Manusia Berekor | ethicaldigest

Manusia Berekor

Ada manusia yang lahir dengan kelainan bawaan, salah satunya yang marak diperbincangkan akhir-akhir ini adalah terlahir dengan “ekor”. Manusia “berekor” yang banyak menjadi perhatian adalah Arsid Ali Khan dari Punjab, India. Sempat menjadi viral di media sosial dan media massa, juga dalam bentuk video maupun foto. Arsid (kini 13 tahun) oleh masyarakat sekitar sempat dianggap sebagai titisan dewa Hindu Hanoman, karena memiliki ekor sepanjang 18 cm.

Di China, ada Yang Yang, yang dilahirkan dengan ekor sepanjang 15 cm. Pertumbuhan daging memanjang di antara bokongnya ini membuatnya dijuluki "monyet kecil". Seperti dikutip dari People's China Daily, dokter menduga pertumbuhan itu terjadi akibat tulang belakang Yang Yang tidak terbentuk sempurna sejak dalam kandungan. Diduga karena terjadi kecacatan pada saraf yang dikenal sebagai spina bifida. Kondisi itu menyebabkan selaput yang melindungi sumsum tulang belakang menembus lubang di tulang punggung. Setelah itu, tumbuh menigocele atau pertumbuhan daging memanjang seperti ekor.

Ibu Yang Yang mengatakan, pada awalnya tidak ada masalah dengan pertumbuhan anaknya. Dia  menuturkan mengganti popok Yang Yang seperti layaknya bayi lain, meski dia memiliki “ekor”. Ibu maupun Nenek Yang Yang sempat menolak dilakukan dioperasi untuk menghilangkan ekor tersebut. Neneknya berpikir, ekor yang dimiliki cucunya itu merupakan berkah dan bisa mendatangkan banyak uang.

Lama-kelamaan, ibunya melihat ada yang tidak beres dengan Yang. Bayi mungil itu seperti tidak memiliki kekuatan untuk menendang-nendang seperti bayi umumnya. Sang ibu mulai takut ada yang salah dengan Yang. Keluarga akhirnya menyetujui tindakan operasi “ekor” Yang. Tim dokter dari Southwest Hospital menanti sampai Yang cukup umur untuk menjalani operasi.

Dokter yang memimpin operasi, Lim Jiangkai, menduga pertumbuhan tulang belakang yang tidak sempurna itu karena ibunya kurang asupan asam folat selama hamil. Akhirnya, Mei 2016 Yang pun  menjalani operasi dan sukses. Menurut Lim, Yang akan mengalami masalah pada kakinya jika tindakan operasi tidak segera dilakukan.

Sebelum Yang, tim dokter Fortis Hospital Mohali di India telah melakukan tindakan operasi untuk menghilangkan pertumbuhan ekor Arsid pada tahun 2015. Setelah operasi, Arsid diharapkan bisa  bergerak dan berraktivitas lebih baik. (ant)

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.