Otto Carl Willy Prausnitz | ethicaldigest

Otto Carl Willy Prausnitz

Sosok ini diingat, setidaknya oleh mahasiswa kedokteran, sebagai bagian dari eponim reaksi Prausnitz-Kustner. Dan dia telah memberikan kontribusi fundamental di bidang imunologi dan disebut sebagai “Bapak bidang ilmu alergi”. Otto Carl Willy Prausnitz lahir pada 11 Oktober 1876 di Hamburg, Jerman. Ia menghabiskan masa sekolahnya di Hamburg. Di sini pula Otto membuka praktek, setelah mengundurkan diri dari kemiliteran.

Carl belajar di Realgymnasium des Johanneums tahun 1891-1894. Dia sekolah di Darmstadt, sebelum mendaftar ke Universitas Leipzig untuk mata pelajaran preklinis. Setelah lulus pada 1898, ia setahun belajar di Kiel sebelum menyelesaikan pelatihan pengobatan di Breslau, dan mendapat gelar dokter pada 1902. 

Carl melamar sepupu keduanya, Margot Bruck, di akhir abad kesembilan belas, tahun 1899. Ia membuka praktek di kota kelahirannya, Hamburg. Pada musim panas 1892, mewabah penyakit kolera dengan lebih dari 10.000 kasus di Hamburg dan 5.000 kematian. Ketika itu Otto bekerja bersama William Dunbar di Hygiene Institute, Hamburg (1902-1905).

Sebagian besar pekerjaannya berkenaan dengan penyakit kolera, penyakit pes, tifoid, difteri dan tuberculosis. Dunbar lebih tertarik menyelidiki hay-fever. Dia percaya bahwa penyakit itu akibat toksin pada serbuk sari. Tapi, Otto berpendapat lain. Dia berfikir bahwa penyakit itu merupakan infeksi bakteri.

Mereka berdua melakukan percobaan pada tubuh sendiri. Mereka menemukan bahwa serbuk sari dari rumput mereproduksi gejala hay fever pada hidung dan mata. Ketika dihirup, terjadi asma dan ketika Otto menyuntikkan pada dirinya dengan ekstrak serbuk sari, dia mengalami asma berat dan urtikaria. Dunbar bersikeras untuk mengulang percobaan itu pada dirinya dan hampir berakibat fatal baginya.  

Dunbar dan Otto membuat suatu vaksin dari kuda, yang disuntik dengan serbuk sari. Mereka berfikir, cara ini efektif menurunkan keparahan gejala hay-fever. Dengan percobaannya ini, Dunbar dan Otto bisa diberi penghargaan karena telah memperkenalkan desensitisasi atau imunoterapi dalam dunia kedokteran.

Pada 1906, Otto pergi ke Inggris dan bekerja di Royal Institute of Public Health sebagai seorang demonstrator bakteriologi. Dia terlibat dalam penelitian difteri, tifoid, tuberkulosis dan infeksi bakteri melalui air, serta mengajar untuk program diploma kesehatan masyarakat.

Pada 1908, dia mengambil kualifikasi M.R.C.S., L.R.C.P dan namanya terdaftar pada Medical Register. Hal ini memmudahkannya ketika dia kembali ke Inggris sebagai pengungsi dari serangan NAZI.

Setelah perang, ia kembali ke Breslau untuk mengepalai departemen diagnostik. Di sini dia menemukan suatu pemeriksaan, yang dikenal sebagai Prausnitz-Kustner test. Dari temuannya ini, dia bisa menjelaskan dasar imunologis dari semua penyakit alergi.

Kustner, salah seorang rekannya, sangat sensitif terhadap ikan. Otto  menyuntikkan berbagai pengencer dari serum ke dalam kulit Kustner. Hari berikutnya dia menyuntikkan ke setiap bagian dengan ekstrak ikan dan menunjukkan bahwa sensitifitas dapat ditransfer melalui serum dari seorang yang alergi ke orang non alergi.

Penelitiannya ini dipublikasikan pada 1921 dan beberapa tahun kemudian  reagin digunakan untuk antibodi. Empat puluh lima tahun kemudian, Ishisakas di Amerika Serikat dan Johannsen dan Bennich di Swedia, bekerja secara independen mengidentifikasikan antibodi reaginik sebagai Ig E.

Pada 1921, Otto mendapat gelar professor. Setelah tiga tahun bekerja sebagai Direktur Hygiene Institute di Greiffswald, dia meggantikan kawannya Richard Pfeiffer sebagai professor dan kepala Hygiene di Breslau, pada 1926. Pekerjaannya kemudian lebih pada meneliti bakteriologi dan kedokteran preventif.

Sejak itu, Otto Carl Prausnitz dikenal tokoh internasional. Dia sering dilibatkan dalam pertemuan Persatuan Bangsa-Bangsa. Pada 1930, dia mengunjungi Hygiene Institutes di Inggris, Perancis, Polandia, Cekoslovakia, Hunggari dan Yugoslavia. Pada 1931, dia mengunjungi Athena dan Madrid.

Dia sering diundang untuk memberikan kuliah di berbagai Negara. Dia termasuk orang yang mendukung bahwa pencegahan lebih baik dari mengobati, walau dia sendiri tidak tahu bagaimana mencegah penyakit alergi.

Otto dianugerahi mendali emas oleh Koch Institute pada 1958. Dia berkata tidak akan kembali ke Jerman. Tapi, pada 1960 dia kembali ke Hamburg untuk mendapatkan gelar doktor kehormatan.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.