Proses Penuaan Kulit 1 | ethicaldigest

Proses Penuaan Kulit 1

Penuaan kulit merupakan masalah kesehatan yang banyak menyita perhatian pasien, terutama kaum hawa. Pada penuaan kulit terdapat berbagai issue menarik yang penting dibahas, di antaranya penuaan kulit akibat paparan sinar matahari atau disebut sebagai photo aging. Banyak mekanisme yang mendasari terjadinya photo aging, dan beberapa pengobatan telah tersedia.

Pada dekade ketiga kehidupan manusia, umumnya akan terlihat proses penuaan kulit pada masing-masing individu. Berbagai literatur menyebutkan bahwa penuaan kulit akan berjalan lebih progressif, ketika didukung faktor lingkungan. Sesungguhnya penuaan merupakan suatu proses degeneratif, dengan banyak mekanisme mendasari yang melibatkan organ terluar dan terluas yakni kulit.

Seperti dikatakan dr. Rachel Djuanda, SpKK, setidaknya ada 2 jenis penuaan yang dapat dipelajari. Yakni penuaan yang disebabkan oleh gen yang diwariskan. Di sini nantinya terdapat pembagian antara usia kornologis dan usia intrinsik. Intrinsic aging disebut juga proses penuaan sejati, yaitu proses penuaan yang berlangsung secara alamiah yang disebabkan berbagai faktor fisiologik dari dalam tubuh sendiri, seperti genetik, hormonal dan ras (Yaar & Gilchrest, 2008; Baumann & Saghari, 2009). Perubahan kulit terjadi secara menyeluruh dan perlahan-lahan sejalan dengan bertambahnya usia, serta dapat menyebabkan degenerasi yang ireversibel (Leijden, 1990; Yaar & Gilchrest, 2008; Baumann & Saghari, 2009).

Tipe penuaan kedua, dikenal sebagai penuaan extrinsic. Kondisi ini lebih disebabkan karena faktor luar tubuh, seperti lingkungan berupa paparan sinar matahari. Perlu diketahui, umur bukan faktor utama yang menyebabkan matangnya kulit. Yang lebih berperan pada hal ini adalah kondisi lingkungan, sebagai pencetus penting yang menyebabkan penuaan kulit. Elastisitas kulit tidak mengalami perubahan berarti sampai usia tertentu, asalkan area tersebut tidak terkena paparan sinar matahari. Perubahan kulit yang terjadi tidak menyeluruh, dan tidak sesuai dengan usia sebenarnya. Proses penuaan dini dapat dihambat atau dicegah, dengan menghindari faktor yang dapat mempercepat proses ini (Cunnningham, 2003; Yaar & Gilchrest,2007; Baumann & Saghari, 2009).

Proses penuaan kulit berlangsung secara perlahan. Batas waktu yang tepat antara terhentinya pertumbuhan fisik dan dimulainya proses penuaan tidak jelas, tetapi umumnya sekitar usia pertengahan. Berbagai teori tentang proses penuaan telah dikemukakan, antara lain:

Teori replikasi DNA

Teori ini mengemukakan bahwa proses penuaan merupakan akibat akumulasi bertahap kesalahan dalam masa replikasi DNA, sehingga terjadi kematian sel. Kerusakan DNA akan menyebabkan pengurangan kemampuan replikasi ribosomal DNA (rDNA) dan mempengaruhi masa hidup sel. Sekitar 50% rDNA akan menghilang dari sel jaringan, pada usia kira-kira 70 tahun.

Selain itu, ada yang mengatakan bahwa terjadinya proses penuaan adalah karena kerusakan sel DNA, yang mempengaruhi pembentukan RNA sehingga terbentuk molekulmolekul RNA yang tidak sempurna. Hal ini selanjutnya menyebabkan terjadinya kelainan enzim-enzim intraselular yang mengganggu fungsi sel, dan menyebabkan kerusakan atau kematian sel/organ yang bersangkutan. Pada jaringan yang tua terdapat peningkatan enzim yang tidak aktif sebanyak 30% - 70%. Bila jumlah enzim menurun sampai titik minimum, sel tidak dapat mempertahankan kehidupan dan akan mati.

Teori radikal bebas

Teori radikal bebas dewasa ini lebih banyak dianut dan dipercaya sebagai mekanisme proses penuaan. Radikal bebas adalah sekelompok elemen dalam tubuh yang mempunyai elektron yang tidak berpasangan, sehingga tidak stabil dan reaktif hebat. Sebelum memiliki pasangan, radikal bebas akan terus menerus menghantam sel-sel tubuh guna mendapat pasangan, termasuk menyerang sel-sel tubuh yang normal.

Teori ini mengemukakan bahwa terbentuknya gugus radikal bebas (hydroxyl, superoxide, hydrogen peroxide, dan sebagainya) adalah akibat terjadinya otooksidasi dari molekul intraselular karena pengaruh sinar UV. Radikal bebas ini akan merusak enzim superoksida-dismutase (SOD), yang berfungsi mempertahankan fungsi sel sehingga fungsi sel menurun dan menjadi rusak. Proses penuaan pada kulit yang dipicu oleh sinar UV (photo aging), merupakan salah satu bentuk implementasi dari teori ini.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.