Pengobatan Sindroma Cushing | ethicaldigest

Pengobatan Sindroma Cushing

Pengobatan pada penderita sindroma Cushing bergantung penyebab tingginya kadar kortisol. Pengobatannya mencakup operasi, radiasi, kemoterapi atau menggunakan obat-obatan penghambat produksi kortisol. Jika penyebabnya adalah penggunaan kortikosteroid, dokter akan berusaha menurunkan dosis sampai dosis terendah, yang mencukupi untuk mengendalikan gangguan tersebut. Ketika kontrol tercapai, dosis harian hormone glukokortikoid dilipat gandakan dan diberikan dua hari sekali, untuk mengurangi efek samping.

 

Operasi. Tindakan operasi dilakukan untuk mengangkat suatu adenoma hipofisis berukuran kecil. Tindakan ini disebut adenomektomi transfenoidal. Hipofisis terletak di dasar otak. Cara untuk mengakses daerah ini adalah melalui gusi, di atas gigi depan atas atau hidung. Dengan menggunakan instrumen khusus, ahli bedah membuat sayatan di salah satu daerah ini. Sayatan diperpanjang sampai sinus sphenoid, memungkinkan ahli bedah untuk melihat dan mengangkat adenoma dengan suatu endoskopi. Operasi jenis ini, secara permanen menyembuhkan sindrom Cushing pada 60 - 70 % penderita.

Kadang, tumor tidak dapat diidentifikasi. Dalam kasus ini, setengah dari kelenjar hipofisis dapat diangkat (hemihypophysectomy), atau 85-90 persen dari kelenjar hipofisis dapat diangkat (hypophysectomy subtotal) untuk memastikan bahwa tumor telah diangkat. Pengangkatan setengah atau lebih kelenjar hipofisis, dapat menurunkan fungsi hipofisis dan mengganggu proses ovulasi (pada wanita) dan produksi sperma (pada pria). Penggantian hormone seumur hidup, sering kali dibutuhkan setelah operasi.

Transsphenoidal adenomectomy berhasil dilakukan pada:

  • Sekitar 85% jika ukuran diameter tumor kurang dari 0,4 inci.
  • Sekitar 25% jika ukuran diameter tumor 0,4 inci atau lebih besar.

 

Penyakit Cushing bisa kembali lagi pada 2% orang dewasa dan sampai dengan 40% anak-anak yang menjalani operasi. Operasi bisa diulang dengan hasil yang baik. Saat ini, di Amerika Serikat telah digunakan radiosurgeri menggunakan pisau gamma dengan hasil yang sangat baik.

 

Radiasi. Radiasi bisa dilakukan ketika tumor hipofisis tidak bisa semuanya diangkat melalui operasi. Radiasi pada tumor hipofisis, mengurangi kadar kortisol pada sekitar setengah dari orang dewasa dan sebagian besar anak-anak dengan penyakit Cushing. Karena efek penurunan kortisol membutuhkan waktu 3 sampai 12 bulan, obat-obat yang menurunkan produksi kortisol di adrenal dapat diberikan, sambil menunggu efek radiasi. Obat-obat ini termasuk ketoconazole, metyrapone, dan aminoglutethimide.

 

Adrenalektomi. Operasi pengangkatan kelenjar adrenal (adrenalectomy) adalah tindakan akhir yang dianjurkan, ketika pengobatan lain tidak berhasil. Adrenalektomi menghentikan produksi kortisol berlebihan, tapi pasien harus mulai terapi pengganti glukokortikoid dan mineralokortikoid setiap hari sepanjang hidup.

 

Sindrom ACTH Ektopik

Pada beberapa orang dengan tumor non hipofisis yang menghasilkan ACTH, pengangkatan melalui operasi menghilangkan gejala sindrom Cushing. Tumor ini biasanya di paru-paru. Ketika operasi pengangkatan total tidak mungkin dilakukan, pengobatan dengan obat-obat yang mengurangi produksi kortisol adrenal (ketoconazole, metyrapone, dan aminoglutethimide), atau operasi pengangkatan kelenjar adrenal (adrenalectomy), mungkin diperlukan untuk menurunkan kadar kortisol.

 

Tumor kelenjar adrenal

Tumor adrenal biasanya diobati dengan operasi pengangkatan kelenjar adrenal yang terganggu, menyisakan kelenjar adrenal lainnya untuk produksi kortisol. Jika tumor merupakan adenoma (tumor jinak), operasi selalu berhasil menyembuhkan sindrom Cushing. Jika tumor adalah karsinoma (tumor kanker), operasi adalah satu-satunya cara untuk mengobatinya. Sementara radiasi, kemoterapi, dan pengobatan dengan mitotane (obat yang merupakan racun bagi sel-sel yang memproduksi kortisol), biasanya diperlukan untuk menurunkan kadar kortisol. Setelah pengobatan ini, terapi pengganti hormon adrenalin sehari-hari biasanya diperlukan.

 

Hiperplasia adrenal nodular

Pengobatan hiperplasia adrenal nodular, biasanya memerlukan operasi pengangkatan kedua kelenjar adrenal. Sebelum pembedahan, obat-obat yang menghambat enzim adrenal (ketoconazole, metyrapone, atau aminoglutethimide) dapat menurunkan kadar kortisol. Setelah operasi, terapi penggantian hormone adrenal harian biasanya dibutuhkan.

 

Sindroma Cushing selama kehamilan

Sindrom Cushing jarang terjadi selama kehamilan. Produksi kortisol berlebihan, biasanya disebabkan oleh tumor adrenal. Yang paling sering adenoma (tumor jinak), walau pun beberapa pasien memiliki tumor hipofisis (penyakit Cushing).

