Menatalaksana Polip Nasi3 | ethicaldigest

Menatalaksana Polip Nasi3

Pengobatan Medis

Steroid oral dan topikal diberikan pada pengobatan pertama pada nasal polip. Antihistamin, dekongestan dan sodium cromolyn memberi sedikit keuntungan. Imunoterapi mungkin dapat berguna untuk pengobatan rhinitis alergi, tapi bila digunakan sendirian tak dapat berguna pada polip yang telah ada. Pemberian antibiotik bila terjadi superimposed infeksi bakteri.

Kortikosteroid adalah pengobatan pilihan, secara topikal mau pun sistemik. Injeksi langsung pada polip tidak dibenarkan oleh Food and Drug Administration, karena dilaporkan terdapat 3 pasien kehilangan penglihatan unilateral setelah injeksi intranasal langsung dengan kenalog. Keamanan mungkin tergantung pada ukuran spesifik partikel. Berat molekuler yang besar seperti Aristocort, lebih aman dan sepertinya sedikit yang dipindahkan ke area intrakranial. Hindari injeksi langsung ke pembuluh darah.

Steroid oral paling efektif pada pengobatan medis, untuk nasal polipoid. Pada dewasa banyak yang menggunakan prednison (30-60mg) selama 4-7 hari, dan diturunkan selama 1-3 minggu. Variasi dosis pada anak-anak;  maksimum biasanya 1mg/kb/hari selama 5-7 hari, diturunkan selama 1-3 minggu.

Respon dengan kortikosteroid tergambar dari ada atau tidaknya eosinofilia. Jadi, pasien dengan polip dan rhinitis alergi atau asma seharusnya respon dengan pengobatan ini.

  • Pasien dengan polip yang sedikit eosinofil, mungkin tidak respon terhadap steroids. Penggunaan steroid oral jangka panjang tidak direkomendasikan karena efek sampingnya yang merugikan (seperti gangguan pertumbuhan, Diabetes Melitus, hipertensi, gangguan psikis, gangguan pencernaan, katarak, glukoma, osteoporosis).
  • Pemberian topikal kortikosteroid diberikan secara umum, karena lebih sedikit efek yang merugikan dibanding pemberian sistemik, karena bioavaibilitasnya yang terbatas. Pemberian jangka panjang khususnya dosis tinggi dan kombinasi dengan kortikosteroid inhalasi, terdapat resiko penekanan hipotalamus – pituari - adrenal aksis, pembentukan katarak, gangguan pertumbuhan, perdarahan hidung, dan pada jarang kasus terjadi perforasi septum.

Pembedahan dilakukan jika:

  • Polip menghalangi saluran nafas.
  • Polip menghalangi drainase dari sinus, sehingga sering terjadi infeksi sinus.
  • Polip berhubungan dengan tumor.
  • Pada anak-anak dengan multipel polip atau kronik rhinosinusitis, yang gagal pengobatan  maksimum dengan obat- obatan.
  • Tindakan pengangkatan polip atau polipektomi, dapat dilakukan  menggunakan senar polip dengan anestesi local. Ini untuk polip yang besar tetapi belum memadati rongga hidung.

Polipektomi sederhana cukup efektif untuk memperbaiki gejala pada hidung, khususnya pada kasus polip yang tersembunyi atau polip yang sedikit. Bedah sinus endoskopik (Endoscopic Sinus Surgery) merupakan teknik yang lebih baik yang tidak hanya membuang polip, tapi juga membuka celah di meatus media, yang merupakan tempat asal polip tersering, sehingga membantu mengurangi angka kekambuhan. Surgical micro debridement merupakan prosedur yang lebih aman dan cepat. Pemotongan jaringan lebih akurat dan mengurangi perdarahan dengan visualisasi yang lebih baik.

Prognosis

Polip nasi dapat muncul kembali selama iritasi alergi masih berlanjut. Rekurensi dari polip umumnya terjadi bila ada polip yang multipel.  Polip tunggal yang besar seperti polip antral-koanal jarang terjadi relaps.

Polip hidung sering tumbuh kembali, karena itu pengobatannya perlu ditujukan kepada penyebabnya, misalnya alergi. Terapi paling ideal pada rinitis alergi, adalah menghindari kontak dengan alergen penyebab dan eliminasi.

Secara medikamentosa, dapat diberikan antihistamin dengan atau tanpa dekongestan yang berbentuk tetes hidung, yang bisa mengandung kortikosteroid atau tidak. Untuk alergi inhalan dengan gejala yang berat dan sudah berlangsung lama, dapat dilakukan imunoterapi dengan cara desensitisasi dan hiposensitisasi. Ini menjadi pilihan, bila pengobatan cara lain tidak memberikan hasil yang memuaskan.

BACA JUGA MENATALAKSANA POLIP NASI2

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.