Potensi Estradiol untuk Kanker Payudara Tripel Negatif | ethicaldigest

Potensi Estradiol untuk Kanker Payudara Tripel Negatif

Pada 1960-an, estrogen direkomendasikan untuk pengobatan kanker payudara. Namun popularitasnya menurun, seiring ditemukannya agen-agen antiestrogen dan kemoterapi. Estrogen kemudian justru  dihindari karena bisa memicu pertumbuhan sel kanker pada kanker payudara hormonal.

Namun peneliti dari Mayo Clinic menemukan, obat estradiol berpotensi menjadi pengobatan baru untuk kanker payudara jenis tripel negatif. Temuan ini dipublikasi di jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences.

Kanker payudara tripel negatif adalah tipe kanker payudara yang paling agresif, dengan tingkat rekurensi dan mortalitas tinggi. Kanker jenis ini tidak memiliki reseptor estrogen alfa, reseptor progesteron, dan reseptor HER-2, sehingga pilihan obat di luar kemoterapi, terbatas.

Pada riset terdahulu, ditemukan bahwa sekitar 25% dari kanker payudara tripel negatif mengespresikan reseptor estrogen beta. Dalam studi kali ini, ditemukan bahwa estradiol, yang normalnya menstimulasi pertumbuhan sel kanker pada tumor yang mengekspresikan reseptor estrogen alfa, justru memiliki efek sebaliknya pada kanker payudara tripel negatif. “Namun, estradiol hanya bisa menghambat pertumbuhan kanker payudara tripel negatif yang mengekspresikan reseptor estrogen beta,” ungkap John Hawse, Ph.D, ahli biologi molekuler di Mayo Clinic yang juga penulis senior studi ini.

Dalam studi ini, diungkapkan mekanisme kerja estradiol sebagai antikanker. Ditengarai bahwa pada kanker payudara tripel negatif, ketika estradiol berikatan dengan reseptor estrogen beta, terjadilah stimulasi ekspresi sekelompok protein yang disebut “sistatin”. Zat ini tampak memiliki efek menekan tumor, baik pada sel kanker di sekitarnya maupun sel-sel kanker yang jauh.

Berdasarkan data ini, akan segera dilakukan studi klinis fase II untuk menguji efektivitas estradiol sevagai pengobatan untuk perempuan dengan kanker payudara tripel negatif yang sudah bermetastasis, yang mengekspresikan reseptor estrogen beta.

Estradiol telah disetujui oleh FDA untuk pengobatan kanker payudara. Meski sempat ‘dijauhi’, beberapa temuan dalam sekitar 10 tahun terakhir menunjukkan manfaat estradiol untuk kanker payudara metastatis yang telah resisten terhadap aromatase inhibitor. Pemberian estradiol pada pasien seperti ini dikenal sebagai ‘efek paradoks’.

Studi oleh Ellils MJ, dkk (JAMA, 2009) menemukan bahwa pengobatan dengan stradiol tidak hanya menghentikan progres penyakit pada 1/3 pasien yang terlibat dalam studi. Menariknya, pada beberapa pasien, estradiol membuat tumor kembali menjadi sensitif dan merespon pengobatan antiestogen lagi. (nid)

Ilustrasi: <a href="https://www.freepik.com/free-photo/close-up-stethoscope-and-pink-ribbon_...">Designed by Freepik</a>

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.