Mata Kering Pasca LASIK | ethicaldigest

Mata Kering Pasca LASIK

Mata kering merupakan salah satu komplikasi yang banyak dijumpai, setelah dilakukan prosedur LASIK (Lasser-Assisted in Situ Keratomileusis). Mata kering ditandai berbagai tanda-tanda klinis. Seperti kekeringan pada permukaan okuler, penurunan jumlah airmata, pengurangan sensitifitas dari kornea dan penurunan ketajaman penglihatan secara fungsional. 

Mekanisme yang menyebabkan kekeringan pada mata setelah LASIK, belum dipahami sepenuhnya. Hilangnya persarafan dan flap kornea, dapat mempengaruhi refleks loops kelenjar air mata pada kornea, kemampuan berkedip, kelenjar kedip meibomian, penurunan air mata karena sekresi lipid dan ekspresi mucin.

Perawatan mata kering meliputi penggunaan air mata buatan, topikal siklosforin dan kompres panas. Pemberian tetes mata autologus sebelum operasi dilakukan, sangat diperlukan.

Sejarah

LASIK merupakan salah satu bentuk operasi mata yang sangat populer, dalam beberapa tahun terakhir. Prosedur ini terbilang efektif, aman dan memiliki kelebihan dibanding prosedur lain. Kelebihan tersebut meliputi proses rehabilitasi yang sangat cepat, serta tidak menyebabkan rasa sakit. Sedikit sekali kemungkinan terjadi regresi dan tidak terdapat subephitelial pada kornea.

Di masa lalu, kita sering mendapatkan pasien yang telah menjalani LASIK mengeluhkan gejala mata kering,  merasa tidak nyaman, kelelahan pada okuler dan mata merah. Namun, demikian gejala-gejala ini biasanya menghilang bersamaan dengan waktu.

Neurotropik epiteliopati yang diinduksi LASIK pertama kali, dijabarkan oleh Wilson et al. Wilson mengamati, pada permukaan okuler terdapat noda rose bengal dan fluorescein selama beberapa bulan setelah LASIK. Kemudian, dilaporkan dalam satu penelitian retrospektif bahwa gejala mata kering dan fungsi kelenjar air mata, memburuk setidaknya satu bulan setelah LASIK. Ada pendapat yang menyatakan, mata kering pasca LASIK dan  Neurotropik epiteliopati yang diinduksi LASIK, mungkin memiliki etiologi yang sama.

Mata kering merupakan komplikasi umum setelah prosedur LASIK; mempengaruhi sedikitnya 50% pasien pada 1 minggu pertama, 40% pada satu bulan dan 20-40% pada masa 6 bulan setelah dilakukan LASIK. Meski insiden mata kering hanya bersifat sementara, beberapa pasien mangeluhkan gejala berat yang berpengaruh negatif terhadap hasil prosedur LASIK.

Gejala

Gejala-gejala mata kering setelah dilakukan LASIK meliputi kekeringan, iritasi, kelelahan okuler dan mata merah. Para peneliti percaya, penurunan ketajaman penglihatan lebih diperhitungkan pasien, dari pada keluhan mata kering. Sebab, pasien menggunakan LASIK sebagai usaha untuk memperbaiki kemampuan visual. Yang perlu diperhatikan dan dicatat, penurunan ketajaman visual atau kelainan refraktif yang masih terjadi bisa disebabkan mata kering pasca LASIK, dan bisa diperbaiki dengan mengobati gejala yang timbul.

Tanda-tanda Klinis

Tanda-tanda khas dari mata kering pasca LASIK, biasanya berupa noda fluorescein, rose bengal dan lissamine green pada permukaan okuler, terutama flap kornea. Tear film breakup time (TBUT) menjadi lebih singkat pada sebagian besar kasus, satu minggu setelah operasi. Akan terus seperti itu selama sekitar satu bulan. Sekresi air mata dasar dinilai dengan schirmer test. Dan, ternyata, sekresi air mata menurun selama beberapa bulan pasca operasi.

Jika mata kering berlangsung lama, regresi refraktif dapat disebabkan hiperplasia epitel dan remodeling stroma. Walau kontribusi mata kering pasca LASIK terhadap regresi refraktif belum jelas, bukti-bukti yang dilaporkan Albietz dan kawan-kawan menunjukkan hubungan yang kuat antara mata kering kronik setelah LASIK dengan regresi refraktif.

Meski tingkat ketajaman penglihatan konvensional tidak terpengaruh, ketajaman penglihatan fungsional mungkin mengalami gangguan pada pasien-pasien ini. Jika pasien-pasien ini membuka mata lebih lama dibandingkan TBUT, fungsi penglihatan akan mengalami kerusakan karena astigmatisme ireguler yang terinduksi dengan ketidakstabilan film air mata. Hal ini timbul saat mengemudi kendaraan, bekerja di depan komputer dan membaca.

Ketajaman penglihatan fungsional didefinisikan sebagai ketajaman penglihatan setelah 10 detik mata terbuka. Setelah memperbaiki refraktif, ketajaman penglihatan pasien diuji dengan mengukur cincin Landolt terkecil, yang masih bisa dilihat pasien. Selama pemeriksaan, monitor secara terus menerus menampilkan cincin Landolt berbeda, dan pasien merespon menggunakan joystick.

Jika pasien menjawab dengan benar, cincin berikutnya ditampilkan dengan ukuran sama seperti sebelumnya. Jika pasien menjawab salah atau gagal memberi jawaban dalam 2 detik, cincin berikut yang ditampilkan berukuran lebih besar.

