Deteksi Dini SKA3 | ethicaldigest

Deteksi Dini SKA3

Disrupsi plak, trombosis, dan SKA

Kebanyakan plak aterosklerotik akan berkembang perlahan-lahan, seiring berjalannya waktu. Kebanyakan akan tetap stabil. Gejala muncul bila stenosis lumen mencapai 70-80%. Mayoritas kasus SKA, terjadi karena ruptur plak aterosklerotik. Plak yang ruptur ini kebanyakan hanya menyumbat kurang dari 50% diameter lumen.

Mengapa ada plak yang ruptur dan ada plak yang tetap stabil, belum diketahui secara pasti. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa inti lipid yang besar, kapsul fibrosa yang tipis, dan inflamasi dalam plak, merupakan predisposisi untuk terjadinya ruptur. Setelah terjadi ruptur plak mau pun erosi endotel, matriks subendotelial akan terpapar darah yang ada di sirkulasi. Hal ini menyebabkan adhesi trombosit, yang diikuti aktivasi dan agregasi trombosit, selanjutnya terbentuk trombus.

Trombosit berperan dalam proses hemostasis primer. Selain trombosit, pembentukan trombus juga melibatkan sistem koagulasi plasma. Sistem koagulasi plasma merupakan jalur hemostasis sekunder. Kaskade koagulasi ini diaktifkan bersamaan dengan sistem hemostasis primer, yang dimediasi trombosit.

Ada 2 macam trombus yang dapat terbentuk 2:

  • Trombus putih: merupakan bekuan yang kaya trombosit. Hanya menyebabkan oklusi sebagian.
  • Trombus merah: merupakan bekuan yang kaya fibrin. Terbentuk karena aktivasi kaskade koagulasi dan penurunan perfusi pada arteri. Bekuan ini bersuperimposisi dengan trombus putih, menyebabkan terjadinya oklusi total.

Klasifikasi

Berdasar jenisnya, sindroma koroner akut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

 

Jenis

Penjelasan nyeri dada

Temuan EKG

Enzim Jantung

Angina Pectoris Tidak Stabil (APTS)

Angina pada waktu istirahat/ aktivitas ringan, Crescendo angina, Hilang dengan nitrat.

·  Depresi segmen T

·  Inversi gelombang T

·  Tidak ada gelombang Q

Tidak meningkat

NonST elevasi Miocard Infark

Lebih berat dan lama (> 30 menit), Tidak hilang dengan pemberian nitrat. Perlu opium untuk menghilangkan nyeri.

·  Depresi segmen ST

·  Inversi gelombang T

Meningkat minimal 2 kali nilai batas atas normal

ST elevasi Miocard Infark

Lebih berat dan lama (> 30 menit), Tidak hilang dengan pemberian nitrat. Perlu opium untuk menghilangkan nyeri.

·  Hiperakut T

·  Elevasi segmen T

·  Gelombang Q

·  Inversi gelombang T

 

Meningkat minimal 2 kali nilai batas atas normal

 

Berdasarkan berat/ ringannya SKA menurut  Braunwald (1993) adalah:

a. Kelas I: Serangan baru, yaitu kurang dari 2 bulan progresif, berat, dengan nyeri pada waktu istirahat, atau aktivitas sangat ringan, terjadi >2 kali per hari.

b. Kelas II: Sub-akut, yakni sakit dada antara 48 jam sampai dengan 1 bulan pada waktu istirahat.

c. Kelas III: Akut, yakni kurang dari 48 jam.

Gambaran Klinis Iskemia

SKA merupakan suatu kontinuum. Gejala muncul apabila terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan oksigen jantung. Angina stabil ditandai dengan adanya plak ateroskerosis, dengan stenosis permanen. Gejala klinis muncul apabila kebutuhan oksigen melebihi suplai oksigen ke jantung (latihan, stres). Jika terjadi dalam jangka waktu lama, biasanya didapatkan aliran darah kolateral yang signifikan. Angina tidak stabil terjadi karena menurunnya perfusi ke jantung (disrupsi plak menyebabkan terbentuknya trombus dan penurunan perfusi) atau peningkatan kebutuhan oksigen (oxygen mismatch).

Trombus biasanya bersifat labil, dengan oklusi tidak menetap. Pada angina tak stabil, miokardium mengalami stres tetapi bisa membaik kembali. NSTEMI terjadi bila perfusi miokardium, mengalami disrupsi karena oklusi trombus persisten atau vasospasme. Adanya trombolisis spontan, berhentinya vasokonstriksi, atau adanya sirkulasi kolateral membatasi kerusakan miokardium yang terjadi. Sedangkan STEMI terjadi bila disrupsi plak dan trombosis, menyebabkan oklusi total sehingga terjadi iskemia transmural dan nekrosis.

Deteksi dini SKA

Diagnosa SKA dikonfirmasikan dengan temuan penanda biokimia, dari nekrosis miokardial dalam jumlah tertentu, bersama dengan temuan berikut: gejala iskemia, berkembangnya Q wave patologis dan perubahan segmen ST iskemik pada pemeriksaan EKG. Troponin adalah biomarker pilihan untuk mendeteksi cidera jantung, dan mendiagnosis dini SKA. Meski demikian, menurut dr. Hadi Purnomo Sp.JP, penggunaan penanda ini harus sangat hati-hati. Itu karena peningkatan troponin, bisa terjadi pada pasien dengan cidera otot jantung, yang tidak terkait pembuluh darah koroner. 

BACA DETEKSI DINI SKA2

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.