Penanganan Laringitis Akibat Infeksi | ethicaldigest

Penanganan Laringitis Akibat Infeksi

Penyebab terbanyak dari laringitis akut adalah infeksi pada saluran pernapasan bagian atas, apakah itu karena infeksi bakteri, virus atau jamur. Laringitis kerap kali menyertai penyakit-penyakit infeksi pada saluran nafas atas, seperti pada influenza dan bronchitis. Tetapi, jarang sekali ada infeksi yang menyerang langsung laring atau pita suara.

Penyakit yang disebabkan oleh virus pada saluran pernafasan, biasanya ditandai dengan demam dan disertai satu atau lebih reaksi sistemik. Seperti menggigil / kedinginan, sakit kepala, malaise, dan anoreksi; kadang-kadang pada anak-anak ada gangguan gastrointestinal.

Pada kasus laringitis yang disebabkan infeksi, diperlukan perhatian khusus pada beberapa organ tertentu, seperti pada bagian dasar lidah, amandel, nasofaring dan sinus untuk dapat menentukan sumber utama terjadinya infeksi. Pada organ seperti batang tracheobronchioal dan paru-paru, juga harus dipertimbangkan sebagai sumber potensial terjadinya infeksi.

Pada penderita laringitis, eritema dan pembengkakan pada mukosa (terutama pada dinding posterior laring), merupakan temuan paling umum pada laringitis bentuk non spesifik. Sering kali ditemukan nanah pada kasus-kasus infeksi karena bakteri.

Penyebab

Laringitis akut merupakan radang laring yang berlangsung kurang dari 3 minggu, pada umumnya disebabkan oleh infeksi virus influenza (tipe A dan B), parainfluenza (tipe 1, 2, 3), rhinovirus dan adenovirus. Penyebab lain adalah Haemofilus influenzae, Branhamella catarrhalis, Streptococcus pyogenes, Staphylococcus aureus dan Streptococcus pneumoniae.

Respiratory Syncytial Virus merupakan virus penyebab penyakit saluran pernafasan utama pada bayi. Insiden ini paling tinggi pada bayi sampai usia 2 tahun. Ia juga merupakan etiologi utama dari bronkiolitis dan menyebabkan pneumonia, croup, bronkitis, otitis media dan penyakit-penyakit demam saluran pernafasan atas.

Virus pada influenza diketahui sebagai penyebab utama  croup dan dapat juga menyebabkan bronkitis, pneumonia, bronkiolitis dan penyakit-penyakit demam saluran pernafasan pada anak-anak. RSV dan virus parainfluenza bisa menyebabkan penyakit yang memberikan gejala pada orang dewasa, terutama orang tua dan orang-orang dengan debilitas.

Adenovirus penyebab berbagai bentuk penyakit saluran pernafasan; tipe 4,7 dan 21 adalah penyebab umum dari penyakit saluran pernafasan akut, pada calon prajurit yang tidak diimunisasi. Pada bayi, adenovirus adalah penyebab penyakit paling agresif yang dapat menyebabkan kematian yang signifikan.

Laringitis akibat jamur merupakan peradangan pada laring, yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur penyebab penyakit organisme. Penyebab paling umum dari laryngitis, adalah jamur Candida albicans, jamur yang menyebabkan sariawan. Jamur lainnya yang dapat juga menyebabkan laringitis adalah Histoplasma, Blastomyces, Aspergillus, dan organisme lainnya.

Diagnosis

Diagnosis laringitis akut, dapat ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada anamnesis, biasanya didapatkan gejala demam, malaise, batuk, nyeri telan, ngorok saat tidur, yang dapat berlangsung selama 3 minggu. Pada keadaaan berat, didapatkan sesak nafas, dan kulit anak dapat biru-biru. Pada pemeriksaan fisik pada anak-anak dengan sakit berat ditemukan adanya demam, stridor inspirasi, sianosis, sesak nafas yang ditandai dengan nafas cuping hidung dan/atau retraksi dinding dada, peningkatan frekuensi nafas dan adanya takikardi yang tidak sesuai dengan peningkatan suhu badan. Ini merupakan tanda hipoksia.

