Menatalaksana Polip Nasi1 | ethicaldigest

Menatalaksana Polip Nasi1

Polip nasi merupakan salah satu penyakit yang cukup sering ditemukan di bagian THT. Keluhan pasien berupa sumbatan pada hidung, yang makin lama semakin berat. Pasien juga mengeluhkan adanya gangguan penciuman dan sakit kepala. Polip nasi adalah masa polipoidal, biasanya berasal dari membran mukosa dari hidung dan sinus paranasal. Polip tumbuh melebihi mukosa, dan sering disebabkan rhinitis alergi.

Polip nasi muncul seperti anggur pada rongga hidung bagian atas, yang  berasal dari dalam kompleks ostiomeatal. Polip nasi terdiri dari jaringan ikat longgar, edema, sel-sel inflamasi dan beberapa kelenjar dan kapiler dan ditutupi dengan berbagai jenis epitel, terutama epitel pernafasan pseudostratified dengan silia dan sel goblet.

Prevalensi polip nasi bervariasi antara 0,2-4,3%. Polip nasi dapat mengenai semua ras dan frekuensinya meningkat sesuai usia; biasanya terjadi pada rentang usia 30 - 60 tahun. Kondisi ini dua sampai empat kali lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.

Prevalensi polip nasi dilaporkan 1-2% pada orang dewasa di Eropa dan 4,3% di Finlandia, dengan perbandingan pria wanita 4:1. Di Amerika Serikat diperkirakan 0,3% penduduk dewasanya menderita  polip nasi, sedangkan di Inggris lebih tinggi lagi, yaitu sekitar 0,2-3%.

Prevalensi alergi pada pasien polip nasi dilaporkan bervariasi antara 10-64%. Kern dan kawan-kawan menemukan angka kejadian polip nasi pada pasien dengan alergi sebesar 25,6%, dibandingkan dengan kontrol sebesar 3,9%. Sementara, Settipane dan Chaffe melaporkan 55% dari 211 pasien polip nasi memiliki tes kulit positif. Keith dan kawan-kawan melaporkan 52% dari 87 pasien memiliki tes kulit positif.

Berbeda dengan penelitian di atas, yang menunjukkan bahwa alergi lebih sering terdapat pada pasien polip nasi, beberapa penelitian menunjukkan hasil yang berbeda. Penelitian Grigoreas dan kawan dari Yunani, menemukan polip nasi lebih banyak ditemukan pada pasien non alrergi dibandingkan dengan pasien alergi (10,8% vs 2,1%). Pada penelitian ini, 37,5% dari 160 pasien polip nasi memiliki tes kulit positif.

Banyak teori yang menyatakan bahwa polip merupakan manifestasi utama dari inflamasi kronis. Karena itu, kondisi yang menyebabkan inflamasi kronis dapat menyebabkan polip nasi. Beberapa kondisi yang berhubungan dengan polip nasi, antara lain alergi dan non alergi, sinusitis alergi jamur, intoleransi aspirin, asma, sindrom Churg-Strauss (demam, asma, vaskulitis eosinofilik, granuloma), fibrosis kistik, Primary ciliary dyskinesia, Kartagener syndrome (rinosinusitis kronis, bronkiektasis, situs inversus), dan Young syndrome (sinopulmonary disease, azoospermia, polip nasi).

Beberapa mekanisme lain terbentuknya polip nasi, juga telah dikemukakan. Antara lain ketidakseimbangan vasomotor, gas NO, superantigen, gangguan transportasi ion transepitel, gangguan polisakarida, dan ruptur epitel.

Patogenesis polip nasi masih belum diketahui. Perkembangan polip  dihubungkan dengan inflamasi kronik, disfungsi sistem saraf autonom dan predisposisi genetik. Berbagai keadaan dihubungkan dengan polip nasi, yang dibagi menjadi rHinosinusitis kronik dengan polip nasi eosinofilik dan rHinosinuritis kronik dengan polip nasi non eosinofilik, biasanya neutrofilik.

Penelitian akhir-akhir ini menYatakan bahwa polip berasal dari adanya epitel mukosa yang rupture oleh karena trauma, infeksi dan alergi yang menyebabkan edema mukosa, sehingga jaringan menjadi prolaps. Fenomena Bernoulli menyatakan bahwa udara yang mengalir melalui tempat yang sempit, mengakibatkan tekanan negatif pada daerah sekitarnya. Jaringan yang lemah akan terisap oleh tekanan negative, mengakibatkan edema mukosa dan pembentukan polip. Fenomena ini menjelaskan, mengapa polip kebanyakan berasal dari area yang sempit di kompleks ostiomeatal di meatus media. Walau pun demikian polip dapat timbul dari tiap bagian mukosa hidung atau sinus paranasi, dan sering bilateral atau multiple.

Gejala dan Tanda

Gejala utama polip nasi adalah sumbatan pada hidung secara terus menerus. Pasien juga mengeluh keluar ingus encer dan post nasi drip. Anosmia dan hiposmia juga menjadi ciri dari polip nasi. Sakit kepala jarang terjadi. Pada pemeriksaan rinoskopi anterior dan posterior, dapat dijumpai massa polipoid, licin, berwarna pucat keabu-abuan yang kebanyakan berasal dari meatus media dan prolaps ke kavum nasi. Polip nasi tidak sensitif terhadap palpasi dan tidak mudah berdarah.

Pemeriksaan nasoendoskopi memberi visualisasi yang baik, terutama pada polip yang kecil di meatus media. Penelitian Stamberger pada 200 pasien polip nasi, yang melakukan operasi sinus endoskopik fungsional, menemukan adanya polip sebanyak 80% di mukosa meatus media, processus uncinatus dan infundibulum.

Stadium polip berdasar pemeriksaan nasoendoskopi menurut Mackay dan Lund, dibagi menjadi stadium 0: tanpa polip, stadium 1: polip terbatas di meatus media, stadium 2: polip di bawah meatus media, stadium 3: polip masif (Assanasen 2001). Polip nasi hampir semuanya bilateral dan bila unilateral membutuhkan pemeriksaan histopatologi, untuk menyingkirkan keganasan atau kondisi lain seperti papiloma inverted.

Pada pemeriksaan histopatologi, polip nasi ditandai dengan epitel kolumnar bersilia, penebalan dasar membran, stoma edematous tanpa vaskularisasi dan adanya infiltrasi sel plasma dan eosinofil. Eosinofil dijumpai sebanyak 85% pada polip dan sisanya merupakan neutrofil.

Berdasarkan penemuan histopatologi, Hellquist HB mengklassifikasi polip nasi menjadi 4 tipe, yaitu: (I) Eosinophilic edematous type (stroma edematous dengan eosinofil yang banyak), (II) Chronic inflammatory or fibrotic type(mengandung banyak sel inflamasi terutama limfosit dan neutrofil dengan sedikit eosinofil), (III) Seromucinous gland type(tipe I+hiperplasia kelenjar seromucous), (IV) Atypical stromal type.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.