Menegakkan Diagnosis LVH pada Hipertensi1 | ethicaldigest

Menegakkan Diagnosis LVH pada Hipertensi1

Melakukan pemeriksaan rutin setiap tahun, penting dilakukan oleh penderita hipertensi. Ini terutama untuk mendeteksi adanya hipertrofi ventrikel kiri. Sebab, jika sudah terdapat LVH berarti pederita sudah mengalami hipertensi dalam jangka waktu lama, baik hipertensi ringan atau berat. Hal ini penting diketahui, karena pasien dengan hipertensi ringan pun masih memungkinkan munculnya LVH.

“Kita bisa lihat, apakah pembesar otot jantung mengganggu aliran darah yang keluar dari jantung atau tidak. Kalau tidak mengganggu aliran darah, tidak apa-apa,” kata dr. Taufik Pohan Sp.JP dari RS Pondok Indah, Jakarta. Ada beberapa modalitas yang bisa digunakan, yakni dengan ultrasound sampai yang paling canggih DRCT Scan.

Penelitian menggunakan endokardiografi melaporkan, 40-50% penderita hipertensi ringan mempunyai massa ventrikel kiri di atas batas normal. Dengan pemeriksaan ekokardiografi, prevalensi LVH ditemukan pada 15-20% pasien hipertensi. Sedangkan pemeriksaan ekokardiografi mendapati prevalensi 60% pada pasien hipertensi.

Baru-baru ini diketahui bahwa dispersi QT (perbedaan terbesar dari interval QT pada setiap sandapan), sebagai parameter tambahan untuk meningkatkan sensitifitas EKG dalam mendeteksi LVH. Dengan peningkatan dispersi QT, dapat membantu kriteria voltase yang sudah ada. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya angka kematian karena gagal jantung, akibat hipertensi.

Pengukuran dispersi QT pada EKG, dapat membantu meningkatkan sensitifitas adanya LVH pada penderita hipertensi, sebelum didapatkan pemeriksaan ekokardiografi. Karena ketersediaan alat pemeriksaan ekokardiografi sangat terbatas dan biayanya mahal, pemeriksaan ini menjadi masalah di Indonesia.

Identifikasi dan Karakteristik  LVH pada Hipertensi

Secara klinis, LVH penting diketahui karena berdasarkan pemeriksaan elektrokardiografi, radiologi atau ekokardiografi, penderita hipertensi dengan LVH memiliki angka kematian dua kali atau lebih, dibandingkan tanpa LVH. Penilaian anatomi dan fungsional jantung pada penderita hipertensi, bertujuan bukan hanya untuk mengidentifikasi faktor resiko, tetapi dapat menjadi pedoman untuk memberikan terapi hipertensi.

Penelitian Savage dan kawan-kawan memperlihatkan, hampir 50% penderita hipertensi mengalami hipertropi ventrikel kiri melalui pemeriksaan ekokardiografi. Namun, beberapa penelitian lain memperoleh prevalensi hipertropi ventrikel kiri antara 20-80%.

Adanya LVH pada pasien yang baru terdiagnosa menderita hipertensi, bisa menjadi indikasi bahwa penderita sudah lama terpapar hipertensi. Karena itu, setiap penderita hipertensi harus menjalani pemeriksaan elektrokardiografi. Kalau dicurigai terdapat LVH, dilanjutkan dengan pemeriksaan ekokardiografi untuk menilai anatomi dan fungsi jantung.

Metode lain secara biokimia adalah dengan pemeriksaan kadar natriuretik peptide dalam darah. Pemeriksaan ini juga dapat mendeteksi gangguan hemodinamik atau gangguan fungsi ventrikel kiri karena hipertensi, tetapi pemeriksaan seperti ini masih mahal.

Pemeriksaan fisik

Melalui palpasi, dapat dicurigai LVH. Melalui palpasi didapatkan posisi apkes jantung yang melebar dan sedikit turun ke bawah, dan kadang disertai  pulsasi apkes yang kuat dan berlangsung lama. Namun pada LVH yang ringan hanya sedikit yang dapat diperoleh dari pemeriksaan fisik.

Radiologi

Pemeriksaan foto toraks pada posisi posteroanterior dan lateral, merupakan parameter tambahan dari pemeriksaan fisik dalam deteksi hipertropi ventrikel kiri. Foto toraks dengan analisa jantung dapat mengidentifikasi kardiomegali, koartasio aorta, diseksi aorta dan payah jantung kongestif.

LVH lebih sukar didiagnosis secara radiologis, seperti rasio kardiotaraks yang dipakai dalam menilai ukuran jantung. Sementara itu, korelasinya dengan ekokardiografi relatif kurang baik. Pembesaran ventrikel kiri dimanifestasikan dengan ekstensi ke arah inferior kiri, dan posterior dari batas kiri bawah jantung. Pembesaran jantung yang terlihat dengan pemeriksaan radiology, menandakan LVH sudah dalam tahap lanjut.

Elektrokardiografi

Elektrokardiografi dapat mendeteksi LVH berdasarkan pembesaran ventrikel, baik karena pertambahan tebal otot, dilatasi ruang ventrikel atau keduanya. Hipertropi ventrikel kiri dengan EKG lebih sensitive, dibanding dengan pemeriksaan radiologi.

Faktor yang berperan atau mekanisme yang melatarbelakangi dari kriteria LVH pada EKG adalah:

  1. Bertambahnya amplitude ( voltase QRS)
  2. Keterlambatan konduksi intraventrikuler.
  3. Melebarnya sudut QRS/T.
  4. Kecendrungan deviasi sumbu sandapan kekiri.

Bertambahnya voltase pada EKG, berhubungan dengan faktor berikut:

  1. Bertambahnya masa ventrikel kiri. 
  2. Bertambahnya permukaan ventrikel kiri.
  3. Bertambahnya volume darah intra kavitasi
  4. Lebih dekatnya ventrikel pada dinding dada.

Defleksi EKG sebanding dengan tebal otot yang teraktifasi, atau dengan kedekatan elektroda dengan otot yang berkontraksi. Penambahan voltase pada LVH disebabkan penambahan jumlah atau ukuran serabut otot. Luas permukaan ventrikel dan volume intra kardial, kurang berkorelasi dengan voltase. Sedangkan bertambahnya jarak pusat masa ventrikel kiri dengan dinding dada, akan mengurangi voltase gelombang R yang dibuktikan dengan pemeriksaan ekokardiografi.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.