Pemeriksaan dengan laringoskop direk atau indirek, dapat membantu menegakkan diagnosis. Dari pemeriksaan ini plika vokalis berwarna merah dan tampak edema, terutama di bagian atas dan bawah glotis. Pemeriksaan darah rutin tidak memberikan hasil yang khas, namun biasanya ditemui leukositosis. Pemeriksaan usapan sekret tenggorok dan kultur, dapat dilakukan untuk mengetahui kuman penyebab. Tetapi, pada anak sering kali tidak ditemukan kuman patogen penyebab.

Proses peradangan pada laring, seringkali juga melibatkan seluruh saluran nafas baik hidung, sinus, faring, trakea dan bronkus, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan foto.

Laringitis akut pada anak, sering menyebabkan obstruksi saluran nafas yang kemudian mengakibatkan terjadinya distres respirasi akut, yang apabila tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan kematian. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Agen penyebab laringitis akut, terutama virus menyebabkan inflamasi, peningkatan produksi mukous, dan berkurang atau hilangnya aktivitas silia di saluran nafas.
  • Diameter saluran nafas pada anak lebih kecil dibanding orang dewasa, sehingga inflamasi dan produksi mukous yang meningkat dapat dengan cepat menyebabkan obstruksi saluran nafas yang hebat
  • Subglotis terdiri dari kartilago cricoid yang kaku, sehingga inflamasi dan edema di daerah ini akan semakin memperkecil diameter saluran nafas
  • Kolaps dinamik (yaitu menyempitnya saluran nafas bagian atas pada saat fase inspirasi), cenderung terjadi pada anak kecil karena struktur kartilago trakea yang belum sempurna.
  • Bayi dan anak amat rentan terhadap kelelahan otot nafas dan gagal nafas, akibat peningkatan kerja nafas.

Penanganan Laringitis Infeksi

Pengobatan laringitis karena infeksi virus, tergantung pada gejala yang terjadi. Mengistirahatkan pita suara (dengan tidak berbicara), menggunakan obat penekan batuk, minum cairan tambahan dan menghirup uap, dapat mengurangi gejala dan membantu penyembuhan. Berbisik, bagaimana pun, dapat lebih mengiritasi pangkal tenggorokan. Vaughan menyatakan bahwa yang dibutuhkan untuk pengobatan laringitis hanya waktu, dan menghindari penggunaan pita suara secara berlebihan, serta iritasi lainnya.

Langkah-langkah berikut dapat membantu mengurangi intensitas penggunaan laring, sambil menunggu kondisi membaik:

  • Menghirup udara lembab dapat memicu kelembaban saluran napas bagian atas, membantu untuk membersihkan lendir dan eksudat.
  • Disarankan untuk mengistirahatkan pita suara. Walau begitu, rekomendasi ini masih sulit dijalankan. Jika pasien harus berbicara, berbicaralah dengan lembut dan mendesah adalah yang terbaik. Menghindari berbisik adalah yang terbaik, karena berbisik memicu hiperfungsi dari laring.
  • Data yang ada saat ini tidak mendukung penggunaan antihistamin dan kortikosteroid. Jika pasien menggunakan obat-obat ini, ia mungkin akan mengalami kesan palsu bahwa setelah menggunakan obat ini laringitis sembuh dan ia dapat menggunakan pita suaranya lagi, yang kemudian justru akan menyebabkan penyakitnya lebih parah.

Seorang pasien yang merokok, harus berhenti merokok untuk mempercepat proses penyembuhan. Jika laringitis yang diderita pasien disebabkan infeksi, merokok dapat memperlambat penyembuhan penyakit.

Pengobatan laringitis akut akibat infeksi bakteri, biasanya melibatkan penggunaan antibiotik, baik melalui mulut atau diberikan secara intravena. Antibiotik intravena umumnya diberikan, bila infeksinya cukup parah sehingga menyebabkan kesulitan bernapas (stridor). Laringitis bakteri cenderung dapat sembuh sendiri, dengan perawatan yang memadai menggunakan antibiotik.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.