Trastuzumab Masih Efektif | ethicaldigest

Trastuzumab Masih Efektif

Juniarti (46), pengacara yang juga merupakan mantan wartawan, resmi mengugatan Presiden Joko Widodo, BPJS Kesehatan, Menteri Kesehatan, dan Dewan Pertimbangan Klinis, terkait penghapusan obat kanker trastuzumab dari daftar obat yang ditanggung BPJS Kesehatan.

Berdasarkan keterangan yang diterima Juniarti dari BPJS Kesehatan, penghapusan trastuzumab itu dilakukan karena obat dinilai terlampau mahal. Sebagai solusinya, BPJS Kesehatan meminta Juniarti untuk melakukan pengobatan dengan 22 jenis obat lainnya.

Namun, pada Jumpa Pers yang diadakan pada 30 Juli 2018 yang lalu, BPJS Kesehatan mengkalim trastuzumab tidak lagi memberikan dampak yang signifikan bagi penderita kanker payudara.

Deputi Direksi Bidang Jaminan Pelayanan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan, Budi Mohamad Arief, mengatakan,”Di sanalah kita bicara tentang mutu. Kenapa diberi kalau ahlinya bilang [trastuzumab] tidak memberikan efek medis. Kebetulan harganya mahal. Jadi bisa lebih efisien,” 

Tapi, benarkah trastuzumab sudah tidak memberikan dampak signifikan pada penderita kanker payudara? Berdasarkan penelusuran, penelitian trastuzumab terakhir pada pasien kanker payudara dengan HER-2 positif dipublikasikan pada 2016 yang lalu.

Penelitian tersebut dilakukan Huiping LI dan kawan-kawan. Ada sebanyak 90 pasien kanker payudara dengan HER-2 positif, yang dilibatkan di dalam penelitian inil. Semuanya didiagnosa dengan kanker payudara invasive, dan berusia 31-73 tahun, dengan usia median 51 tahun.

Trastuzumab diberikan dalam kombinasi dengan kemoterapi sebagai pengobatan lini pertama, lini kedua, ketiga, dan di atas pada 90, 34, 14, dan 6 pasien. Regimen kemoterapi diberikan sesuai dengan praktik klinis normal. Tingkat respons dievaluasi setiap dua siklus, dan endpoin utama adalah harapan hidup bebas progrsi penyakit dan harapan hidup secara keseluruhan.

Semua 90 pasien menerima setidaknya satu dosis trastuzumab, dan efikasi dapat dievaluasi pada 85 pasien. Follow up median adalah 50 bulan. Total, 72 (80,00%) pasien memiliki metastasis visceral, dan 43 (47,78%) pasien mengalami progresi setelah satu atau lebih rejimen kemoterapi ekstensif untuk penyakit metastasis. Harapan hidup bebas penyakit untuk trastuzumab sebagai lini pertama adalah 10 bulan (kisaran, 2-59 bulan), dan median harapan hidup secara keseluruhan setelah metastasis atau  stadium lanjut adalah 22 bulan (kisaran, 2–116 bulan).

Transtuzumab telah digunakan ribuan wanita dengan kanker payudara selama 20 tahun terakhir. HIngga saat ini, obat ini masih digunakan untuk kanker payudara agresif. Dan, telah berhasil memperpanjang harapan hidup penderita.

Pada pasien kanker payudara stadium awal, obat ini ternyata juga bisa digunakan. Sebuah penelitian baru yang mengikuti ribuan pasien kanker payudara stadium awal selama lebih dari lima tahun menemukan bahwa mereka yang diberikan trastuzumab selama 6 bulan, sama baiknya dengan mereka yang diberikan selama 1 tahun. Maka, dapat menghemat biaya yang dikeluarkan.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.