Gambaran Klinis DA | ethicaldigest

Gambaran Klinis DA

Ada 3 fase klinis DA, yaitu DA infantil (2 bulan sampai 2 tahun), DA anak (2 sampai 10 tahun) dan DA pada remaja dan dewasa.

  • DA infantil (2 bulan – 2 tahun)

DA paling sering muncul pada tahun pertama kehidupan, yaitu pada bulan kedua. Lesi mula-mula tampak di wajah (dahi-pipi) berupa eritema, papul-vesikel pecah karena garukan sehingga lesi menjadi eksudatif dan akhirnya terbentuk krusta (akumulasi eksudat serosa (mirip serum) atau seropurulen (pus) yang mengering di kulit). Lesi selanjutnya bisa meluas ke kepala, leher, pergelangan tangan dan tungkai. Bila anak mulai merangkak, lesi bisa ditemukan di daerah ekstensor ekstremitas. Sebagian besar penderita sembuh setelah 2 tahun dan sebagian lagi berlanjut ke fase anak.

  • DA pada anak (2 – 10 tahun)

Dapat merupakan lanjutan bentuk DA infantile, atau timbul sendiri (de novo). Lokasi lesi di lipatan siku/lutut, bagian  fleksor pergelangan tangan, kelopak mata dan leher. Ruam berupa papul likenifikasi, sedikit skuama, erosi, hiperkeratosis dan mungkin infeksi sekunder. DA berat yang luasnya lebih dari 50% dari permukaan tubuh, dapat mengganggu pertumbuhan.

  • DA pada remaja dan dewasa

Lokasi lesi pada remaja umumnya berada di lipatan siku/lutut, samping leher, dahi, atau di sekitar mata. Pada dewasa, distribusi lesi kurang menunjukkan karakteristik tertentu, sering mengenai tangan dan pergelangan tangan, dapat pula di lokasi setempat misalnya pada bibir (kering, pecah, bersisik), vulva, puting susu atau skalp. Kadang-kadang lesi meluas dan paling parah di daerah lipatan, mengalami likenifikasi. Lesi kering, agak menimbul, papul datar cenderung berkonfluens menjadi plak likenifikasi dan sedikit skuama. Bisa didapati ekskoriasi dan eksudasi akibat garukan, dan akhirnya menjadi hiperpigmentasi.

Pruritus adalah gejala subjektif yang paling dominan, utamanya dirasakan penderita pada malam hari. “Sampai saat ini, mekanisme yang mendasari timbulnya pruritus masih belum jelas. Dimana histamin yang keluar akibat degranulasi sel mas bukanlah satu-satunya penyebab pruritus” jelasnya.

Peradangan sel, ambang rasa gatal yang rendah akibat kekeringan kulit, perubahan kelembaban udara, keringat berlebihan, bahan iritan konsentrasi rendah serta stress, di perkirakan juga berkaitan dengan timbulnya pruritus.

Umumnya DA pada remaja dan dewasa berlangsung lama, cenderung membaik setelah usia 30 tahun dan jarang sampai usia pertengahan. Namun ada sebagian kecil yang sampai tua. Berbagai kelainan kulit dapat menyertai DA (termasuk dalam kriteria minor).

Diagnosis

Berbagai kriteria diagnosis untuk DA telah disusun oleh para ahli. Seperti yang dilakukan Hanifin dan Rajka tahun 1980-an, yang selanjutnya diperbaharui oleh kelompok kerja Inggris yang dikoordinir oleh William tahun 1994. Diagnosis DA ditegakkan bila mempunyai minimal 3 kriteria mayor dan 3 kriteria minor, yang meliputi:

  • Kriteria Mayor
  • Pruritus
  • Dermatitis di wajah atau ekstensor untuk bayi dan anak
  • Dermatitis di fleksura pada dewasa
  • Dermatitis kronis atau residif
  • Riwayat atopi pada penderita atau keluarganya
  • Kriteria Minor
  • Xerosis
  • Infeksi kulit (khususnya oleh S. aureus dan virus H. simpleks)
  • Dermatitis non spesifik pada tangan dan kaki
  • Iktiosis / hiperlinearis palmaris / keratosis pilaris
  • Pitiriasis alba
  • Dermatitis di papila mame
  • White dermatografism dan delayed blanched response
  • Keilitis
  • Lipatan infra orbital Dennie – Morgan
  • Konjungtivitis berulang
  • Keratokonus
  • Katarak subkapsular anterior
  • Orbita menjadi gelap
  • Muka pucat dan eritema
  • Gatal bila berkeringat
  • Intolerans perifolikular
  • Hipersensitif terhadap makanan
  • Perjalanan penyakit dipengaruhi oleh faktor lingkungan atau emosi
  • Tes alergi kulit tipe dadakan positif
  • Kadar IgE dalam serum meningkat
  • Awitan pada usia dini

Diagnosis banding untuk DA meliputi: dermatitis seboroik, dermatitis kontak, dermatitis numularis, skabies, iktiosis, psoriasis dermatitis herpetiformis, sindrom Sezary dan penyakit Letterer-Siwe. Semantara pada bayi meliputi sindrom Wiskott-Aldrich dan syndrome hyper IgE.

DERMATITIS ATOPIK ANAK

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.