Hubungan asam urat dan hipertensi | ethicaldigest

Hubungan asam urat dan hipertensi

Berbagai penelitian menemukan, frekuensi hipertensi meningkat bersama dengan meningkatnya kadar asam urat. “Hubungan antara asam urat dan tekanan darah sistolik pada pasien normal dan pasien hipertensi primer, bersifat berkelanjutan dan kuat,” kata Prof. dr. Suhardjono, Sp.PD-KGH dari Divisi Nefrologi dan Hipertensi, Departemen Ilmu penyakit Dalam, FK Universitas Indonesia pada pertemuan tahunan InaSH 2014.

Yang menarik, hubungan hiperurisemia dengan hipertensi adalah sebagai penyebab dan akibat. Asam urat dapat menyebabkan hipertensi, melalui perannya pada disfungsi endotel dan proliferasi sel otot halus vaskuler. Di sisi lain, hipertensi dapat menyebabkan peningkatan asam urat melalui beberapa mekanisme.

Hiperurisemia menyebabkan Hipertensi

Hiperurisemia telah lama dihubungkan dengan penyakit kardiovaskuler dan sering dijumpai pada penderita hipertensi, penyakit ginjal dan sindrom metabolik. Pada tahun 1800-an, Sir Alfred Garrod membuktikan bahwa gout berhubungan dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah. Tidak lama kemudian, Frederick Akbar Mohamed, orang yang pertama kali meneliti tentang hipertensi esensial, menyebutkan bahwa hipertensi sering berhubungan dengan gout.

Peneliti lain seperti Alexander Haig dan Nathan Smith Davis, juga meneliti hubungan hipertensi dengan hiperurisemia. Bahkan pada tahun 1897, dalam surat presidensialnya kepada American Medical Association, ia menulis bahwa tekanan darah arteri yang tinggi pada gout disebabkan oleh asam urat atau substansi toksik lainnya dalam darah, yang meningkatkan tonus pembuluh darah arteriol ginjal (Heinig and Johnson, 2006; Feig et al., 2008).

Selanjutnya, banyak penelitian mengenai hiperurisemia baik pada hewan coba mau pun manusia. Dari penelitian-penelitian tersebut diketahui beberapa bukti, yang menunjukkan bahwa hiperurisemia memang berhubungan dengan hipertensi (tabel 1)

Tabel 1.

Bukti Hubungan antara Kadar Asam Urat dan Hipertensi (Feig et al, 2008)

  1. Kadar asam urat yang terus menerus tinggi, merupakan prediktor perkembangan hipertensi.
  2. Peningkatan kadar asam urat ditemukan pada 25-60% pasien hipertensi esensial yang tidak diterapi dan pada 90% pasien dewasa dengan hipertensi onset baru
  3. Peningkatan kadar asam urat pada tikus, menyebabkan hipertensi dengan karakteristik klinis, hemodinamik dan histologi seperti hipertensi.
  4. Penurunan kadar asam urat dengan inhibitor xantin oksidase, menurunkan tekanan darah pasien dewasa dengan hipertensi onset.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.