Sejarah Sabun | ethicaldigest

Sejarah Sabun

Dulu, manusia menggunakan lumpur dan dibilas dengan air untuk membersihkan tubuh. Kini, sudah ada sabun yang lebih higienis untuk membersihkan tubuh. Sabun ternyata sudah lama ditemukan. Sejarah kemunculan sabun dimulai di Roma. Sebelumnya, sabun dipakai sebagai obat atau semacam hair gel oleh bangsa Babilonia dan Mesir Kuno. Seni membuat sabun muncul kembali di Eropa pada abad ke-7.

Para pembuat sabun menyimpannya secara rahasia, karena sabun termasuk benda eksklusif (bahannya sulit didapat). Pada pemerintahan King James I di Inggris tahun 1622, pembuat sabun diberi hak monopoli. Pada abad 19, barulah sabun menjadi benda yang merakyat. Hal tersebut berkat kimiawan Perancis, Nicholas Leblanc, yang pada tahun 1791 menemukan suatu alkali yang bisa membentuk sabun saat dicampur dengan lemak. Sejak itu, bahan pembentuk sabun yang tadinya langka menjadi mudah didapat.

Bahan pembuatan sabun terus berkembang. Pada pertengahan tahun 1800-an kimiawan Belgia, Ernest Solvay, menemukan proses pembuatan berbeda yaitu dari proses amonia, dengan  menggunakan garam meja biasa, atau sodium klorida, untuk membuat abu soda yang bisa digunakan menjadi bahan pembuatan sabun. Pembuatan sabun modern lahir 20 tahun kemudian oleh kimiawan Perancis bernama Michel Eugene Chevreul. Penelitiannya menjadi dasar pembuatan sabun hingga sekarang, yang berupa gliserin dan asam lemak.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.