Intervensi Koroner Perkutan Primer2 | ethicaldigest

Intervensi Koroner Perkutan Primer2

Door to balloon time

Tindakan reperfusi (mekanik atau farmakologik), diindikasikan pada pasien dengan nyeri dada infark dengan durasi kurang atau sama dengan 12 jam, pada pasien dengan elevasi segmen ST lebih dari 0,1 mV di dua atau lebih lead yang berdekatan, atau Left Bundle Branch Block (LBBB) baru dan diduga baru. Kandidat reperfusi harus diidentifikasi oleh dokter gawat darurat atau oleh petugas emergency, untuk menghemat waktu.

Harapan hidup pasien infark miokard dengan elevasi segment ST, tergantung dari reperfusi yang cepat komplit dan terus menerus pada pembuluh darah yang tersumbat. Keterlambatan door to needle atau door to balloon, tiap 30 menit akan meningkatkan risiko relative 1 tahun sebanyak 7,5%, sehingga segala usaha harus dilakukan untuk mempercepat reperfusi.

Data dari National Registry of Myocardial Infarction menyebutkan, jika door to balloon time kurang dari 90 menit, maka angka kematian di rumah sakit sekitar 3%, meningkat menjadi 4,2%, 5,7% dan 7,.4% jika terjadi keterlambatan 91-150 menit. Tiap 15 menit pengurangan door to balloon time, dari 150 menit menjadi kurang dari 90 menit akan mengurangi 6,3 kematian per 1000 pasien.

Kendati IKPP merupakan tindakan pilihan, terdapat beberapa kendala, seperti rumah sakit yang memiliki fasilitas kamar kateterisasi masih sangat terbatas. Selain itu, lambatnya transfer dari rumah sakit lain dan transportasi, juga merupakan hambatan. Masing-masing tempat harus mempunyai strategi khusus untuk mengidentifikasi dini pasien infark miokard dengan ST elevasi, dan mempersingkat waktu antara symptom - reperfusi.

Sebagai contoh, di Kanada dan Eropa barat di mana sistim ambulance berjalan dengan sangat baik, pertolongan pasien secara lebih baik dapat dicapai. Bahkan door to balloon di Kanada waktu yang kurang dari 90 menit sebanyak 80%.

Keterlambatan IKPP juga dilaporkan jika dilakukan saat akhir minggu (week end), atau waktu di luar jam kerja (off hour). Angka kematian IKPP yang dikerjakan pada rumah sakit yang tinggi bebannya, juga menunjukan angka kematian yang lebih rendah. Jika pasien datang ke tempat yang tidak mempunyai fasilitas intervensi, direkomendasikan untuk segera mengirim pasiennya. Pada pasien tertentu, IKPP tetap menjadi pilihan walau pun waktu antara kontak medis pertama dengan procedure door to balloon time lebih dari 90 menit. Yaitu pada pasien yang mempunyai kontra indikasi fibrinolitik, berisiko tinggi untuk fibrinolitik, pasien dengan risiko tinggi (takikardi, hipotensi, atau kongesti paru) dan pasien dengan syok kardiogenik.

IKPP terus mengalami perkembangan, dari yang hanya pemakaian balon saja, kemudian muncul teknik baru berupa terapi tambahan dengan pemasangan stent, drug eluting stent, teknik direct stenting, trombobectomy dan distal protection device. Yang terbaru adalah stent, yang bisa menjadi pembuluh darah biasa sehingga pembuluh darah yang dipasang, dapat tetap melakukan vasodilatasi dan vasokontriksi setelah pemasangan kurang lebih 2 tahun.

Sejarah IKPP

Sekitar tahun 1960, pengobatan untuk kasus miokard infark adalah melalui intensive coronary care unit (ICCU). Di sini, pasien dirawat secara lebih intensive dan dilakukan monitor secara terus menerus. Selanjutnya, sekitar tahun 1970 mulai digunakan obat trombolitik pada infark miokard, dan angka kematian dapat diturunkan hingga 8%.

Terobosan selanjutnya adalah tindakan revaskularisasi primer dengan balloon dan stent dan alat lain, pada penderita invark miokard. Tindakan ini dapat menurunkan angka kematian sampai kurang dari 2%. Keamanan dan manfaat angiografi koroner pada jam-jam pertama infark miokard, telah dilaporkan lebih dari 30 tahun yang lalu. Di samping angiografi koroner sebagi pembuka jalan dalam tindakan angioplasty, angiografi sendiri menawarkasn keuntungan pada permulaan infark.

Anatomi pembuluh koroner dapat diketahui dengan pasti, dari pemeriksaan angiografi untuk menetukan apakah pasien termasuk risiko rendah dan tidak perlu dirawat terlalu lama. Atau, pasien mungkin memang calon untuk tindakan angioplasty primer atau bedah pintas kerena kelainan di left main, atau penyempitan di 3 pembuluh utama.

BACA INTERVENSI KORONER PERKUTAN PRIMER1

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.