Dorothy Hansine Andersen | ethicaldigest

Dorothy Hansine Andersen

Dorothy Andersen adalah peneliti pertama yang mengenali gangguan, yang dikenal sebagai fibrosis kistik. Dia mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk melakukan penelitian lebih jauh terhadap penyakit ini, serta untuk mempelajari cacat jantung bawaan. Selama Perang Dunia II, Anderson diminta untuk mengembangkan program pelatihan embriologi dan anatomi jantung, untuk ahli bedah yang mempelajari teknik operasi jantung terbuka.

Dorothy Hansine Andersen lahir tanggal 15 Mei 1901, di Asheville, North Carolina. Dia anak satu-satunya dari pasangan Hans Peter Andersen dan Mary Louise Mason. Hans Peter Andersen adalah penduduk asli Denmark dan dipekerjakan oleh Young Men’s Christian Association (YMCA) di Asheville. Andersen dipaksa untuk membiayai pendidikannya sendiri sejak usia muda. Ayahnya meninggal saat dia berusia tiga belas tahun, meninggalkan seorang istri catat yang menggantungkan diri pada perawatan putrinya. Mereka pindah ke Saint Johnsbury, Vermont, di mana Mary Andersen meninggal tahun 1920.

Andersen sempat mengenyam pendidikan di Saint Johnsbury Academy dan Mountain Holyoke College, sebelum mendaftar di Johns Hopkins School of Medicine, dan ia kemudian menerima gelar MD pada tahun 1926. Saat masih menjadi mahasiswa kedokteran, Andersen menerbitkan dua makalah ilmiah yang berhubungan dengan sistem reproduksi babi betina, dalam jurnal bergengsi Contribution to Embriology.

Setelah lulus dari Johns Hopkins, Andersen mengajar selama 1 tahun di Rochester School of Medicine. Dia kemudian magang di Memorial Hospital Kuat di Rochester, New York. Untuk mahasiswa kedokteran, program magang biasanya diikuti residensi dan kemudian diberi sertifikasi sebagai dokter. Namun, Andersen tidak dapat menemukan rumah sakit untuk dia menjalani residensi di bidang bedah, atau bekerja sebagai pathologis. Itu karena dia seorang wanita.

Karena tidak mendapat tempat untuk berpraktik, Andersen memutuskan  menjadi peneliti. Dia menerima pekerjaan sebagai asisten peneliti di Departemen Patologi Columbia University's College of Physicians and Surgeons. Di sini, dia mulai menjalani program doktoral di bidang endokrinologi. Dia menyelesaikan program tersebut pada tahun 1935 dan diberi gelar dokter ilmu kedokteran oleh Columbia University.

Dari 1930-1935,  Andersen menjabat sebagai instruktur patologi di Columbia Medical School. Ia kemudian menerima penunjukan sebagai ahli patologi di RS Anak Columbia-Presbyterian Medical Center di Kota New York, di mana ia tinggal selama lebih dari dua puluh tahun. Dia kemudian menjadi kepala departemen patologi pada tahun 1952.

Minat penelitian Andersen dibagi menjadi dua kategori utama. Yang pertama, dia banyak meneliti masalah jantung kongenital yang memakan waktu lama, berdasarkan pemeriksaan balita yang meninggal karena masalah jantung. Dia mulai meneliti masalah ini pada tahun-tahun pertamanya di Rumah Sakit Anak dan mempublikasikan hasil temuannya di akhir 1950-an. Pengalaman Andersen dengan masalah jantung berguna selama Perang Dunia II, ketika ia diminta untuk mengajar dokter yang ingin belajar bagaimana melakukan operasi jantung terbuka.

Bidang kedua yang diteliti dan mungkin merupakan penelitian yang membuat Andersen terkenal, adalah penemuan cystic fibrosis pada 1935. Temuan ini dihasilkan saat melakukan otopsi pada seorang anak yang  meninggal karena penyakit celiac, suatu gangguan nutrisi. Akhirnya disadari bahwa ia telah menemukan penyakit yang belum pernah dijelaskan dalam literatur medis, yang ia namai cystic fibrosis.

Cystic fibrosis adalah suatu penyakit bawaan dari kelenjar lendir dan enzim pankreas, yang menyebabkan abnormalitas pada saluran cerna dan kesulitan bernafas. Kondisi ini diyakini diderita oleh satu dari 1500 orang. Selama 26 tahun ke depan, Andersen berhasil mengembangkan tes diagnostik untuk cystic fibrosis, tapi dia kurang berhasil dalam usahanya untuk mengobati dan menyembuhkan penyakit ini.

Andersen adalah seorang perokok berat. Ia meninggal karena kanker paru-paru di New York City, pada 3 Maret 1963. Di antara penghargaan yang diterima adalah Mead Johnson Award untuk Pediatric Research pada tahun 1938, Borden Award untuk Penelitian Gizi dari American Academy of Pediatrics pada tahun 1948, Elizabeth Blackwell Citation for Women in Medicine dari New York Infirmary pada tahun 1954, dan medali pelayanan dari Columbia-Presbyterian Medical Center.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.