Rekomendasi Baru Penanganan Hipertensi2 | ethicaldigest

Rekomendasi Baru Penanganan Hipertensi2

Diagnosis

Diagnosis hipertensi essensial ditegakkan berdasarkan data anamnesis, pemeriksaan fisik dan laboratorium, serta pemeriksaan penunjang lainnya. Pada 70-80% kasus hipertensi essensial didapatkan riwayat hipertensi dalam keluarga, walau pun hal ini belum dapat memastikan diagnosis hipertensi essensial. Apabila riwayat hipertensi didapatkan pada kedua orangtua,  dugaan hipertensi essensial lebih besar.

Mengenai usia, sebagian besar penderita hipertebnsi esensial akan naik tekanan darahnya pada usia 25-45 tahun. Hanya 20% penderita yang tekanan darahnya meninggi di bawah usia 20 tahun dan di atas usia 50 tahun. Publikasi Sidabutar tahun 1990 menyarankan, bila telah diketahui adanya riwayat hipertensi sebelumnya, perlu informasi tentang pengobatan, efektifitas dan efek samping obat.

Diagnosis hipertensi tidak dapat ditegakkan dalam satu kali pengukuran. Diagnosis baru dapat ditetapkan setelah dua kali atau lebih pengukuran pada kunjungan yang berbeda, kecuali terdapat kenaikan yang tinggi atau gejala-gejala klinis. Dalam pemeriksaan fisik dilakukan pengukuran tekanan darah, setelah pasien beristirahat 5 menit.

Posisi pasien adalah duduk bersandar dengan kaki di lantai dan lengan setinggi jantung. Ukuran dan letak manset serta stetoskop harus benar. Ukuran manset standar untuk orang dewasa adalah panjang 12-13 cm dan lebar 35 cm. Penentuan sistolik dan diastolik dengan menggunakan Korotkofffase I dan V. Pengukuran dilakukan dua kali dengan jeda 1-5 menit. Pengukuran tambahan dilakukan jika hasil kedua pengukuran sangat berbeda. Konfirmasi pengukuran pada lengan kontralateral, dilakukan pada kunjungan pertama dan jika didapatkan kenaikan tekanan darah.

Hingga saat ini, hipertensi masih merupakan masalah yang kompleks, karena merupakan penyakit multifaktorial. Penyakit ini timbul terutama karena interaksi antara faktor-faktor risiko tertentu, antara lain diet dan asupan garam, stres, ras, obesitas, sistem saraf simpatis, keseimbangan antara modulator vasodilatasi dan vasokonstriksi serta pengaruh sistem otokrin setempat yang berperan pada sistem renin, angiotensin dan aldosteron.

Hipertensi essensial cenderung terjadi pada kelompok keluarga, dan muncul sebagai sekumpulan penyakit atau sindrom yang berbasis genetik, dengan beberapa abnormalitas biokimia yang diturunkan. Fenotif yang dihasilkan dapat dimodulasi oleh berbagai macam faktor lingkungan, yang kemudian mempengaruhi derajat kenaikan tekanan darah dan waktu onset hipertensi.

Peranan faktor genetik di sini biasanya dijembatani suatu fenotip (intermediate phenotype), berupa sensitivitas terhadap garam (salt sensitivity). Dengan demikian, individu yang mempunyai riwayat keluarga hipertensi, asupan tinggi natrium akan menyebabkan retensi natrium dan air, yang selanjutnya akan meningkatkan tekanan darah.

Rekomendasi dari JNC VIII

Pada 2014, keluar guideline baru dari JNC (JNCVIII). Ada 9 rekomendasi yang mereka keluarkan, yaitu:

Rekomendasi 1

Dalam populasi umum berusia ≥60 tahun, berikan terapi farmakologis untuk menurunkan tekanan darah sistolik ≥150 mm Hg atau tekanan darah diastolik ≥90 mm Hg, dan untuk mencapai target tekanan darah sistolik <150 mm Hg dan tekanan darah diastolic <90 mm Hg (Grade A).

