Pria Tanpa Memori yang Selalu Diingat | ethicaldigest

Pria Tanpa Memori yang Selalu Diingat

Adalah Henry Molaison, seorang penderita epilepsi yang sudah muak dengan penyakit yang dideritanya sejak kecil. Ia menjalani prosedur psikosurgikal pada usia 27 tahun; sebagian hippocampus dan amigdalanya dikeluarkan. Akibatnya, Henry kehilangan kemampuan untuk menerima pengalaman baru.

Sampai 55 tahun sisa hidupnya, Henry Molaison tetap hidup sebagai pria berusia 27 tahun. Ia segera melupakan hal-hal yang dialami, hanya dalam 30 detik. Meski demikian, kepribadiannya tetap sama, memiliki IQ dan kemampuan berbahasa lebih baik dibanding rata-rata. Hanya saja, ia tidak mampu mempelajari informasi baru. Namun, ia dapat mempelajari keahlian baru seiring dengan waktu. Misalnya bermain tennis, bersepeda, atau bermain piano.

Paska operasi, Henry ‘dipelihara’ dan menjadi objek penelitian mengenai otak manusia, terutama mengenai fungsi kognitif. Dokter yang merawatnya selama berpuluh-puluh tahun, berharap agar apa yang dipelajari dari Henry Molaison, dapat membantu hidup orang lain. Saat ini, otak dari Henry Molaison diawetkan sebagai otak manusia tanpa memori, yang tidak akan dilupakan.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.