Deteksi Dini ARMD2 | ethicaldigest

Deteksi Dini ARMD2

  • Optical coherence tomography (OCT)

OCT sangat membantu dalam menentukan adanya cairan subretinal, dan dalam menentukan tingkat ketebalan retina. OCT menawarkan kemampuan unik untuk menunjukkan gambaran cross sectional dari retina, yang tidak mungkin dengan teknologi pencitraan lain dan dapat membantu dalam mengevaluasi respon dari retina dan RPE terhadap terapi, dengan memungkinkan pengamatan terhadap perubahan struktural secara akurat.

  • Macular Pigment Screener (MPS)-II.

MPS-II merupakan alat skrining portable, yang memungkinkan dapat mendeteksi lebih awal pasien-pasien yang memiliki risiko mengalami Age-Related Macular Degeneration (ARMD), yang merupakan penyebab utama hilangnya penglihatan pada individu dengan usia di atas 50 tahun.

MPS-II bekerja dengan cara mengukur level dari macular pigment (MP). MP yang rendah merupakan kondisi, yang secara signifikan berhubungan dengan factor risiko terjadinya ARMD. Ketika seseorang sudah terdeteksi memiliki MP yang rendah, mereka memerlukan modivikasi gaya hidup seperti melakukan diet, mengonsumsi suplemen dengan tujuan untuk meminimalkan risiko terjadinya ARMD yang lebih awal.

MP merupakan bercak kekuningan yang terdapat di bagian belakang mata, atau yang disebut sebagai macula. Ia ditemukan hanya pada manusia dan golongan primata.

Retina merupakan bagian penting dari mata untuk melihat dan juga membedakan warna. Di sini, MP berperan untuk menjaga lapisan retina. Semakin tipis MP akan meningkatkan risiko kerusakan retina, akibat paparan sinar matahari dan selanjutnya dapat mengakibatkan terjadinya degenerasi macula dan hilangnya penglihatan.

MP bekerja dengan cara menyaring blue rays yang berbahaya pada mata, sebelum terpapar langsung dengan retina. Atau dengan cara menghambat terbentuknya radikal bebas, yang dihasilkan oleh stress oksidatif.

MPS-II merupakan alat canggih untuk mendeteksi kadar ketebalan pigmen pada makula. Pemindaian dengan MPS-II ini hanya perlu waktu dua menit. "Pemeriksaannya praktis, cepat, dan dapat segera diperoleh hasilnya," tutur dr. Elvioza.

Normalnya, kadar pigmen adalah 0,43. "Jika lebih tebal dari itu tidak masalah," ungkap dr. Elvioza. Apabila ketebalan pigmen lebih rendah dari 0,43 harus diwaspadai, dan segera dilakukan antisipasi. Diet sehat dengan mengonsumsi makanan sumber zeaxanthin, seperti bayam, selada dan brokoli, akan membantu.

"Konsumsi suplementasi juga dianjurkan," kata dr. Elvioza. Sangat dianjurkan, kelompok usia diatas 30 tahun mulai memeriksakan kadar ketebalan pigmen, untuk mengetahui risikonya, apalagi jika memiliki sejumlah faktor risiko.

Berbagai faktor risiko ARMD, antara lain usia di atas 50 tahun, kegemukan (obesitas), hipertensi, pola makan tidak sehat, riwayat ARMD dalam keluarga, paparan sinar ultraviolet, merokok (aktif mau pun pasif).

”Perokok pasif lebih berat daripada perokok aktif, karena tubuhnya tidak siap dengan paparan radikal bebas dari rokok, yang merusak molekul sel-sel retina,” ujarnya. (ant)

BACA DETEKSI DINI ARMD1

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.