Bartolomeo Eustachi | ethicaldigest

Bartolomeo Eustachi

Relatif sedikit yang diketahui tentang kehidupan ahli anatomi terbesar dalam sejarah, Bartolomeo Eustachi. Dia lahir di San Severino, kemungkinan besar di distrik Ancona, tetapi beberapa penulis memperkirakan, ia lahir di San Severino di Calabria. Tahun kelahirannya diduga antara tahun 1500, 1510, 1513 (paling mungkin), 1520, dan bahkan 1524 (mustahil).

Bartolomeo adalah anak dari Mariano Eustachi, seorang dokter terkenal dari keluarga bangsawan, dan Francesca (Benvenuti) Eustachi. Mariano bersikeras menyekolahkan anaknya di bidang humanistic, yang membuat Bartolomeo memiliki pengetahuan mengenai budaya Yunani, Ibrani dan Arab. Ia mampu mengedit satu edisi tulisan Hipokrates Erotian (1566) dan menerjemahkan tulisan Ibnu Sina, langsung dari bahasa arab. Diperkirakan, dia belajar kedokteran di Archiginnsio Della Sapenza (Institut Filsafat) di Roma, tapi tidak diketahui kapan tepatnya. Dia mulai berlatih kedokteran di tanah kelahirannya sekitar tahun 1540.

Bakat Eustachi mendapatkan perhatian Duke of Urbino, yang meminta Eustachi menjadi dokter pribadinya. Kemudian, pada tahun 1547, Eustachi menerima undangan untuk bekerja sebagai dokter untuk saudara Duke, Kardinal Giulio della Rovere, yang diikuti Eustachi hingga ke Roma pada tahun 1549.

Di sana ia menjadi protomedico dan diundang untuk bergabung dengan Fakultas Kedokteran Kolegial Della Sapienza, dengan posisi yang setara dengan profesor anatomi. Jabatan akademik ini diberi izin untuk mendapatkan mayat untuk diseksi dari rumah sakit Santo Spirito dan Consolazione.

Dengan berjalannya waktu, Eustachi menderita karena penyakit gout (asam urat), hingga ia mengundurkan diri dari Sapienza. Namun, ia tetap melayani Kardinal Della Rovere, hingga kematiannya sekitar tahun 1574, dalam perjalan memenuhi panggilan cardinal ke Fossombrone. Dilihat dari apa yang ia tulis dalam karya-karyanya, kemungkinan ia hidup dalam kesederhanaan.

Penelitian-penelitian Bartolomeo Eustachi
Karya pertama Eustachi adalah Ossium Examen dan De Motu Capitis, yang ditulis tahun 1561.Pada 1562 dan 1563 Eustachi menghasilkan serangkaian tulisan luar biasa menenai ginjal, organ pendengaran, sistem vena, dan gigim yang diterbitkan secara hampir bersamaan.

Tulisan mengenai ginjal adalah karya pertama, yang khusus ditulis mengenai organ tersebut. Tulisan ini menampilkan pengetahuan yang terperinci mengenai ginjal, yang menunjukkan bahwa Eustachi memiliki pengetahuan yang sangat dalam tentang organ tersebut, melebihi pendahulunya. Dalam tulisannya ini, ia menjelaskan mengenai kelenjar adrenal (kelenjar suprarenal). Juga untuk pertama kalinya ia menekankan masalah variasi anatomi, yang sebelumnya telah disinggung secara singkat oleh Andreas Vesalius (1514-1564).

Dalam penulisan Opuscula Anatomica, Eustachi melakukan diseksi pada janin dan anak-anak yang baru lahir. Ia juga yang pertama membuat studi tentang gigi secara rinci. Tulisannya berisi deskripsi awal pertumbuhan gigi, serta menjelaskan komposisi dasar dari gigi. Ia lebih lanjut mencoba menjelaskan masalah sensitifitas struktur kasar gigi.

Dalam tulisan berikutnya mengenai organ pendengaran, Ia menjelaskan mengenai tuba (tuba auditiva) yang dinamai dengan namanya. Ia mendeskripsikan struktur telinga, mulai dari otot tensor timpani sampai stapedius. Klaim Eustachi atas penemuan stapes tidak dapat diterima, karena telah disebutkan secara lisan oleh dokter Italia dan ahli anatomi Giovanni Filippo Ingrassia (1510-1580) pada tahun 1546 dan dipublikasikan oleh dokter berkebangsaan Spanyol dan ahli anatomi Pedro Jimeno (Gimeno) tahun 1549 , Louis Collado (Ludovigo Collado) pada tahun 1555 dan ahli anatomi Italia Gabriello Falloppio (1523-1562) tahun 1561.

Meskipun Eustachi secara sah merupakan orang pertama yang mendeskripsikan secara akurat tuba auditiva, orang pertama yang diakui mendeskripsikan struktur tersebut adalah Almaceon dari Sparta pada tahun 400 SM. Dulu diyakini bahwa tuba eustachius memungkinkan kambing bernapas melalui telinga dan hidung.

Temuan Eustachius bahwa ada hubungan antara telinga tengah dan faring,  mengilhami Shakespeare menulis drama Hamlet yang ayahnya dibunuh dengan racun yang dituangkan ke telinga.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.