Penyebab Hiperurisemia | ethicaldigest

Penyebab Hiperurisemia

Berdasarkan penyebabnya, hiperurisemia dapat diklasifikasikan menjadi hiperurisemia primer, sekunder dan idiopatik. Hiperurisemia primer merupakan hiperurisemia yang tidak disebabkan oleh penyakit lain. Biasanya berhubungan dengan kelainan molekuler yang belum jelas dan adanya kelainan enzim.

Hiperurisemia sekunder merupakan hiperurisemia yang disebabkan oleh penyakit atau penyebab lain. Hiperurisemia jenis ini dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu kelainan yang menyebabkan peningkatan de novo biosynthesis, peningkatan degradasi ATP, dan underexrection. Sedangkan, hiperurisemia idiopatik. Merupakan jenis hiperurisemia yang tidak jelas penyebab primernya dan tidak ada kelainan genetik, fisiologi serta anatomi yang jelas.

Faktor yang mempengaruhi metabolisme asam urat

Metabolisme purine dipengaruhi oleh faktor endogen atau genetik dan faktor eksogen. Faktor genetik mempengaruhi metabolisme purine melalui peran beberapa enzim. Enzim tersebut antara lain adalah enzim HPRT dan enzim Phosphoribosylpyrophosphatase (PRPP) synthetase dan enzim amidoPRT. Kelainan enzim tersebut yang disebabkan gangguan genetic, menyebabkan peningkatan metabolisme asam urat.

Faktor eksogen yang berperan dalam metabolisme asam urat, dapat melalui makanan dan latihan fisik berat. Makanan yang meningkatkan kadar asam urat darah, dapat berasal dari makanan tinggi purin atau makanan tanpa tinggi nukleoprotein. Makanan tinggi nukleoprotein atau purin nucleotide, adalah makanan yang banyak mengandung intisel, seperti daging.

Di dalam usus, nukleoprotein akan diproteolisis menjadi asam nukleat. Asam nukleat akan dipecah menjadi menjadi mononucleotide oleh enzim ribonclease, deoxyrybonuclease dan polynucleotide di dalam usus. Mononucleotide dipecah menjadi menjadi nucleoside oleh enzim nucleotidase dan phosphatase hydrolyse. Nucleoside kemudian diserap atau dipecah oleh enzim enzim Intestinal phosphorilase menjadi pyrimidine dan purine base atau hypoxanthine. Selanjutnya dioksidasi menjadi asam urat, dan kemudian diserap ke dalam darah.

Dengan demikian dapat dijelaskan, kenapa seseorang dapat menderita serangan atritis gout setelah makan makanan yang mengandung purin tinggi. Asam pembentuk asam urat telah terjadi di saluran cerna dan segera diserap usus, sehingga terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah secara mendadak.

BACA PATOFISIOLOGIS HIPERURISEMIA

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.