Rekomendasi 2

Pada populasi umum berusia <60 tahun, pemberian terapi farmakologis untuk menurunkan tekanan darah diastolik ≥90 mm Hg, dan untuk mencapai target tekanan diastolic <90 mm Hg (untuk usia 30-59 tahun, rekomendasi kuat – Grade A; untuk usia 18-29 tahun, opini ahli – Grade E)

Rekomendasi 3

Pada populasi umum <60 tahun, pemberian farmakologis untuk menurunkan tekanan darah sistolik ≥140 mm Hg dan untuk mencapai target tekanan darah sistolik <140 mm Hg (opini ahli-grade E)

Rekomendasi 4

Pada popoulasi berusia ≥18 tahun dengan penyakit ginjal kronis, terapi farmakologis untuk menurunkan tekanan darah sistolik ≥140 mm Hg, atau tekanan darah diastolik ≥90 mm Hg dan untuk mencapai target tekanan darah sistolik <140 mm Hg dan target tekanan darah diastolik <90 mm Hg. (opini ahli-grade E).

Rekomendasi 5

Pada penduduk usia ≥ 18 tahun dengan diabetes, terapi farmakologis diberikan  untuk menurunkan tekanan darah sistolik ≥ 140 mm Hg atau tekanan diastolik ≥ 90 mm ​​Hg, dan mencapai tekanan darah sistolik <140 mm Hg dan tekanan darah diastolik <90 mm ​​Hg. (Opini Ahli - Kelas E)

Rekomendasi 6

Pada populasi umum non kulit hitam, termasuk mereka dengan diabetes, pengobatan antihipertensi mencakup diuretic tipe thiazide, calcium channel blocker (CCB), angiotensin-converting enzyme inhibitor (ACEI), atau angiotensin receptor blocker (ARB) (rekomendasi moderat—Grade B)

Rekomendasi 7

Pada populasi umum berkulit hitam, termasuk mereka dengan diabetes, pengobatan antihipertensi harus mencakup diuretic tipe thiazide atau CCB. (untuk populasi umum berkulit hitam: Rekomendasi Moderat-Grade B; untuk pasien berkulit hitam dengan diabetes: rekoemndasi lemah—Grade C)

Rekomendasi 8

Pada populasi berusia ≥18 tahun dengan penyakit ginjal kronis, pengobatan antihipertensi awal (atau tambahan), harus menyertakan ACEI atau ARB untuk memperbaiki outcome pada ginjal. Ini berlaku untuk semua pasien dengan penyakit ginjal kronis dengan hipertensi, tanpa memandang rasa tau status diabetes. (rekomendasi moderat – Grade B)

Rekomendasi 9

Tujuan utama pengobatan hipertensi adalah untuk mencapai target dan mempertahankannya. Jika target tekanan darah tidak tercapai dalam satu bulan pengobatan, tingkatkan dosis dari obat yang pertama digunakan atau tambahkan obat kedua, dari salah satu kelas obat dalam rekomendasi 6 (diuretic tipe thiazide, CCB, ACEI, atau ARB).

Klinisi harus terus memonitor tekanan darah dan menyesuaikan regimen pengobatan, sampai target tekanan darah tercapai. Jika target tekanan darah tidak bisa dicapai dengan 2 obat, tambahkan dan titrasi obat ketiga. Jangan gunakan suatu ACEI dan suatu ARB secara bersamaan, pada pasien yang sama.

Jika target tekanan darah, tidak bisa dicapai dengan hanya menggunakan obat dalam rekomendasi 6 karena kontraindikasi, atau karena membutuhkan kombinasi 3 obat untuk mencapai target tekanan darah. Obat antihipertensi dari kelas obat yang lain bisa digunakan.

Rujukan pada spesialis hipertensi, bisa dilakukan pada pasien yang target tekanan darahnya tidak tercapai dengan strategi di atas, untuk dapat penanganan pasien terkomplikasi atau mereka yang membutuhkan konsulatsi klinis tambahan (opini ahli – Grade E).

BACA REKOMENDASI BARU PENANGANAN HIPERTENSI1

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.