Low Back Pain 1 | ethicaldigest

Low Back Pain 1

Nyeri punggung bagian bawah (low back pain/LBP) didefinisikan sebagai suatu gejala, berupa rasa nyeri di daerah lumbosakral dan sakroiliaka, yang dapat ditimbulkan oleh berbagai sebab. Terkadang disertai penjalaran nyeri ke arah tungkai dan kaki. Sekitar 65 – 80% manusia akan mengalami LBP pada suatu waktu dalam hidupnya. Menurut dr. Ade Sri Wahyuni, SpRM, penyebab tersering LBP (hampir 90%) adalah faktor mekanik. Baik akibat penggunaan tulang punggung dan otot yang berlebihan, trauma atau karena kelainan struktur anatomi. Sisanya menunjukkan keluhan penyakit sistemik.

Anatomi dan Fisiologi Tulang Belakang

Struktur tulang belakang (vertebra) terdiri 2 bagian. Bagian ventral, terdiri atas korpus vertebra yang dibatasi satu sama lain oleh diskus intervertebralis dan ditahan oleh ligamen longitudinalis anterior dan posterior. Sedangkan bagian dorsal, masing-masing terdiri atas arkus vertebra dengan lamina dan pedikel, yang diikat satu sama lain oleh ligamen.

Kolumna vertebralis dan sekitarnya mendapat persarafan dari cabang-cabang nervus spinalis, yang sebagian besar keluar dari ruangan kanalis vertebralis melalui foramen intervertebralis, dan sebagian dari ramus meningeal yang menginervasi duramater. Pada prosesus spinosus dan transversus, melekat otot-otot yang turut menunjang dan melindungi kolumna vertebralis.

Publikasi Santoso menyebutkan, tekanan intradiskus di daerah lumbal pada posisi tidur telentang: 20 kg, tidur miring: 75 kg, duduk tegak: 175 kg, duduk membungkuk: 190 kg, berdiri tegak: 100 kg, berdiri sambil membungkuk: 150 kg. Tekanan intradiskus pada posisi berdiri tegak, lebih rendah daripada posisi duduk. Tekanan intradiskus yang terkecil adalah posisi berbaring.

Etiologi

Terdapat beberapa etiologi yang mendasari LBP. Mekanisme terjadinya LBP, di antaranya:

  1. Kongenital. Kelainan kongenital bukan penyebab LBP yang penting dan tidak selalu menimbulkan keluhan LBP. Pada faset tropismus, arah sendi faset yang berlawanan akan membatasi gerakan. Dapat mengakibatkan subluksasi karena degenerasi sendi faset, serta dapat menimbulkan LBP, terutama pada gerakan mendadak. Pada lumbalisasi, kolumna vertebralis lumbal menjadi lebih panjang, sehingga tekanan dan tarikan pada otot dan ligamen menjadi lebih besar. Pada sakralisasi atau hemisakralisasi, vertebra L seluruhnya atau sebagian menjadi satu dengan os sakrum. Akibatnya, setiap pergerakan yang berlebihan atau melampaui batas, akan menimbulkan LBP. Sedangkan pada sindrom ligamen transforaminal, ligamen transforaminal melintang di foramen intervertebralis sehingga menyempitkan ruang untuk jalannya nervus spinalis.
  2. Keganasan /tumor. Menurut penelitian, tumor merupakan penyebab non mekanik tersering LBP. Ciri khas LBP akibat tumor medula spinalis dan canalis spinalis adalah, nyeri menghebat saat berbaring atau pada waktu malam. Pasien juga mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Tumor dapat merangsang ujung-ujung saraf sensibel dalam tulang, dan menimbulkan rasa nyeri lokal atau menjalar. Dan dapat mengakibatkan fraktur patologik.
  3. Trauma. Trauma dapat berupa lumbar strain, fraktur, subluksasi sendi faset, atau sondilolisis dan spondilolistesis. Trauma dan gangguan mekanik merupakan penyebab utama LBP. Lumbar strain akibat melakukan pekerjaan yang membutuhkan kekuatan otot. Bisa karena salah posisi duduk, berdiri, berjalan atau berbaring. Fraktur kompresi korpus vertebra pada orang tua, sering akibat trauma ringan. Biasanya karena sebelumnya sudah terjadi osteoporosis. Pada orang muda biasanya karena trauma yang cukup kuat. Spondilolisis dan spondilolithesis, disebabkan fraktur atau istmus vertebra tanpa atau dengan dislokasi, yang menyebabkan kelainan pada  foramen intervertebralis, dengan iritasi radiks yang menimbulkan LBP.
  4. Toksik. LBP bisa akibat keracunan logam berat, seperti radium.
  5. Gangguan metabolik. Berbagai gangguan metabolik dapat mengakibatkan osteoporosis. Akibatnya dapat menimbulkan fraktur kompresi atau kolaps. Penderita osteoporosis biasanya mengalami nyeri difus di daerah pinggang.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.