Penebalan Otot Jantung karena Hipertensi3 | ethicaldigest

Penebalan Otot Jantung karena Hipertensi3

Perubahan otot jantung pada LVH

Pada awal hipertropi, perubahan otot jantung belum terlihat melalui pemeriksaan radiologi. Tapi, pada pemeriksaan EKG sudah terlihat peningkatan voltase pada setiap sandapan. Berat otot jantung, pada awalnya relatif tidak bertambah (normal 0,6 – 0,65% dari berat badan), atau ± 350 – 375 g pada wanita dan 375 – 400 g pada pria.

Hipertropi yang telah melewati massa kritis (berat otot jantung >500g), ditandai dengan penebalan dinding ventrikel (lebih dari 1,2 cm). Peningkatan massa otot ini lebih banyak berupa hipertropi dibanding hiperplasia, sehingga mengurangi kapasitas aliran koroner karena kurangnya densitas pembuluh koroner.

Secara mikroskopis, diameter serat miokard menebal >20 µm (normal 5-12 µm), karena peningkatan sarkoplasma dan myofibril. Sering terdapat perubahan degeneratif seperti vacoulisasi dari serat fibril. Secara ultrastruktur terlihat peningkatan jumlah mitokondria, akumulasi glikogen, peningkatan apparatus golgi dan jumlah miofibril.  

Komplikasi Hipertropi ventrikel kiri

Aritmia. Hipertensi dengan LVH akan meningkatkan resiko atrial atau ventrikel aritmia. Hal ini terjadi karena inhomogenitas dari otot jantung dalam menghantarkan impuls atau aliran listrik otot jantung, di mana fibrosis atau infiltrasi serat kolagen akan mempengaruhi pengaturan kontraksi otot jantung. Proses reentry yang mendasari proses aritmia, menyebabkan kenaikan mortalitas dan menimbulkan 40-50 X kejadian ventrikel extra sistol pada hipertensi dengan LVH, dibanding dengan tanpa LVH.

Infark Miokard

Konsekuensi dari peningkatan tekanan dinding pada LVH, adalah meningkatnya kebutuhan oksigen. Sedangkan, cadangan aliran koroner terbatas atau tidak dapat mengimbangi kebutuhan tersebut, sehingga dengan sedikit peningkatan beban kerja otot jantung akan kekurangan oksigen (iskemik) atau nekrosis (infark miokard).

Dengan demikian, otot jantung sangat rentan mengalami iskemik, meski melalui pemeriksaan angiografi masih terdapat gambaran arteri koroner yang normal. Pembesaran massa miokard membutuhkan pertambahan perfusi jaringan dan pertambahan jumlah pembuluh darah koroner, untuk bisa berkontraksi dengan baik.

Cadangan aliran darah koroner yang tidak mencukupi, tergambar dari penurunan kepadatan pembuluh arteri koroner persatuan miokard, peningkatan rasio antara dinding dengan lumen arteri, penurunan kapasitas vasodilatasi koroner dan peningkatan tahanan mikrovaskuler koroner.

Payah Jantung 

Apakah hipertensi dengan LVH menyebabkan payah jantung karena perubahan struktur, abnormalitas biokimia, perobahan mekanisme regulator atau iskemik belum jelas. Hipertensi pada awalnya menimbulkan gangguan fungsi diastolik dan peningkatan tekanan arterial yang persisten, diikuti gangguan sistolik. Penurunan kekuatan kontraksi pada jantung LVH, dapat disebabkan peregangan yang tidak serentak atau tidak homogen dari dinding ventrikel.

Fraksi ejeksi pada hipertensi dengan LVH saat istirahat, masih normal. Namun, fraksi ejeksi akan cepat menurun pada waktu latihan atau exercise. Sebagian besar (60%) LVH dalam tahap kompensasi, tidak memberikan gejala klinis waktu istirahat atau latihan ringan dalam beberapa tahun. Sedangkan, 40% lainnya mengalami gagal jantung karena gangguan fungsi diastolik, sistolik atau keduanya.

Menurut Framingham Heart Study, LVH dengan Indeks Massa Ventrikel Kiri (LVMI) > 143 g/m2 LPT untuk pria dan LVMI > 102 g/m2 LPT untuk wanita, ternyata lebih rentan terhadap penyakit jantung koroner dan menurunkan fraksi ejeksi. Akibat peningkatan massa ventrikel kiri (LV Mass) 50 gr, dapat meningkatkan resiko relatif morbiditas kardiovaskuler 1,49 pada pria dan 1,57 pada wanita, dan resiko kematian kardiovaskuler masing- masing 1,73 pada pria dan 2,12 pada wanita.

Dari percobaan klinik secara random pada 47 653 penderita hipertensi, ternyata penurunan massa ventrikel kiri dapat menurunkan insiden infark miokard 15% pada usia muda, dan 19-28% pada orang tua.

BACA PENEBALAN OTOT JANTUNG KARENA HIPERTENSI2

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.