Terapeutik dan Pencegahan Komplikasi Gestasional PCOS2 | ethicaldigest

Terapeutik dan Pencegahan Komplikasi Gestasional PCOS2

Ada penelitian, bagaimana glikemik indeks dapat berpengaruh pada PCOS. Yang dinilai adalah persepsi peserta penelitian terhadap diri sendiri, setelah mendapat karbohidrat dengan glikemik rendah selama kurun waktu tertentu. Hasilnya memperlihatkan adanya perbaikan emosi yang sangat berbeda bermakan.

“Anda tahu, penderita PCOS memilki emosi yang lebih meledak-ledak, gampang marah dan tersinggung. Tapi, begitu mengonsumsi makanan dengan GI rendah dalam waktu tertentu, mereka dapat lebih mengedalikan diri. Bisa menjadi lebih sabar,” kata dr. Kanadi. Walau demikian, parameter lainnya tidak berbeda bermakna, seperti berat badan, fertilitas dan masalah mentruasi.

Efeknya pada inflamasi memang ada penurunan. Penanda inflamasi, misanya HsCRP, mengalami penurunan pada mereka yang mengonsumsi glikemik indeks yang rendah, dibanding mereka yang mengonsumsi glikemik indeks yang tinggi. Begitu juga dengan IL6, leptin dan adiponektin. Ini menjadi dasar penting bagi ibu hamil untuk mengatur makanan, dengan makanan yang mengandung glikemik indeks rendah. Jika tidak ingin makan makanan dengan glikemik indeks yang rendah, ada alternative lain yaitu makanan berserat tinggi.

Makanan berserat tinggi memiliki hasil hampir sama dengan makanan dengan glikemik indeks yang rendah. Meski demikian, masih terdapat kontroversi mengenai hal ini. Satu penelitian memperlihatkan bahwa insiden diabetes melitus gestasional meningkat, pada mereka yang makan dengan glikemik indeks tinggi. Setelah diberi makanan berserat, ternyata, inseden diabetes gestasional tidak berpegaruh. Tapi, pada penelitian lain terlihat, mengonsumsi makanan dengan glikemik indeks rendah dapat mengurangi penggunaan insulin.

Lemak

Mengurangi konsumsi lemak penting, karena diet dengan lemak tinggi dapat menyebabkan akumulasi lemak dan bisa mempengaruhi sistim imun. Dan, gangguan sistim imun adalah salah satu teori yang melatarbelakangi terjadinya preeklamsia. Sementara, N3 PUFA, seperti EPA dan DHA punya efek anti inflamasi.

“Jadi kalau ada pasien PCOS mau hamil, kita anjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak N3PUFA, misalnya 200mg perminggu dalam waktu beberapa lama,” kata dr. Kanadi. Karena dapat menurunkan disfungsi edotel. Dengan kata lain, bisa mencegah terjadinya preeklamsia atau komplikasi lainnya.

Mikronutrien

Yang perlu dianjurkan, sebaiknya pasien cukup mengonsumsi vitamin A, yang berhubungan dengan kadar CRP yang rendah pada plasma. Selain vitamin A mikronutrien lain yang penting adalah vitamin C. Vitamin C berhubungan dengan kadar CRP yang rendah, dan jika asupan vitamin C kurang dapat menyebabkan morbid obesitas. Yang tidak kalah penting adalah vitamin D. vitamin D dikaitkan dengan kejadian PCOS.

Selain itu, mineral yang juga penting adalah magnesium. Magnesium  berhubungan terbalik dengan inflamasi, seperti CRP, IL6, dan TNF alfa. Magnesium yang rendah bisa meningkatkan konsentasi CRP dalam tubuh.

“Yang tidak boleh dilupakan, kita juga harus bisa memodulasi adanya mikrobakteri di usus dengan memberikan probiotik dan prebiotik,” kata dr. Kanadi. Karena, kuman yang baik dalam usus dapat memodulasi inflamasi. Kompoisi kuman dalam usus dapat diperbaiki dengan memberikan atau mengonsumsi probioti setiap hari. Tapi, begitu dihentikan akan kembali ke komposisi semula. “Jadi, kalau ingin memberikan probiotik harus dalam jangka panjang,” kata dr. Kanadi.

Intervensi Obat

Startegi lain adalah pemberian obat. Sebetulnya, banyak obat oral anti glukosa, tapi yang golongan B untuk kehamilan memang cuma metformin. Dan, metformin ternyata dapat memperbaiki sensitifitas jaringan periferal dan liver terhadap insulin, serta tidak meningkatkan sekersi insulin dari pankreas. Yang terpenting, metformin termasuk obat kategori B untuk kehamilan oleh FDA. Jadi bisa digunakan pada orang hamil.

Suatu penelitian yang dipublikasikan tahun 2002 memperlihatkan, pemberian metformin dapat menurunkan risiko spontaneous abortion dari 65% menjadi tinggal 11%. Tapi, obat ini mempunyai beberapa kekurangan. Dibandingkan sulfonilurea, metformin dapat menyebabkan preeklamsia dan mortalitas prenatal. Meski demikian, metformin masih cukup aman mencegah terjadinya spontaneous abortion dan diabetes gestasional, dan diketahui tidak teratogenik dan tidak mempengaruhi pertumbuhan anak. Selain dapat memperbaiki insulin, metformin dapat mengurangi kejadian hiperandrogenisme.

Gaya hidup sehat

Yang terakhir adalah lifetime maintenance. Kalau lifestyle ingin diubah, maka tujuannya untuk mencapai berat badan yang diinginkan. “Maka, ketika pasien datang pertama kali, selalu kita tanyakan berat badan, IMT dan akan bertambah berapa berat badannya dan bayi dalam kandungannya,” kata. Dr. Kanadi. Dan, cara sederhana menjaga berat badan adalah dengan olah raga 30 menit sehari, kalau tidak ada komplikasi. Bisa juga dilakukan saat hamil.

“Olah raga pada ibu hamil dimulai perlahan, dari intensitas ringan. Jangan lupa, jangan sampai kekurangan minum dan mulai dengan pemanasan dan akhiri dengan  cooling down,” kata dr. Kanadi. Setelah melakukan olah raga, periksa detak jantung. “Kalau dia adalah penderita diabetes gestasional, cek kadar insulin saat itu atau berapa kebutuhan insulin. Kalau misanya dia baru suntik insulin, jangan dianjurkan berolah raga. Beberapa jam kemudian baru dianjurkan berolah raga,” tambah dr. Kanadi.

BACA TERAPEUTIK DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI GESTASIONAL PCOS1

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.