Savant Syndrome | ethicaldigest

Savant Syndrome

Pernah mendengar anak autis yang sangat jenius? Atau penderita sindroma Down yang pintar bermain musik? Ini bukan hanya cerita dalam film. Kondisi ini disebut savant syndrome. Derek Amato contohnya. Ia sedang berada di suatu pesta, saat seorang teman mengoper bola football. Mencoba mengambil bola tersebut, Amato terjun ke kolam renang dan malang. Kepalanya terbentur dasar kolam, menyebabkan cedera kepala berat berupa gegar otak.

Setelah sembuh, suatu ketika Amato berkunjung ke rumah seorang teman yang memiliki piano. Segera saja ia duduk dan mulai bermain piano. Padahal, ia tidak pernah belajar apalagi bermain piano sebelumnya. Ia mampu menciptakan komposisi musik yang rumit.

Contoh lain savant syndrome terjadi pada seorang budak tuna netra bernama Tom Wiggins. Wiggins dapat memainkan piano, sama persis dengan apa yang didengarnya. Bahkan, ia dapat memainkan dua lagu sekaligus, satu menggunakan tangan kiri, satu lagi dengan tangan kanan. Bakat ini segera diketahui sang majikan, yang membawanya keliling Amerika Selatan untuk menghasilkan uang. Tidak hanya mahir bermain piano, Tom Wiggins mahir menirukan suara binatang dengan mulutnya.

Savant syndrome adalah kemampuan luar biasa pada satu bidang, seperti bermain musik, melukis, mengingat, atau berhitung cepat, pada orang yang memiliki kecacatan; terutama retardasi mental atau cedera otak. (eva)

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.