Diagnosis dan Tatalaksana Rhinosinusitis Kronis2 | ethicaldigest

Diagnosis dan Tatalaksana Rhinosinusitis Kronis2

Pemeriksaan Penunjang

Transiluminasi merupakan pemeriksaan sederhana, terutama untuk menilai kondisi sinus maksila. Pemeriksaan dianggap bermakna bila terdapat perbedaan transiluminasi antara sinus kanan dan kiri.

Endoskopi nasal dapat menilai kondisi rongga hidung, adanya sekret, patensi kompleks ostiomeatal, ukuran konka nasi, udem disekitar orifisium tuba, hipertrofi adenoid dan penampakan mukosa sinus. Indikasi endoskopi nasal yaitu evaluasi bila pengobatan konservatif mengalami kegagalan. Untuk rhinosinusitis kronik, endoskopi nasal mempunyai tingkat sensitivitas 46% dan spesifisitas 86%.

Radiologi merupakan pemeriksaan tambahan yang umum dilakukan, meliputi X-foto posisi Water, CT-scan, MRI dan USG. CT-scan merupakan modalitas pilihan dalam menilai proses patologi dan anatomi sinus, serta untuk evaluasi rhinosinusitis lanjut bila pengobatan medikamentosa tidak memberikan respon. Ini mutlak diperlukan pada rhinosinusitis kronik yang akan dilakukan pembedahan.

Pemeriksaan penunjang lain yang dapat dilakukan antara lain:

  • Sitologi nasal, biopsi, pungsi aspirasi dan bakteriologi.
  • Tes alergi.
  • Tes fungsi mukosiliar: kliren mukosiliar, frekuensi getar siliar, mikroskop elektron dan nitrit oksida.
  • Penilaian aliran udara nasal (nasal airflow): nasal inspiratory peakflow, rhinomanometri, rhinometri akustik dan rhinostereometri.
  • Tes fungsi olfaktori: threshold testing
  • Laboratorium: pemeriksaan CRP (C-reactive protein)

Penatalaksanaan

Prinsip penatalaksanaan rhinosinusitis akut dan kronik tanpa polip nasi pada orang dewasa, dibedakan menjadi dua yaitu penatalaksanaan medikamentosa dan pembedahan. Pada rhinosinusitis kronik (tanpa polip nasi), terapi pembedahan mungkin pilihan yang lebih baik dibanding terapi medikamentosa. Adanya latar belakang seperti alergi, infeksi dan kelainan anatomi rongga hidung, memerlukan terapi yang berlainan.

Terapi Medikamentosa

Terapi medikamentosa berperan dalam penanganan rhinosinusitis kronik. Yakni berguna dalam mengurangi gejala dan keluhan penderita, membantu dalam diagnosis rhinosinusitis kronik (bila terapi medikamentosa gagal maka cenderung digolongkan menjadi rhinosinusitis kronik), dan membantu memperlancar kesuksesan operasi yang dilakukan.

Prinsip penatalaksanaan rhinosinusitis meliputi pengobatan dan pencegahan infeksi, perbaikan patensi otium sinus, perbaikan mukosilia dan menekan keradangan mukosa saluran nafas. Penatalaksanaan medis rhinosinusitis merupakan pendekatan bertahap. Sekali diagnosis rhinosinuitis ditegakkan, terapi dengan antibiotika secara umum merupakan terapi lini pertama. Pembuntuan ostium inus perlu dihilangkan dengan dekongestan agar drainase sinus kembali normal.

BACA DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA RHINOSINUSITIS KRONIS1

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.