Penebalan Otot Jantung karena Hipertensi2 | ethicaldigest

Penebalan Otot Jantung karena Hipertensi2

Tabel 1 Perobahan kardiovaskuler pada hipertensi

Tingkat Hipertensi

Volume  plasma 

Kont. Otot Jantung 

Curah Jantung 

Tahanan  Perifer 

Hipertropi  Ventrikel 

 

Aterosklerosis

Awal

 

 

N

-

-

Definitif

N dan

N dan

     + F Risiko

Payah Jantung

Menetap

 

LVH tidak hanya dipengaruhi oleh faktor hemodinamik, tapi juga faktor non hemodinamik. Faktor hemodinamik meliputi: peningkatan beban tekanan dan beban volume, denyut jantung, kontraktilitis dan meningkatnya tahanan perifer. Sedangkan faktor non hemodinamik meliputi: usia, jenis kelamin, ras, viskositas darah, obesitas, aktifitas, kadar elektrolit dan hormonal.

Sistim renin angiostensin berperan penting dalam terjadinya LVH, dalam merangsang proliferasi dan migrasi otot polos oleh receptor AT1. Angiostensin II juga merangsang pertumbuhan kolagen sebagai mediator hormone Transforming Growth Factor Beta ( TGF -B). Di sisi lain, angiostensin bersifat vasokontriktor dan meningkatkan reabsorbsi garam dan air.

Pada hipertensi ringan, curah jantung mulai meningkat, frekuensi denyut jantung dan kontraktilitas bertambah sedangkan tahanan perifer masih normal. Peningkatan curah jantung oleh proses autoregulasi, menimbulkan peningkatan tonus pembuluh darah perifer. Dengan lamanya hipertensi, terjadi perubahan struktural pembuluh darah yang menyebabkan tahanan perifer meninggi secara persisten, dan akhirnya menyebabkan kerja jantung bertambah berat.

Proses ini dapat disertai kelainan pembuluh koroner, yang disertai penurunan cadangan koroner. Akibatnya, terjadi iskemik atau infark miokard, yang mempercepat payah jantung atau kematian jantung mendadak. Hipertrofi ventrikel kiri menurunkan fungsi ventrikel kiri, karena merupakan faktor resiko infark miokard, faktor predisposisi disfungsi diastolik dan disfungsi sistolik ventrikel pada waktu latihan, walau pun istirahat masih normal.

Pembagian Hipertrofi ventrikel kiri (LVH) 

Menurut Strauer, didapatkan 3 jenis LVH yang berhubungan dengan dimensi ruangan jantung, tegangan dinding dan fungsi ventrikel sebagai akibat perbedaan patofisiologi dan latar belakang penyebabnya, yaitu:

  1. Hipertrofi konsentris. Dinding ventrikel menebal, massa bertambah sedangkan volume akhir diastolic masih normal atau hanya sedikit bertambah, dan rasio masa terhadap volume meningkat. Kelainan ini dijumpai pada hipertensi dan stenosis aorta.
  2. Hipertrofi eksentris. Merupakan kelanjutan dari tipe konsentris, di mana massa dan volume ventrikel bertambah sedangkan tebal dinding tidak berubah.
  3. Hipertrofi ireguler (tidak sepadan antara hipertrofi dengan dilatasi). Hipertropi menyerupai kardiomiopati, di mana tebal dan massa ventrikel kiri bertambah secara berlebihan dan tidak teratur, sehingga ruang ventrikel menjadi kecil dan rasio massa terhadap volume meningkat.

Perubahan struktur otot jantung pada LVH, dapat mengurangi cadangan aliran darah koroner karena:

  1. Penebalan tunika media arteriol, penurunan jumlah kapiler per satuan miokard.
  2. Perubahan ekstra vaskuler karena hipertropi miokard, penurunan kualitas miokard karena fibrosis interstitial dan perivaskuler.
  3. Arteriosklerosis akibat hipertensi menimbulkan oklusi arteri pericardial.
  4. Penebalan dinding arteri mengurangi rasio lumen dengan dinding arteri dan ukuran lumen arteri tidak rata.
  5. Peningkatan diameter ventrikel kiri karena hipertropi miosit, deposit kolagen. Fibrinosis dan matriks protein akan menimbulkan kompresi arteri koroner dan kekakuan otot ventrikel.

Selanjutnya, pada LVH dapat terjadi gagal jantung melalui proses berikut:

  1. Peningkatan kerja otot jantung menimbulkan hipertropi dan dilatasi, sedangkan suplai darah tidak mampu menyetarakan dengan massa otot jantung, sehingga terjadi anoksia.
  2. Hipertensi mempercepat perkembangan aterosklerosis koroner, yang mengakibatkan insufisiensi aliran darah koroner.
  3. Hipertensi yang lanjut akan menganggu aliran darah ginjal dan fungsi eksresi ginjal, sehingga terjadi penurunan eksresi natrium dan air.

BACA PENEBALAN OTOT JANTUNG KARENA HIPERTENSI1

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.