Bakteri dam Virus Penyebab Otitis Media | ethicaldigest

Bakteri dam Virus Penyebab Otitis Media

Otitis media akut disebabkan infeksi virus atau bakteri, yang menyebabkan peradangan telinga tengah, dengan gejala dan tanda-tanda yang bersifat cepat dan singkat.

Bakteri

Bakteri piogenik merupakan penyebab OMA tersering. Menurut penelitian, 65-75% kasus OMA dapat ditentukan jenis bakteri piogeniknya, melalui isolasi bakteri menggunakan kultur cairan atau efusi telinga tengah. Kasus lain tergolong sebagai non-patogenik, karena tidak ditemukan mikroorganisme penyebabnya.

Tiga jenis bakteri penyebab otitis media tersering adalah Streptococcus pneumoniae (40%), diikuti oleh Haemophilus influenzae (25-30%) dan Moraxella catarhalis (10-15%). Kira-kira 5% kasus dijumpai patogen-patogen yang lain, seperti Streptococcus pyogenes (group A beta-hemolytic), Staphylococcus aureus dan organisme gram negatif.

Staphylococcus aureus dan organisme gram negatif banyak ditemukan pada anak dan neonates, yang menjalani rawat inap di rumah sakit. Haemophilus influenzae sering dijumpai pada anak balita. Jenis mikroorganisme yang dijumpai pada orang dewasa, sama dengan yang dijumpai pada anak-anak.

Virus

Virus juga merupakan penyebab OMA. Virus dapat dijumpai tersendiri atau bersamaan dengan bakteri patogenik yang lain. Virus yang paling sering dijumpai pada anak-anak adalah respiratory syncytial virus (RSV), influenza virus, atau adenovirus (sebanyak 30-40%). Kira-kira 10-15% dijumpai parainfluenza virus, rhinovirus atau enterovirus.

Virus membawa dampak buruk terhadap fungsi tuba Eustachius, menganggu fungsi imun lokal, meningkatkan adhesi bakteri, menurunkan efisiensi obat antimikroba dengan menganggu mekanisme farmakokinetiknya. Dengan menggunakan teknik polymerase chain reaction (PCR) dan virus specific enzyme-linked immunoabsorbent assay (ELISA), virus-virus dapat diisolasi dari cairan telinga tengah pada anak yang menderita OMA pada 75% kasus.

Faktor Risiko

Faktor risiko terjadinya otitis media adalah umur, jenis kelamin, ras, faktor genetik, status sosioekonomi serta lingkungan, asupan air susu ibu (ASI) atau susu formula, lingkungan merokok, kontak dengan anak lain, abnormalitas kraniofasialis kongenital, status imunologi, infeksi bakteri atau virus di saluran pernapasan atas, disfungsi tuba Eustachius, inmatur tuba Eustachius dan lain-lain.

Faktor umur berperan dalam terjadinya OMA. Peningkatan insidens OMA pada bayi dan anak-anak, kemungkinan disebabkan struktur dan fungsi tidak matang atau imatur tuba Eustachius. Selain itu, sistem pertahanan tubuh atau status imunologi anak masih rendah. Insidens terjadinya otitis media pada anak laki-laki lebih tinggi, dibanding anak perempuan. Faktor lain yang berpengaruh adalah genetik dan sosial ekonomi.

ASI dapat membantu pertahanan tubuh. Anak-anak yang kurang asupan ASI, banyak menderita OMA. Lingkungan merokok menyebabkan anak-anak mengalami OMA yang lebih signifikan, dibanding anak-anak lain. Dengan adanya riwayat kontak yang sering dengan anak-anak lain seperti di pusat penitipan anak-anak, insidens OMA juga meningkat.

BACA OTITIS MEDIA, KOMPLIKASI INFEKSI PADA ANAK

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.