Probiotik dan Gut-Brain Axis2 | ethicaldigest

Probiotik dan Gut-Brain Axis2

Ada pun CFS, belum ada obatnya. Hingga kini, pengobatan yang dilakukan hanya untuk mengatasi gejala (nyeri, gangguan tidur, dan lain-lain). Namun penelitian menunjukkan bahwa probiotik memberikan efek positif. Penelitian di Universitas Toronto, Kanada, melibatkan 39 pasien CFS (35 di antaranya menyelesaikan studi) usia 18-65 tahun. Secara acak, mereka dipilih untuk mendapat probiotik berupa L. Casei shirota strain, atau plasebo, setiap hari selama 8 minggu. Sebelum dan sesudah intervensi, sampel feses dikumpulkan BDI (Beck Depression Inventory) dan  BAI (Beck Anxiety Inventory). Mereka juga dievaluasi dengan BDI (Beck Depression Inventory) dan  BAI (Beck Anxiety Inventory).

Ditemukan peningkatan Lactobacillus dan Bifidobacteria yang signifikan pada kelompok yang mendapat L. Casei Shirota strain. Mereka juga menunjukkan penurunan gejala ansietas yang signifikan (berdasarkan BAI), dibandingkan kelompok kontrol yang menerima plasebo.

Pemberian Lactobacillus untuk memperbaiki kualitas hidup dan kesehatan mental telah digunakan tahun 1910, oleh dr. George Porter Phillips. Ia melaporkan, formula gelatin-whey dengan bakteri asam laktat hidup, memperbaiki gejala depresif pada orang dewasa dengan melankolia.

Sindrom kembung

Tahun 2009, ditemukan kasus misterius pada seorang bayi laki-laki, Riley Anderson. Sejak lahir, ia mengalami sindrom kembung; dokter pertama kali menyadari ketika ia baru berusia 12 jam. Pasien kecil ini segera mendapat pengobatan dan diberi makanan melalui selang, kemudian dirujuk ke RS khusus anak. Namun tak seorang pun bisa menemukan masalah yang sebenarnya. Akhirnya, Riley dipulangkan. Tetap dengan perut kembung, dan perutnya hampir sebesar tubuhnya, seperti balon. Kondisi ini terus berlangsung hingga berbulan-bulan kemudian. Tiap kali hendak buang air, Riley menjerit-jerit kesakitan.

Ibunya, Anna Anderson, mencoba mengganti susunya, tapi tidak membuahkan hasil. Akhirnya ia mencoba melakukan riset sendiri. Saat mencari tahu tentang antibiotik-antibiotik yang diberikan dokter untuk Riley, ia menemukan bahwa salah satunya membunuh bakteri alami tubuh. Sebagai percobaan terakhir, ia memutuskan untuk mencoba memperkenalkan kembali bakteri bermanfaat kepada putranya, dengan memberikan berbotol-botol probiotik.

Hasilnya, di luar dugaan. ”Saya memberikan Yakult, dan dalam beberapa hari ia terlihat membaik,” ujar Anna. Saat itu Riley berusia 10 tahun, dan belum pernah terlihat begitu bahagia. Dan, kembungnya hilang.

Beberapa minggu kemudian, Riley memiliki masalah dengan telinga dan dibawa ke RS. Lagi-lagi, ia diberi antibiotik. Perutnya kembali membengkak setelah mengonsumsi dua dosis antibiotik. Begitu pulang, sang ibu memberinya Yakult, dan kondisi Riley kembali normal. Anna menduga, terjadi ketidakseimbangan bakteri di perut putranya, sehingga ia tidak bisa mencerna makanan; Yakult membantu memperbaiki kondisi tersebut.

Seorang anggota Royal College of Paediatricians dr. Henry Mulenga, yang memiliki ketertarikan khusus dalam gastroenterologi menyatakan, cerita-cerita seperti ini makin sering terdengar. ”Tak ada keraguan bahwa beberapa kondisi bisa membaik dengan pemberian bakteri bermanfaat. Dalam pandangan saya, ini sangat mungkin,” ujarnya.

Yang masih sedikit dikhawatirkan yakni keamanan Yakult atas bayi yang masih sangat kecil. Website Yakult menyatakan, minuman ini aman untuk segala usia, termasuk bayi. Dalam kondisi normal, Yakult bisa diberikan sejak anak melewati masa ASI eksklusif dan mulai mendapat MPASI (makanan pendamping ASI). Pada kasus Riley, ia sudah mendapat makanan tambahan sejak awal, sehingga sudah bisa menerima Yakult.

Yakult mengandung lebih dari 6,5 milyar L. Casei Shirota strain, jenis probiotik unggul yang tahan terhadap asam lambung dan garam empedu, sehingga bisa mencapai usus dalam keadaan hidup. Probiotik bisa bekerja optimal melindungi kesehatan usus dan seluruh tubuh, bila dikonsumsi secara rutin dan kontinyu. Sesuai prinsip pengobatan probiotik sebagai peventive medicine. (nid)

BACA JUGA PROBIOTIK DAN GUT-BRAIN AXIS1

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.