.

Kebetulan, ada posisi di Departemen Fisiologi di Stockholm. Di sana, dia menetap selama 20 tahun. Pertama sebagai asisten Loven. Kemudian, pada 1886 ketika Loven pensiun, dia diangkat sebagai professor. Saat itulah dia mulai tertarik pada senyawa penekan ginjal. Di sana dia menulis buku, berjudul Textbook of Human Physiology dan bekerja sebagai editor dan penulis di beberapa majalah.

Meski banyak prestasi yang diraih, temuannya atas rennin-lah yang membuatnya dicatat dalam sejarah kedokteran. Ketertarikannya pada senyawa penekan ginjal, dipengaruhi oleh ilmuwan sebelumnya: Richard Bright (1789-1858) dari Inggris, Karl Ludwig (1815-1895) dari Jerman dan Charles Brown-Sequard (1817-1894) dari Perancis. Yang paling banyak berpengaruh adalah Brown-Sdquard, bapak endokrinologi modern.

Robert Tigerstedt dan asistennya, Bergman, pada 1896, mulai meneliti efek senyawa ginjal pada sirkulasi darah. Hasilnya dipublikasikan pada 1898, dengan judul "Niere und Kreislauf." Hipotesis dasarnya adalah senyawa peningkat tekanan darah terbentuk di ginjal dan dibawa oleh aliran darah. Dalam penelitiannya, hampir selalu injeksi ekstrak ginjal menyebabkan peningkatan tekanan darah pada tikus. Dia menamai senyawa itu “rennin.” Robert Tigerstedt dan Bergman melakukan observasi mengenai sifat-sifat rennin. Semua hasil pengamatannya, sesuai dengan apa yang ditemukan ilmu pengetahuan modern mengenai hal ini.

Senyawa penekan langsung sistem tersebut, angiotensin, ditemukan akhir 1930-an secara bersamaan oleh Irvine Page dan rekan-rekannya di Amerika dan oleh Eduardo Braun-Menenez dan rekan-rekannya di Ameriksa Selatan. Kemudian, angiotensin diisolasikan, dikarakterisasi secara structural dan disintesiskan. Tetapi, rennin belum pernah diisolasi dalam bentuk murni dan strukturnya belum pernah diteliti.

Meski banyak penelitian mengenai rennin dan hipertensi, ketertarikan terhadap rennin baru terjadi setelah Harry Goldblatt melakukan penelitian mengenai hipertensi renovaskuler pada 1930. Dua tahun setelah publikasi "Niere und Kreislauf," Robert Tigerstedt, di usia 48, meninggalkan Karolinska Institute dan kembali ke Finlandia. Hallsten, “musuh” lamanya di Universitas Helsinki sudah pensiun, dan dia diberi jabatan sebagai ketua departemen fisiologi. Kembalinya Robert Tigerstedt adalah peristiwa penting di Finlandia. Saat itu, negeri ini sedang berjuang melawan Rusia. Maka, ketika salah seorang ilmuwan paling dihargai di dunia meninggalkan posisinya di luar negeri, kemudian kembali pulang dengan semua ketidakpastian masa depannya, ada pendorong rasa nasionalisme di Finlandia.

Finlandia akhirnya mendapatkan kemerdekaannya pada 1918. Di tahun yang sama, Robert Tigerstedt secara sukarela pensiun di usia 65. Sebuah buku yang di anggap sebagai pencapaian terbesarnya diterbitkan setebal 1500 halaman, dengan judul TTie Physiology of Circulation. Buku ini diselesaikannya lima tahun setelah pensiun. Pada 2 Desember 1923, dia meninggal dengan tenang di usia 70 tahun, saat sedang tidur. Ia tidak pernah menikmati hasil temuannya. dalam hidupnya.

Menurut sejarahwan, temuan Robert Tigerstedt atas rennin patut mendapat penghargaan Nobel. Tak lain karena temuannya paling penting di masa itu. Tetapi dia tidak pernah mendapatkannya. Dan obituary yang dipublikasikan tahun berikutnya dalam berbagai jurnal di Eropa, tidak menyebut mengenai rennin.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.