Parasomnia, Beraktivitas Selagi Tidur | ethicaldigest

Parasomnia, Beraktivitas Selagi Tidur

Bukan sulap bukan sihir, bukan juga zombie alias mayat hidup. Ada beberapa orang yang mengalami gangguan parasomnia, yaitu perilaku atau fenomena tidak disadari, yang terjadi saat orang tersebut sedang tidur. Mulai dari yang paling sering, seperti berjalan dan mengigau saat tidur, mimpi buruk pada anak-anak, sampai yang jarang dan berbahaya seperti melakukan kekerasan dan menyetir kendaraan saat tidur.

Parasomnia dapat terjadi dalam fase Rapid Eye Movement (REM) mau pun non REM. Berjalan dan berbicara dalam tidur, umumnya terjadi pada fase tidur non REM. Orang tertentu lebih rentan mengalami gangguan ini. Beberapa jenis obat, kafein dan alkohol, serta kurang tidur dapat menjadi pencetus. Pada parasomnia yang melibatkan fase REM, dapat terjadi aktivitas fisik akibat kegagalan inhibisi otot skelet. Diperkirakan, 40-65% penderita gangguan fase REM akan mengalami penyakit neurodegeneratif di kemudian hari.

Untuk mendeteksi parasomnnia, dapat dilakukan evaluasi di klinik tidur. Terutama pada mereka yang melakukan kekerasan dan kegiatan seksual saat tidur. Ini terjadi pada kasus pembunuhan dan perkosaan, di mana pelakunya berkilah ia tidak sadar karena melakukannya saat tidur. Pada anak-anak, dapat terbangun tiba-tiba dari tidur akibat mimpi buruk, dan lebih sering terjadi pada laki-laki. Meski jarang, “night terror” dapat terjadi pada dewasa dan dapat disertai gerakan berbahaya seperti menendang atau memukul.

Jenis parasomnia lain adalah somnambulanisme atau tidur berjalan. Biasanya hal ini terjadi saat tidur dalam, yang tidak diingat penderita dan seringkali penderita sulit dibangunkan. Tidak hanya berjalan, penderita dapat buang air, berbicara, menyetir, atau menyerang orang yang berusaha membangunkan. Lainnya adalah gangguan makan malam hari, di mana yang bersangkutan makan sambil tidur. Gangguan ini diduga merupakan kombinasi antara gangguan tidur dan gangguan makan.

Beberapa jenis parasomnia telah diketahui pencetusnya, serta dapat  diobati. Terutama yang berkaitan dengan aktivitas fisik dan terjadi berulang kali.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.