Praktek Pengeluaran Darah untuk Pengobatan | ethicaldigest

Praktek Pengeluaran Darah untuk Pengobatan

Pengucuran darah barangkali adalah praktek medis yang paling populer sepanjang masa. Mulai dari tradisi Yunani jaman dulu, praktek ini bertahan sampai akhir abad ke 19. Untuk penyakit apa? Rupanya tidak tebang pilih, sakit apa pun konon dapat disembuhkan dengan metode ini, termasuk batuk pilek. Praktek ini dilakukan karena anggapan bahwa penyakit terjadi akibat terlalu banyak darah yang berada di dalam tubuh.

Teorinya mengatakan, tubuh tersusun dari empat jenis cairan, yaitu: darah, lendir, empedu kuning dan empedu hitam. Ketidakseimbangan antara keempat cairan ini berujung pada sakit / penyakit. Yang sering menjadi kambing hitam adalah darah, antara lain karena lebih mudah dikeluarkan dibanding cairan yang lain. Untuk itu, darah dikeluarkan dengan harapan memberi ruang bagi cairan lainnya.

Bagaimana tingkat keberhasilannya? Menurut ilmuwan jaman sekarang, metode ini sangat meragukan dan sudah mulai ditinggalkan. Jika masih dipraktekkan, mungkin bisa disetarakan dengan pengobatan alternatif yang menggunakan lintah.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.