Pasien dengan air mata stabil akan menunjukkan ketajaman penglihata fungsional yang baik. Sedangkan, pasien dengan air mata yang tidak stabil setelah LASIK,  menunjukan penurunan ketajaman penglihatan fungsional. Ini mengindikasikan, pasien perlu berlatih kewaspadaan saat berkendara.

Tidak mudah memrediksi keparahan mata kering pasca LASIK. Pada beberapa penelitian disebutkan, faktor risiko preoperative dan intraoperatif berkembangnya mata kering pasca LASIK mencakup: sudah menderita mata kering sebelumnya, ras Asia, jenis kelamin perempuan, koreksi refraktif yang lebih tinggi, ablasi  lebih dalam, flap yang lebih tebal, engsel flap yang superior dan engsel flap yang sempit.

Mekanisme Mata Kering Pasca LASIK

Meski mekanisme yang terlibat dalam terjadinya mata kering pasca LASIK belum sepenuhnya dipahami, denervasi sementara pada kornea yang disebabkan pembentukan  flap dan penurunan sensitifitas kornea, diduga merupakan penyebab timbulnya mata kering. Sensitifitas kornea menurun secara signifikan selama 3 bulan setelah LASIK. Pengamatan saraf intrakornea dengan mikroskop konfokal menunjukkan,  terjadi regenerasi serabut saraf dalam waktu 3-6 bulan setelah operasi. Regenerasi ini terjadi bersamaan dengan rekoveri sensifitas kornea setelah operasi.

Para ahli berpendapat, penurunan sensitifitas kornea akan mempengaruhi reflex loops dari kelenjar lakrimal kornea dan corneal-blinking, yang pada gilirannya akan mengurangi sekresi air mata dan kemampuan berkedip. Karena sekresi lipid meibomian dikendalikan oleh kedipan, penurunan frekuensi kedipan mata dapat menyebabkan disfungsi kelenjar Meiboman, yang menyebabkan terjadinya penguapan air mata dan menunda pembersihan air mata. Selain itu, penurunan sensitifitas kornea dapat mempengaruhi ekspresi mucin oleh epithel kornea, yang menyebabkan penurunan TBUT.

Mata Kering Setelah Perbaikan LASIK

Jika mata kering pasca LASIK hanya disebabkan oleh hilangnya efek neurotrofik, mata kering akan muncul kembali setelah pengankatan flap. Beberapa peneliti mencoba menilai gejala dan fungsi air mata setelah perbaikan. Dibandingkan dengan nilai sebelum perbaikan gejala mata kering, nilai schirmer dan TBUT tetap tidak mengalami perubahan dan noda fluorescin sedikit meningkat setelah perbaikan. Mereka menyimpulkan, mata kering pasca perbaikan tidak ada atau dianggap lebih ringan dibanding pasca LASIK. Sensitifitas kornea juga mengalami penurunan selama 3-6 bulan setelah perbaikan, mengindikasikan mekanisme lain mungkin terlibat pada mata kering pasca LASIK.

Para peneliti menduga, alasan gejala dan tanda-tanda mata kering menjadi lebih ringan setelah perbaikan adalah:

  1. Hilangnya efek neurotrofik setelah  operasi pertama tidak mengalami perbaikan pada saat perbaikan.
  2. Gejala dan tanda mata kering dapat ditutupi pemberian air mata buatan secara terus menerus, setelah dilakukan operasi pertama.
  3. Faktor lain seperti perubahan kelengkungan kornea oleh koreksi refraktif, mengganggu stabilitas air mata dan perubahan tersebut lebih besar kemungkinannya terjadi setelah operasi pertama.

Untuk mendukung teori pertama, Calvillo dan kawan-kawan melaporkan, saraf intrakornea tidak mengalami perbaikan pada sejumlah pasien, bahkan setelah 1 tahun LASIK. Disamping ketiga alasan diatas, Shin dan kawan-kawan menunjukkan bahwa peningkatan tekanan sementara pada konjungtiva yang diinduksi cincin penghisap di awal LASIK, dapat menyebabkan kerusakan sel epitek konjungtiva dan mengubah ekspresi mucin.

Apakah LASIK Aman dan Efektif Untuk Mata Kering

Jika LASIK sendiri menyebabkan mata kering, muncul pertanyaan: apakah operasi ini dapat dilakukan secara aman dan efektif, pada pasien yang sudah memiliki mata kering sebelumya? Para peneliti melakukan penelitian retospektif, di mana sebelum dilakukan operasi pasien dikategorikan dalam 2 kelompok. Yaitu kelompok mata kering dan kelompok mata tidak kering (mata normal) sesuai kriteria Jepang, untuk karakterisasi mata kering. Mereka juga membandingkan insiden komplikasi, hilangnya Best Corrected Visual Acuity (BCVA), gejala mata kering dan fungsi air mata pada kedua grup, setelah dilakukanya operasi.

Mereka tidak menemukan adanya perbedaan komplikasi intraoperatif dan pasca operasi dan hilangnya BCVA pada kedua kelompok. Mereka sangat berhati-hati mengenai komplikasi yang berhubungan dengan epitel, seperti defek epitel dan tidak tumbuhnya epitel. Tetapi angka insidennya tidak meningkat pada kelompok mata kering.

Gejala mata kering dan fungsi air mata, lebih terlihat pada kelompok mata kering sebelum atau setelah operasi, sampai dengan 1 tahun. Gejala itu dan fungsi air mata kembali ke tingkat sebelum operasi, bahkan pada pasien dengan mata kering. Untuk memastikan lebih lanjut, ketajaman dan refraksi penglihatan yang tidak dikoreksi pasca operasi pada kedua kelompok dibandingkan, tapi tidak ada perbedaan. Hasil ini menunjukkan, LASIK dapat dilakukan dengan aman dan efektif pada pasien dengan mata kering.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.