Probiotik Tingkatkan Sistim Imun | ethicaldigest

Probiotik Tingkatkan Sistim Imun

Terhadap bakteri pathogen, probiotik secara langsung berkompetisi memperebutkan makanan dan tempat tinggal. Bakteri bermanfaat ini melapisi dinding usus dan menciptakan barrier, sehingga bakteri pathogen tidak bisa menempel. Asam laktat yang dihasilkannya membuat lingkungan usus menjadi asam, sehingga populasi bakteri pathogen bisa terkontrol.

Ada pun terhadap mikroba selain bakteri, probiotik tidak secara langsung membunuhnya, namun mendukung sistem imun dengan membantu tubuh mengatasi infeksi. Juga, mencegah terjadinya infeksi berulang dan membantu tubuh memroduksi antibodi untuk melawan mikroba penyebab infeksi. Di usus, probiotik masuk ke lapisan dalam hingga Peyer’s patches; di sini probiotik merangsang sistem imun untuk lebih waspada terhadap serangan mikoroorganisme berbahaya serta sel kanker.

Pengaruh probiotik terhadap sistem imun banyak diteliti. Misalnya yang dilakukan oleh Dong H, dkk (2013). Sebanyak 30 relawan sehat (usia tua) dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mendapat probiotik yang mengandung L. casei Shirota strain, dan kelompok lain mendapat susu skim sebagai plasebo, setiap hari selama 4 minggu, diikuti 4 minggu periode washout, kemudian treatment ditukar. Kelompok yang mendapat probiotik diberi susu skim, dan sebaliknya. Sampel darah perifer dan saliva dikumpulkan saat baseline dan tiap akhir terapi.

Hasilnya, konsumsi probiotik berhubungan dengan peningkatan sel NK (natural killer) secara signifikan dibandingkan saat baseline. Juga terdapat penurunan signifikan pada rerata intensitas fluoresens CD25 pada sel T dibandingkan dengan plasebo. Selain itu, terlihat peningkatan rasio IL-10 dan IL-12 setelah konsumsi L. casei Shirota strain.

Penelitian oleh Ko Okumura menunjukkan hasil serupa. Penelitian ini melibatkan 9 relawan usia paruh baya dan 10 relawan usia tua. Mereka dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok mendapat susu fermentasi yang mengandung 4x1010L. casei Shirota strain hidup, dan kelompok control mendapat plasebo berupa susu non fermentasi, setiap hari selama 3 minggu.

Pada usia paruh baya, aktivitas sel NK pada kelompok probiotik meningkat secara signifikan dalam 3 minggu setelah intake, dan tetap tinggi hingga 3 minggu berikutnya. Yang menarik, efek ini terutama terlihat menonjol pada mereka dengan sel NK rendah.  Ada pun pada usia tua, aktivitas sel NK di kelompok control turun dalam 3 minggu setelah intake, sedangkan pada kelompok L. casei Shirota strain, aktivitas sel NK berhasil dipertahankan.

Probiotik bukanlah “obat ajaib” penyembuh segala infeksi. Probiotik bekerjasama dengan sistem imun untuk menciptakan pertahanan yang lebih baik. Agar hasilnya maksimal, probiotik perlu dikonsumsi setiap hari secara rutin dan kontinyu.

BACA EFEK PROBIOTIK PADA MDR

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.