Meski sebagian besar kortisol tidak menyeberangi plasenta dan mempengaruhi janin, sindrom Cushing yang tidak diobati menimbulkan risiko pada wanita hamil karena bisa mengakibatkan komplikasi ibu. Seperti tekanan darah tinggi dan diabetes kehamilan. Hal ini dapat menyebabkan keguguran dan kelahiran premature.

Ketika sindrom Cushing disebabkan oleh tumor adrenal atau tumor hipofisis jinak (penyakit Cushing's), operasi pengangkatan kelenjar adrenal atau hipofisis dapat menurunkan kadar kortisol abnormal, tanpa mempengaruhi kehamilan.

 

Efektifitas pengobatan sindroma Cushing

Jika pengobatan dilakukan dengan mengangkat sumber penghasil kortisol yang berlebih, sebagian besar gejala sindrom Cushing hilang dalam waktu 2 sampai 12 bulan. Osteoporosis mulai membaik dalam waktu enam bulan dan terus meningkat selama beberapa tahun. Dengan pengobatan yang berhasil, anak-anak dengan sindrom Cushing dapat mengalami npeningkatan kepadatan tulang dan bisa bertambah tingginya. Namun, beberapa pasien bisa tetap mengalami tekanan darah tinggi dan intoleransi glukosa. Meski gejala-gejala psikiatri biasanya membaik, beberapa kondisi bisa bertahan bahkan setelah kadar kortisol diturunkan.

 

Obat penurun kadar kortisol

Obat-obatan yang digunakan untuk sindroma Cushing dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Agen yang menghambat steroidogenesis. Mitotane, ketoconazole, metyrapone, aminoglutethimide, trilostane dan etomidate, telah digunakan untuk menjebatani dilakukannya adrenalektomi. Obat-obat ini jarang digunakan dan sering bersifat toksik pada dosis yang diperlukan untuk mengurangi sekresi kortisol. Pengobatan harus dilakukan dengan hati-hati dan, idealnya, di bawah pengawasan dokter spesialis. Keberhasilan intervensi medis bisa dinilai dengan pengukuran kortisol urin 24 jam. Pasien yang mendapatkan obat ini, mungkin memerlukan penggantian glukokortikoid untuk menghindari insufisiensi adrenal. Pasien harus diberi konseling, tentang tanda-tanda dan gejala insufisiensi adrenal saat memulai obat ini.
  • Metyrapone dan trilostane adalah agen-agen yang secara kompetitif menghambat enzim steroidogenik tunggal. Ketokonazol dan aminoglutethimide bekerja pada beberapa bagian. Pada sindrom Cushing tergantung ACTH, sekresi ACTH terus merangsang steroidogenesis, yang melawan aksi obat-obatan ini. Karena produksi ACTH dapat terus berlangsung atau meningkat pada pasien dengan penyakit Cushing, terapi radiasi pada hipofisis sering diperlukan setelah kegagalan terapi awal, baik melalui operasi atau dengan obat-obatan. Agen ini memiliki khasiat lebih tinggi bila digunakan dalam kombinasi, karena dapat bertindak secara sinergis.
  • Ketokonazol mungkin yang paling populer dan efektif dari agen-agen ini, untuk penggunaan jangka panjang dan biasanya adalah agen pilihan. Agen ini bekerja pada beberapa enzim P450, mencakup langkah pertama dalam sintesis kortisol, pembelahan rantai samping kolesterol, dan konversi  11-deoxycortisol menjadi kortisol. Dosis harian sebesar 600-800 mg dapat menurunkan produksi kortisol. Jika agen ini tidak efektif dalam mengendalikan hiperkortisolisme, dosisnya dipertahankan dan ditambahkan penghambat enzim steroid lainnya, seperti metyrapone.
  • Metyrapone memblok aktivitas 11-beta-hidroksilase, langkah akhir dalam sintesis kortisol. Terapi dimulai pada 1 g / hari, dibagi menjadi 4 dosis dan ditingkatkan sampai dosis maksimum 4,5 g / hari.
  • Aminoglutethimide adalah agen antikonvulsan yang menghambat pembelahan rantai samping kolesterol  menjadi pregnenolone. Agen ini relative merupakan penghambat enzim adrenal yang lemah, dalam dosis yang masih bisa ditoleransi pasien.
  • Etomidate, agen anestetik derifat imidazole, memblok 11-beta-hydroxylase. Obat ini digunakan secara intravena pada 0.3 mg/kg/h. Obat ini tidak banyak digunakan karena pemberiannya harus terus menerus dan diberikan secara intravena.
  • Mitotane adalah agen adrenolitik, yang bekerja dengan menghambat 11-beta hydroxylase dan enzim pembelah rantai samping kolesterol. Obat ini juga menyebabkan kerusakan mitokondria dan nekrosis sel-sel adrenokortikal di zona fasciculata dan reticularis. Karena alasan ini, agen ini digunakan dalam pengobatan kanker adrenal dengan dosis 2-4 g perhari. Obat ini dapat digunakan sebagai tambahan terapi radiasi untuk penyakit Cushing, dan dalam kombinasi dengan metyrapone atau aminoglutethimide untuk pengobatan sekresi ACTH ektopik.

Mifepristone (RU 486) adalah suatu agen antiprogestasional, yang dalam dosis tinggi secara kompetitif berikatan glucocorticoid dan reseptor progesterone. Saat ini, hanya digunakan dalam penelitian untuk pengobatan sindrom Cushing.

 

Baca juga: Bahaya Sindrom Cushing

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.