Komplikasi Graves Disease 1 | ethicaldigest

Komplikasi Graves Disease 1

Tirotoksikosis adalah keadaan hormon tiroid berlebih, berbeda dengan hipertiroidisme yang merupakan hasil dari fungsi sekresi berlebih dari tiroid. Tirotoksikosis disebabkan hipertiroidisme, baik primer, sekunder, atau tanpa hipertiroidisme. Hipertiroidisme primer dapat disebabkan oleh Graves disease, toksik multinodular goiter, toksik adenoma, metastasis karsinoma tiroid fungsional, pengaktifan mutasi reseptor TSH, pengaktifan mutasi Gsα (sindrom McCune-Albright), struma ovarii, dan kelebihan yodium (fenomena Jod-Basedow). Namun, penyebab utama tirotoksikosis adalah hipertiroidisme primer yang disebabkan Graves disease, MNG toksik, dan adenoma toksik.

Graves disease adalah salah satu contoh hipertiroidisme yang cukup sering, di antara kejadian tirotoksikosis. Penyakit ini disebabkan kombinasi dari faktor genetik dan lingkungan. Manifestasi dari penyakit ini antara lain pembesaran kelenjar tiroid, takikardia, tremor, miksedema pretibial, dan kelainan pada mata.  Kelainan pada mata atau dikenal sebagai graves oftalmopati, meliputi keterlibatan jaringan lunak, retraksi kelopak mata, proptosis, neuropati optik, dan myopati restriktif.

Menurut dr. Cicilia Hendarmin, SpM, dari Rumah Sakit Gading Pluit, Jakarta, secara umum mata pasien dengan hipertiroidisme terlihat melotot. Oftalmopati Graves terjadi akibat infiltrasi limfosit pada otot-otot ekstraokuler, disertai reaksi inflamasi akut. Rongga mata dibatasi oleh tulang-tulang orbita sehingga pembengkakan otot-otot ekstraokuler menyebabkan proptosis (penonjolan) dari bola mata dan gangguan pergerakan otot-otot bola mata, sehingga dapat terjadi diplopia. Pembesaran otot-otot bola mata dapat diketahui dengan pemeriksaan CT scanning atau MRI. Bila pembengkakan otot terjadi dibagian posterior, terjadi penekanan nervus opticus yang akan menimbulkan kebutaan.

Hal tersebut merupakan kondisi yang dapat mengancam nyawa dan penglihatan pasien, sehingga dokter umum pun harus memahami dan dapat memberikan tatalaksana lini pertama, sebelum merujuk ke dokter spesialis mata.

Graves Disease

Penyebab ophthalmopathy yaitu penyakit graves. Graves disease memiliki prevalensi sekitar 60-80% dari kejadian tirotoksikosis. Prevalensinya bervariasi pada tiap populasi, terutama bergantung pada asupan yodium.  Penyakit ini timbul pada 2% wanita, dan hanya sepersepuluhnya pada pria. Penyakit graves jarang timbul sebelum adolesens, biasanya muncul antara usia 20 sampai 50 tahun, meski pada usia lebih tua juga dapat terjadi.

Morfologi

Pada kasus Graves disease yang tipikal, kelenjar tiroid membesar secara difus akibat adanya hipertrofi dan hiperplasia difus sel epitel folikel tiroid.  Kelenjar biasanya lunak dan licin, dan kapsulnya utuh. Secara mikroskopis, sel epitel folikel pada kasus yang tidak diobati tampak tinggi, dan kolumnar serta lebih ramai daripada biasa.  Meningkatnya jumlah sel ini menyebabkan terbentuknya papila kecil, yang menonjol ke dalam lumen folikular. Papila ini tidak memiliki inti fibrovaskular, berbeda dengan yang ditemukan pada karsinoma papilar.  Koloid di dalam lumen folikel tampak pucat, dengan tepi berlekuk-lekuk.  Infiltrat limfoid, terutama terdiri atas sel T dengan sedikit sel B dan sel plasma matang, terdapat di seluruh intersisium, di pusat germinativum juga sering ditemukan. Terapi praoperasi mengubah morfologi tiroid, sebagai contoh pemberian yodium pascaoperasi menyebabkan involusi epitel dan akumulasi koloid akibat terhambatnya sekresi tiroglobulin.  Jika terapi dilanjutkan, kelenjar mengalami fibrosis.

Kelainan di jaringan ekstratiroid adalah hiperplasia limfoid generalisata. Pada pasien dengan oftalmopati, jaringan orbita tampak edematosa akibat adanya glikosaminoglikan hidrofilik.  Selain itu, terjadi infiltrasi oleh limfosit, terutama sel T. Otot orbita mengalami edema pada awalnya tetapi kemudian mengalami fibrosis pada perjalanan penyakit tahap lanjut. Dermopati, jika ada, ditandai dengan menebalnya dermis akibat pengendapan glikosaminoglikan dan infiltrasi limfosit.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.