Menatalaksana Polip Nasi2 | ethicaldigest

Menatalaksana Polip Nasi2

Diagnosis

Anamnesa

Pada anamnesa kasus polip, keluhan utama biasanya berupa hidung tersumbat. Sumbatan ini menetap, tidak hilang dan semakin lama semakin berat. Pasien sering mengeluhkan terasa ada massa di dalam hidung dan sukar membuang ingus. Gejala lain adalah gangguan penciuman. Gejala sekunder dapat terjadi bila sudah disertai kelainan organ di dekatnya berupa: adanya post nasal drip, sakit kepala, nyeri muka, suara nasal (bindeng), telinga terasa penuh, mendengkur, gangguan tidur dan penurunan kualitas hidup. Selain itu, harus ditanyakan riwayat rhinitis alergi, asma, intoleransi terhadap aspirin dan alergi obat serta makanan.

Pemeriksaan Fisik

Inspeksi

Polip yang masif sering sudah menyebabkan deformitas hidung luar. Dapat dijumpai pelebaran kavum nasi terutama polip yang berasal dari sel-sel etmoid.

Rinoskopi Anterior

Memperlihatkan massa translusen pada rongga hidung. Deformitas septum membuat pemeriksaan menjadi lebih sulit. Tampak sekret mukus dan polip multipel atau soliter. Polip kadang perlu dibedakan dengan konka nasi inferior,  dengan cara memasukkan kapas yang dibasahi dengan larutan efedrin 1% (vasokonstriktor), konka nasi yang berisi banyak pembuluh darah akan mengecil, sedangkan polip tidak mengecil. Polip dapat diobservasi berasal dari daerah sinus etmoidalis, ostium sinus maksilaris atau dari septum.

Rinoskopi Posterior

Kadang-kadang dapat dijumpai polip koanal. Sekret mukopurulen ada kalanya berasal dari daerah etmoid atau rongga hidung bagian superior, yang menandakan adanya rinosinusitis.

Naso endoskopi

Adanya fasilitas nasoendoskopi akan sangat membantu diagnosis kasus baru. Polip stadium awal tidak terlihat pada pemeriksaan rhinoskopi anterior tetapi tampak dengan pemeriksaan nasoendoskopi. Pada kasus polip koanal, juga sering dapat terlihat tangkai polip yang berasal dari ostium assesorius sinus maksila.

Pemeriksaan Radiologi

Foto polos sinus paranasal (posisi waters, lateral, Caldwell dan AP), dapat memperlihatkan penebalan mukosa dan adanya batas udara cairan di dalam sinus. Tapi sebenarnya kurang bermanfaat pada kasus polip nasi, karena dapat memberi kesan positif palsu atau negative palsu dan tidak dapat memberi informasi mengenai keadaan dinding lateral hidung dan variasi anatomis di daerah kompleks osteomeatal. Pemeriksaan tomografi computer sangat bermanfaat untuk melihat dengan jelas keadaan di hidung dan sinus paranasal apakah ada proses radang, kelainan anatomi, polip atau sumbatan pada kompleks osteomeatal.

Terutama pada kasus polip yang gagal diobati dengan terapi medikamentosa, jika ada komplikasi dari sinusitis dan pada perencanaan tindakan bedah terutamabedah endoskopi. Biasanya, untuk tujuan penapisan dipakai potongan koronal, sedangkan polip yang rekuren diperlukan potongan aksial.

Tes alergi

Evaluasi alergi sebaiknya dipertimbangkan pada pasien dengan riwayat alergi lingkungan, atau riwayat alergi pada keluarganya.

Laboratorium

Ini untuk membedakan sinusitis alergi atau non alergi. Pada sinusitis alergi, ditemukan eosinofil pada swab hidung, sedang pada non alergi ditemukan neutrofil yang menandakan adanya sinusitis kronis.

Penatalaksanaan

Polip nasi sangat mengganggu pada kebanyakan pasien. Penyakit ini sering berulang dan memerlukan pengobatan lama, sampai bertahun-tahun. Pengobatan bertujuan untuk mengurangi besarnya atau menghilangkan polip, agar aliran udara hidung menjadi lapang dan penderita dapat bernafas dengan baik. Selanjutnya gejala-gejala rinitis dapat dihilangkan, dan fungsi penciuman kembali normal.

Terdapat beberapa pilihan pengobatan untuk polip nasi, mulai dari pemberian obat-obatan, pembedahan konvensional sederhana  menggunakan snare polip, sampai bedah endoskopi yang memakai alat lebih lengkap. Walau pun demikian, angka kekambuhan masih tetap tinggi sehingga memerlukan sejumlah operasi ulang.

BACA JUGA MENATALAKSANA POLIP NASI1

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.