Endoskopi, Ada Sejak Abad ke-19

Endoskopi, Ada Sejak Abad ke-19

Endoskopi adalah tindakan mengintip bagian dalam tubuh manusia, menggunakan endoskop. Teknologi ini belakangan tidak hanya digunakan untuk mengintip, melainkan merupakan bagian terpenting dalam pembedahan invasif minimal.

Endoskopi pertama ternyata telah dikembangkan tahun 1809 oleh Philip Bozzini. Ia memperkenalkan sebuah alat yang disebutnya “Lichtleiter” (konduktor cahaya), untuk memeriksa saluran dan rongga di dalam tubuh. Meski demikian, ternyata alat ini tidak disetujui penggunaannya oleh Komunitas Kedokteran Vienna.

Endoskopi pertama kali dicobakan pada manusia tahun 1822 oleh William Beaumont, seorang dokter bedah Angkatan Darat di Michigan, AS. Saat itu, endoskopi telah dilengkapi dengan lampu, meski pun letaknya di luar endoskop. Sebabnya karena saat itu belum ada bohlam yang berukuran kecil. Hal ini berubah setelah bohlam akhirnya dapat diintegrasikan ke dalam endoskop pada tahun 1908.

Eksplorasi endoskopik di daerah andomen dan laparoskopik di daerah toraks (torakoskopi), dilakukan pertama kali oleh Hans Christian Jacobaeus, masing-masing pada tahun 1912 dan 1910. Disusul kemudian dengan penggunaan laparoskopi dalam mendiagnosis penyakit hati dan empedu oleh Heinz Kalk, pada tahun 1930an. Tidak lama berselang, laparoskopi mulai dicoba untuk mendiagnosis kehamilan ektopik. Untuk melakukan laparoskopi genekologik, Raoul Palmer pada 1944 memposisikan pasien dalam posiis Trendelenburg, setelah membuat abdomen terdistensi. (eva)

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.