Patogenesis  Otitis Media Akut | ethicaldigest

Patogenesis  Otitis Media Akut

Fungsi abnormal tuba Eustachius merupakan faktor penting pada otitis media. Tuba Eustachius adalah saluran yang menghubungkan rongga telinga tengah dengan nasofaring, yang terdiri atas tulang rawan pada dua pertiga ke arah nasofaring dan sepertiganya terdiri atas tulang.

Tuba Eustachius biasanya dalam keadaan steril serta tertutup, dan baru terbuka bila udara diperlukan masuk ke telinga tengah atau pada saat mengunyah, menelan dan menguap. Pembukaan tuba dibantu oleh kontraksi muskulus tensor veli palatine, bila terjadi perbedaan tekanan telinga tengah dan tekanan udara luar antara 20 - 40 mmHg.

Tuba Eustachius mempunyai tiga fungsi penting, yaitu ventilasi, proteksi dan drainase sekret. Ventilasi berguna untuk menjaga agar tekanan udara dalam telinga tengah selalu sama, dengan tekanan udara luar. Proteksi yaitu melindung telinga tengah dari tekanan suara, dan menghalangi masuknya sekret atau cairan dari nasofaring ke telinga tengah. Drainase bertujuan untuk mengalirkan hasil sekret cairan telinga tengah ke nasofaring.

Patogenesis OMA

Patogenesis OMA pada sebagian besar anak, dimulai oleh infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) atau alergi, sehingga terjadi kongesti dan edema pada mukosa saluran napas atas, termasuk nasofaring dan tuba Eustachius. Tuba Eustachius menjadi sempit, sehingga terjadi sumbatan tekanan negatif pada telinga tengah. Bila keadaan demikian berlangsung lama, akan menyebabkan refluks dan aspirasi virus atau bakteri dari nasofaring ke telinga tengah melalui tuba Eustachius.

Mukosa telinga tengah bergantung pada tuba Eustachius, dalam mengatur proses ventilasi yang berkelanjutan dari nasofaring. Jika terjadi gangguan akibat obstruksi tuba, akan terjadi proses inflamasi kompleks dan terjadi efusi cairan ke telinga tengah. Ini merupakan faktor pencetus terjadinya OMA dan otitis media dengan efusi.

Bila tuba Eustachius tersumbat, drainase telinga tengah terganggu, mengalami infeksi serta terjadi akumulasi sekret di telinga tengah. Kemudian terjadi proliferasi mikroba patogen pada sekret. Akibat infeksi virus saluran pernapasan atas, sitokin dan mediator-mediator inflamasi yang dilepaskan menyebabkan disfungsi tuba Eustachius.

Virus respirasi juga dapat meningkatkan kolonisasi dan adhesi bakteri, sehingga menganggu pertahanan imum pasien terhadap infeksi bakteri. Jika sekret dan pus bertambah banyak akibat proses inflamasi lokal, pendengaran dapat terganggu karena membran timpani dan tulang-tulang pendengaran tidak dapat bergerak bebas terhadap getaran. Akumulasi cairan yang terlalu banyak, dapat merobek membran timpani akibat tekanan yang meninggi.

Obstruksi tuba Eustachius dapat terjadi secara intraluminal dan ekstraluminal. Faktor intraluminal antaranya akibat ISPA, dimana proses inflamasi terjadi, lalu timbul edema pada mukosa tuba serta akumulasi sekret di telinga tengah. Selain itu, sebagian besar pasien dengan otitis media dihubungkan dengan riwayat fungsi abnormal dari tuba Eustachius, sehingga mekanisme pembukaan tuba terganggu. Faktor ekstraluminal seperti tumor dan hipertrofi adenoid.

BACA JUGA BAKTERI DAM VIRUS PENYEBAB OTITIS MEDIA

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.