Penyakit Jantung Hipertensi2 | ethicaldigest

Penyakit Jantung Hipertensi2

Myocardial ischemia

Pasien dengan angina mempunyai prevalensi hipertensi yang tinggi. Hipertensi adalah faktor risiko yang melipatgandakan kemungkinan munculnya CAD. Munculnya iskemi pada pasien hipertensi adalah multifaktorial. Shear stress yang berasosiasi dengan hipertensi dan hasilnya adalah disfungsi endotel, menyebabkan gangguan sintesis dan pelepasan poten vasodilator nitric oxide (NO). Penurunan level NO memicu timbulnya dan mempercepat arteriosclerosis dan pembentukan plaque. Morfologi plaque-nya identik dengan pada pasien tanpa hipertensi.

Aritmia jantung

Aritmia jantung biasa ditemukan pada pasien dengan hipertensi termasuk fibrilasi atrium, kontraksi ventrikel prematur, dan takikardia ventrikel. Gangguan irama yang paling sering adalah yang disebut atrial fibrillation. Yaitu suatu jenis irama jantung yang membuat serambi jantung bergetar tidak beraturan. Gangguan irama ini dapat memicu timbulnya gumpalan darah dalam ruang-ruang jantung. Bila gumpalan darah tersebut terlepas, dapat menyumbat liang pembuluh darah otak dan mengakibatkan stroke.

Keluhan dan Gejala

Awalnya, seperti hipertensi pada umumnya, kebanyakan pasien tidak memiliki keluhan. Bila simtomatik, biasanya disebabkan oleh:

  1. Peningkatan tekanan darah itu sendiri, seperti berdebar-debar, rasa melayang (dizzy), dan impoten
  2. Penyakit jantung/ hipertensi vaskular seperti cepat capek, sesak napas, sakit dada (iskemia miokard atau diseksi aorta), bengkak kedua kaki atau perut. Gangguan vaskular lainnya adalah epistaksis, hematuria, pandangan kabur karena perdarahan retina, transient serebral ischemic.
  3. Penyakit dasar seperti pada hipertensi sekunder, yaitu polidipsia, poliuria, dan kelemahan otot pada aldosteronisme primer, peningkatan BB dengan emosi yang labil pada sindrom Cushing. Feokromositoma dapat muncul dengan keluhan episode sakit kepala, palpitas, banyak keringat, dan rasa melayang saat berdiri (postural dizzy).

Pemeriksaan dan Tanda Fisik

Pemeriksaan fisik dimulai dengan menilai keadaan umum; memperhatikan keadaan khusus seperti Cushing, feokromasitoma, perkembangan tidak proporsionalnya tubuh atas dibanding bawah yang sering ditemukan pada koarktasio aorta. 

Tanda fisik yang ditemukan adalah:

  • Pulsasi

Pulsasi arteri normal pada stage awal penyakit. Ritme regular jika pasien pada sinus rhythm. Irregular jika pasien pada fibrilasi atrium. Denyut normal pada pasien dengan sinus rhythm dan tidak gagal jantung. Takikardia pada pasien dengan gagal jantung dan pada pasien dengan fibrilasi atrium. Volume normal menurun pada pasien dengan disfungsi ventrikel kiri.

  • Tekanan darah

Sistolik dan atau diastolic meningkat (>140/90 mmHg). Tekanan darah rata-rata dan tekanan pulsasi juga meningkat.

  • Vena

Pada pasien dengan gagal jantung, vena jugular mungkin menggembung.

  • Jantung

Pemeriksaan jantung untuk mencari pembesaran jantung, ditujukan untuk menilai tanda-tanda gagal jantung. Bunyi jantung S2 yang meningkat akibat kerasnya penutupan katup aorta. Kadang ditemukan murmur diastolik akibat regurgitasi aorta. Bunyi S4 (gallop atrial atau presistolik) dapat ditemukan akibat peninggian tekanan atrium kiri. Sedangkan bunyi S3 (gallop ventrikel atau protodiastolik) ditemukan bila tekanan akhir diastolik ventrikel kiri meningkat, akibat dilatasi ventrikel kiri. Bila S3 dan S4 ditemukan bersama disebut summation gallop.

  • Paru

Pada pemeriksaan dada mungkin normal atau mungkin termasuk tanda pulmonary congestion, seperti menurunnya suara napas, atau rasa tumpul pada perkusi karena efusi pleura.

  • Abdomen

Pemeriksaan abdomen mungkin menemukan bruit arteri renal pada pasien dengan hipertensi sekunder terhadap renal artery stenosis.

  • Ekstremitas

Edema ankle mungkin ada pada pasien dengan gagal jantung parah. Arteri radialis, arteri femoralis, dan arteri dorsalis pedia harus diraba. Tekanan darah di betis harus diukur minimal sekali pada hipertensi usia muda (di bawah 30 tahun).

BACA PENYAKIT JANTUNG HIPERTENSI1

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.