Philip Showalfer Hench Penemu Obat RA | ethicaldigest

Philip Showalfer Hench Penemu Obat RA

Philip Showalter Hench lahir di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, pada 28 Februari  1896. Dia anak dari pasangan Jacob Bixler Hench dan Clara Showalter. Setelah lulus dari sekolah local, dia masuk Lafayette College, Easton, Penn., di mana dia mendapatkan gelar Bachelor of Arts pada 1916.

Dia mendaftar ke Korps Medis Angkatan Darat Amerika Serikat pada tahun 1917, kemudian ditugaskan ke Korps Badangan untuk menyelesaikan pelatihan medisnya. Pada tahun 1920, ia menerima gelar doktor di bidang kedokteran dari University of Pittsburgh. Setelah setahun bekerja di Rumah Sakit Saint Francis, Pittsburgh, ia menjadi Fellow dari Mayo Foundation, sekolah pascasarjana  Fakultas Kedokteran University of Minnesota.

Hubungannya dengan Mayo Clinic dimulai tahun 1923, ketika ia menjadi asisten. Tiga tahun kemudian, ia menjabat Kepala Departemen Penyakit rematik. Antara 1928 dan 1929, Dr. Hench belajar di luar negeri, di Universitas Freiburg dan Klinik von Müller Clinic, Munich. Dia diangkat sebagai instruktur di Yayasan Mayo tahun 1928, menjadi Asisten Profesor 1932, Associate Professor tahun 1935 dan pada tahun 1947 menjadi Profesor Kedokteran.

Pada tahun 1942, Dr. Hench masuk kembali ke dinas militer dengan pangkat letnan kolonel di Korps Medis, menjadi Kepala Pelayanan Kesehatan dan Direktur Pusat Rematik Angkatan Darat dan Rumah Sakit Umum Angkatan Laut. Meninggalkan Angkatan Darat dengan pangkat kolonel, pada tahun 1946 ia menjadi konsultan ahli untuk Army Surgeon General.

Di Mayo Clinic dia mengkhususkan diri dalam penyakit rematik. Dalam perjalanan karirnya, ia mengamati efek menguntungkan dari penyakit kuning pada pasien rematik, yaitu menyebabkan berkurangnya rasa sakit. Perubahan tubuh lain, misalnya kehamilan, menghasilkan efek yang sama. Pengamatan ini dan lainnya membuatnya berkesimpulan bahwa substansi yang dapat mengurangi nyeri adalah steroid.

Pada periode 1930-1938, Dr. EC Kendall telah mengisolasi beberapa steroid dari kelenjar korteks adrenal. Setelah beberapa tahun bekerja sama dengan Dr. Kendall, diputuskan untuk mencoba efek dari salah satu zat ini, senyawa E (kemudian bernama cortisone), pada pasien rematik. Rencana ini harus ditunda, karena Dr. Hench harus kembali ke militer, saat terjadi Perang Dunia II. Juga, karena mahal dan sulitnya mengisolasi senyawa ini. Pada 1948-1949, kortison berhasil diuji pada pasien rematik. Hench juga mengobati pasien dengan ACTH, suatu hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis, yang merangsang kelenjar adrenal.

Dr. Hench adalah penulis beberapa makalah di bidang reumatologi, menjadi kontributor, terutama untuk jurnal Hygeia dan Annals of Reumatology Disease. Dia banyak mendapat penghargaan, meliputi Medal Heberden (London), Lasker Award tahun 1949 yang diberikan oleh American Public Health Association, Passano Foundation Award dan Criss Award (1951). Dia menerima gelar doktor kehormatan di bidang Science dari Lafayette College, Washington dan Jefferson College, Western Reserve University, National University of Ireland dan Universitas Pittsburgh. Dia juga memegang gelar master of science dari Universitas Minnesota.

Dia menjadi fellow dari American Medical Association dan American College of Physicians. Menjadi salah satu pemimpin American rheumatology, anggota pendiri American Rheumatism Association (President 1940-1941), dan memangku jabatan penting di berbagai organisasi reumatologi. Dia juga menjadi anggota kehormatan Royal Society of Medicine (London) dan masyarakat reumatologi di Argentina, Brazil, Kanada, Denmark dan Spanyol.

Hench, bersama rekannya di Mayo Clinic, Edward Calvin Kendall dan kimiawan Swiss Tadeus Reichstein, dianugerahi Hadiah Nobel untuk Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1950, untuk penemuan hormon kortison dan aplikasinya untuk pengobatan rheumatoid arthritis.

Pada tahun 1927, Dr. Hench menikahi Mary Genevieve Kahler, putri John Henry Kahler. Mereka memiliki dua putra dan dua putri. Dia sangat suka pada musik, fotografi dan tenis, dan merupakan satu bagian dalam sejarah dunia kedokteran. Putranya, Philip Kahler Hench, juga belajar reumatologi. Hench meninggal karena pneumnia saat berlibur di Ocho Rios, Jamaica pada  1965.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.