Terapi Koma Insulin | ethicaldigest

Terapi Koma Insulin

Pada tahun 1927, seorang dokter dari Venesia, Manfred Sakel, tidak sadar memberi pasien diabetes dengan insulin dalam dosis besar. Hal itu membuat pasien mengalami koma. Kemudian pasiennya itu, yang diketahui adalah seorang pecandu, mengatakan bahwa kecanduannya terhadap morfin tiba-tiba menghilang.

Saat kesalahan ini terjadi lagi pada pasiennya yang lain, rasa kecanduan pasien juga menghilang. Sekkel kemudian mengujikan idenya yang dikenal sebagai “terapi koma insulin” pada pasien yang kecanduan dan pasien yang mengalami schizophrenia dan psychosis. Dia melaporkan angka kesembuhan sebesar 90%, terutama pada pasien schizophrenia.

Beberapa ahli percaya, dosis insulin yang tinggi menyebabkan kadar gula darah rendah. Sehingga otak kurang makanan dan membuat pasien koma. Mengapa hal itu dapat menyembuhkan pasien kecanduan dan psikiatri sembuh, belum jelas.  Seorang ahli matematika John Nash adalah pasien yang menggunakan terapi koma insulin untuk penyakit schizophrenianya. Namun, terapi ini dianggap berbahaya dan menyebabkan kematian pada 1-2% pasien, sehingga akhirnya dihentikan. (eva)

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.