Stent Terbaru untuk Pasien PJK2 | ethicaldigest

Stent Terbaru untuk Pasien PJK2

Inovasi Stent Baru

Karena banyaknya masalah yang dihadapi, dipikirkan prosedur pemasangan stent yang mampu memenuhi semua criteria, atau yang mampu mengatasi permasalahan tersebut.  Pada 10 tahun yang lalu, Prof. Tamai sudah memikirkan mengenai masalah stent metal. Ia kemudian membuat stent dan dinamai Igaki-Tamai®stent. Produk PT Abbott terbaru, membuat stent dari bahan polylactide acids (PLA), yang merupakan bahan polymers. “Awam mungkin mudahnya menyebut plastic, dengan bentuk yang bisa menyesuaikan dinding pembuluh darah.”

Menurut dr. Doni, dengan berjalanannya waktu, stent tidak harus menetap di dinding pembuluh darah. Inilah keistimewaan BVS dengan partikel PLA-nya, lama- kelamaan ia akan hilang. “Istilah absorb pada stent ini kurang tepat, karena stent ini lebih cocok disebut resorb. Kalau absorb, cocoknya untuk benang jahit dalam proses pembedahan. Di situ benang sebenarnya tidak hilang karena ada partikel-partikel yang tertinggal. Kalau resorb, partikel yang tadinya ada, hilang semuanya,” jelasnya. Waktu untuk BVS akan hilang terserap pembuluh darah, diperkirakan sekitar 6 bulan hingga 2 tahun.

Hal yang mungkin dipertanyakan oleh para interventionist mengenai BVS  adalah, biasanya mereka memasang stent yang terbuat dari metal kokoh. Kemudian diganti dengan bahan dari semacam plastic, yang kita asumsikan sebagai bahan yang lunak. Kehawatiran akan pertanyaan ini terjawab dalam sebuah penelitian, yang membandingkan kekuatan BVS dengan metallic Everolimus Eluting Stents (EES). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek recoil tidak jauh berbeda, sehingga bisa dikatakan kekuatannya cukup baik pada keduanya. “Bahkan produsen mengakatakan, jika dokter menginjak BVS, ia akan kembali mengembang ke bentuk semula. Sama seperti stent metal,” jelasnya.

Keunggulan lain yang didapat dari pengunaan BVS, adalah kondisi pembuluh darah pre procedure BVS akan sama bentuknya, setelah procedure BVS dilakukan. Dalam penelitian oleh Serruys dan kawan-kawan dan dipublikasikan di Lancet 2009, dikatakan bahwa setelah procedure BVS dilakukan, gambaran dari Optical Coherence Tomography (OCT) dari baseline (pemasangan BVS), kemudian 6 bulan dan dilihat setelah 2 tahun, lama-kelamaan polymers akan menghilang. Bahkan pada waktu 2 tahun sudah sudah tidak tampak lagi.

Penelitian lain dilakukan untuk melihat, apakah pembuluh darah setelah pemasangan stent dapat berfungsi secara physiologist. Dalam hal ini dilakukan vasokonstriksi dan vasodilitasi, dengan alat yang disebut Palpography untuk melihat denyut pada pembuluh darah yang dipasang BVS. Ternyata, pada proksimal, distal dan tepat di mana stent itu dipasang pulsatile tetap ada. Mekanisme menarik yang terjadi setelah pemasangan BVS, bukan hanya terjadi perubahan physiologist  tetapi memiliki dampak cellular yang lebih baik pada hewan coba.

Hal lain yang menurut dr. Doni sangat menarik, adalah plaque/media reduction. Saat melakukan pemasangan stent awal, kita sebetulnya tidak mengurangi volume. Hanya memampatkan lemak ke pingir pembuluh darah. Setelah dilakukan pengamatan pada pemasangan BVS, lemak yang mampat ke pinggir ternyata makin lama makin mengecil. Sampai publikasi ini diturunkan, mekanisme itu terus terjadi. Namun, belum ada yang bisa menjelaskan kenapa lemak yang ada di pingir bisa mengecil. “Sebagai seorang klinisi, tentunya ini merupakan hal yang baru dan bisa dikatakan sangat menarik,” jelasnya.

Salah satu penelitian mengenai BVS, adalah penelitian dengan tajuk ABSORB. Penelitian ini membandingkan antara BVS 1.0 (generasi ke-1) dengan BVS 1.1 (generasi ke-2). Perbedaan antara generasi ke-1 dan ke-2, adalah desain dan proses pembuatan BVS berasal dari polymer yang berbeda. “Disini issue yang diangkat adalah mengenai late loss. Pada kedua BVS late loss masih tetap ada, namun lebih kecil pada BVS generasi ke-2; hanya sebesar 0.19 mm. “Ini cukup kecil, sehingga tidak akan mengganggu aliran darah pasien,” jelas dr. Doni.

Masih dalam ABSORB study, clinical end point dalam hal ini cardiac death selama 3 tahun pada 100 pasien tidak ditemukan (0%). Selanjutnya, kejadian myocardial infarction (MI) juga sangat kecil yaitu 3,4% pada non Q wave MI. Hebatnya lagi tanpa kejadian Ischemia (0%). “Sebagai kesimpulan bisa dikatakan, BVS memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan stent-stent yang ada sebelumnya,” ujarnya.

BACALAH STENT TERBARU UNTUK PASIEN PJK1

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.