Bukti-Bukti Menghubungkan Hiperurisemia dan Hipertensi | ethicaldigest

Bukti-Bukti Menghubungkan Hiperurisemia dan Hipertensi

Pada tahun 2006, Heinig dan Johnson melakukan studi eksperimental pada tikus untuk mengetahui hubungan hiperurisemia dan hipertensi. Pada studi tersebut, tikus diberi oxonic acid, suatu inhibitor uricase. Ketika uricase dihambat, asam urat tidak dapat diubah menjadi allantoin yang bersifat lebih larut dan dapat diekskresi melalui urin. Ternyata, setelah 3-5 minggu terjadi peningkatan tekanan darah tikus.

Proliferasi otot polos terjadi akibat aktivasi mitogen spesifik oleh asam urat. Walau pun otot polos tidak memiliki reseptor untuk asam urat, asam urat tetap dapat masuk ke dalam sel dengan bantuan organic anion transporter(OAT). Setelah masuk ke dalam sel otot polos, asam urat mengaktifkan protein kinase (Erk 1/2). Selanjutya, Erk 1/2 menginduksi sintesis de novo dari COX-2 dan tromboksan lokal serta mengatur up regulation PDGF A (platelet derived growth factor A). Hasil akhir proses tersebut adalah aktivasi mitogen spesifik, yang menyebabkan proliferasi sel (Johnson et al., 2003).

Asam urat juga menyebabkan akumulasi kristal urat di sekitar plak atherosklerosis yang telah terbentuk. Kristal urat tersebut dapat mengaktifkan komplemen melalui jalur klasik. Aktivasi komplemen mengakibatkan berbagai efek biologis seperti inflamasi, kemotaksis, opsonisasi, dan aktivitas sitolitik.

Asam urat juga akan menstimulasi sintesis MCP-1 (monocyte chemoattractant protein-1) pada otot polos tikus. Caranya adalah dengan mengaktivasi p38 MAP kinase, faktor transkripsi nuklear, NF-KB, dan AP-1. MCP-1 sendiri merupakan kemokin yang berperan penting dalam penyakit vaskular dan atherosclerosis. Akibat dari mekanisme tersebut adalah peningkatan produksi sitokin proinflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6. IL-6 yang juga dikenal sebagai hepatocyte stimulating factormerangsang hepatosit untuk memproduksi HCRP.

HCRP menurunkan produksi NO, dengan cara menghambat enzim nitrit oksidase sintase (eNOS) (Bratawidjaja, 2002; Johnson et al., 2003; Purwanto, 2009). Pada tahun 2003, Johnson et al. juga melakukan percobaan serupa, tetapi dengan menggunakan model tikus yang berbeda. Pada tikus tersebut tidak terjadi desposisi kristal urat di ginjal sehingga fungsi ginjal tetap terjaga.

Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan tekanan darah. Hipertensi yang terjadi berkaitan dengan penurunan produksi NOS1 oleh apparatus juxtaglomerulus. Tikus tersebut juga menderita vaskulopati berat pada arteri interlobularis dan arteriol afferent, akibat peningkatan COX-2 dan renin. Kadar NO yang rendah makin memperparah disfungsi endotel yang terjadi (Johnson et al., 2003).

Lebih jauh lagi, hiperurisemia menyebabkan perubahan mikrovaskuler pada ginjal, yang mirip dengan gambaran arteriosklerosis pada hipertensi esensial. Lesi vaskuler tersebut menyebabkan iskemia. Selanjutnya, iskemia menyebabkan pelepasan laktat dan peningkatan produksi asam urat. Laktat sendiri bersifat menghambat sekresi asam urat, dengan mengeblok organic anion transporter. Peningkatan produksi asam urat terjadi karena iskemi menyebabkan pemecahan ATP menjadi adenosin dan xathine. Hal tersebut menciptakan suatu ligkaran setan.

Kondisi hiperurisemia meningkatkan aktivitas enzim xathine oksidase. Padahal, enzim ini juga membentuk superoksida, sebagai akibat langsung aktivitasnya. peningkatan jumlah oksidan menyebabkan stress oksidatif yang semakin menurunkan produksi NO, dan memperparah disfungsi endotel yang terjadi.

Lesi pada vaskuler ginjal ini memicu terjadinya salt sensitive hypertensi, yaitu peningkatan tekanan darah yang lebih tinggi pada konsumsi jumlah natrium yang sama. Kondisi ini menetap meski pun hiperurisemia telah dikoreksi dan diberikan diet rendah garam.

BACA PENYEBAB HIPERURISEMIA

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.