James Marion Sims | ethicaldigest

James Marion Sims

James Marion Sims, seorang pionir dalam bidang ginekologi di Amerika Serikat, lahir pada 25 Januari 1813.. Dia diingat atas temuannya vaginal speculum, pendekatan operasi untuk vesico-vaginal fistula, dan posisi lithotomy, yang disebut Sim’s position.

Ayah James Marion Sim keturunan  Inggris, ibunya berdarah Skotlandia /Irlandia. Sims menjalani pendidikan kedokteran di Charleston Medical School pada 1833, dan dari tahun 1834 dia belajar di Jefferson Medical College di Philadelphia dan lulus pada 1835. Dia kembali ke Lancaster pada 1836 untuk menikah dengan Marry Theresa Jones, putri Dr. Barlett Jones yang telah menjadi pujaan hatinya sejak kuliah di South Carolina College di Columbia. Mereka kemudian kembali ke Alabama. Pada 1845, Marion Sims mendirikan rumah sakit untuk wanita. Lima tahun kemudian, dia menetap di ibukota Alabama, Montgomery, sampai dengan 1853. Kemudian  pindah ke New York, di mana dia menghabiskan sisa hidupnya.

Pada 1846, dia membangun sebuah klinis ginekologi pribadi di Montgomery. Suatu ketika, Sims dipanggil untuk mengobati seorang wanita yang mengalami retroversi uterus akibat jatuh dari kuda. Sims mengamati, pemeriksaan dan pengobatan dapat lebih mudah jika dilakukan dengan posisi lateral.

Di Montgomery, Alabama, Sims mengobati wanita budak -- Anarcha, Betsy dan Lucy – semuanya menderita masalah fistula. Dengan melakukan operasi pada mereka, Sims mengembangkan teknik baru untuk memperbaiki kondisi tersebut. Dia melakukan operasi pada mereka dari 1845 sampai 1849. Dia melakukan operasi pada salah satu dari mereka sampai 30 kali. Setelah penelitian yang ekstensif, Sims akhirnya menyempurkan tekniknya dan dapat memperbaiki fistula.

Penelitian ini merupakan awal dari operasi vagina modern. Sims mengembangkan berbagai alat bantu, termasuk spekulum berbentuk kurva untuk memudahkan melihat ke dalam vagina. Dia juga menemukan posisi pemeriksan, di mana pasien berbaring pada sisi kiri dengan lutut kanan ditekuk menyentuh perut dan lutut kiri sedikit ditekuk. Posisi ini dinamai Sim's position. Dia sangat menjaga kebersihan. Tekniknya menggunakan benang kawat perak, berhasil memperbaiki fistula, dan ini dilaporkan pada 1852.

Prosedur Sims sangat berhasil, sehingga prosedur ini banyak diadopsi di seluruh dunia. Pada  1849, dia melaporkan kasus pertama yang dapat sembuh total. Setelah mendemontrasikan proses operasinya di hadapan para ahli bedah di New York, dia membangun rumah sakit pertama untuk wanita yang secara spesifik melakukan operasi ginekologi. Di New York, dia juga bertujuan membangun sebuah rumah sakit ginekologi, dan pada 1855 dia membuka suatu rumah sakit sementara. Akhirnya, di tahun 1866, rumah sakit wanita untuk negara bagian New York dibuka. Rumah sakit ini dibangun berdasarkan konsep pavilion.

Pada 1861, dia melakukan perjalanan ke Eropa, mendemontrasikan metode operasinya di Edinburgh, London, Paris, Brussels dan Dublin. Dari sini, dia mendapatkan beberapa penghargaan.

Sim mengunjungi beberapa rumah skait terkemuka di dunia. Dia sangat tertarik, bagaimana gedung-gedung tersebut didisain. Sims tinggal untuk beberapa lama di Paris, dan pada 1868 dia kembali ke Amerika tanpa keluarganya. Pada 1870, dia pergi ke Perancis sekali lagi, dan selama perang Perancis dan Rusia, dia bergabung dengan tim bedah Anglo American Ambulance Corps. Dia tetap berada dalam situasi peperangan, sampai satu bulan setelah pertempuran di Sudan.

J. Marion Sims terus menjalankan praktik sebagai ahli bedah sampai kematiannya pada 1883. Dalam beberapa minggu setelah kematiannya, ada usulan membuat patung untuk mengingatnya. Kepopuleran Dr. Sims menyebar begitu luas, sehingga dibentuk kepanitian untuk membuat patung tersebut. Patung Sims adalah patung pertama yang pernah dibuat di Amerika Serikat, untuk menghormati seorang dokter dan masih tetap berdiri hingga saat ini di Bryant Park di New York City. Patung ini dibuat pada 1894.

Meski mendapat berbagai kehormatan, Sims bukanlah figure tanpa kontroversi. Dikabarkan, ada yang menyaksikan kalau dia melakukan operasi pada seorang budak asal Afrika tanpa anastesi, hanya untuk memperbaiki teknik ginekologinya.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.