Perlindungan di Musim Hujan2 | ethicaldigest

Perlindungan di Musim Hujan2

Keseimbangan bakteri usus bisa dipelihara dengan mengonsumsi pangan yang mengandung bakteri bermanfaat, yang sering kita sebut sebagai probiotik. Efek probiotik terhadap diare telah diteliti sejak lama. Misalnya studi oleh Jacalne AV, dkk (1990), yang dipublikasi di Acta Medica Philippina. Penelitian yang dilakukan pada tikus ini menunjukkan bahwa L. casei Shirota strain, sangat efektif mencegah diare akibat E. coli, V. cholera biotipe E1 dan V. cholera klasik. Setiap hari, tikus diberi 40 ml susu fermentasi dengan kandungan L. casei Shirota strain, selama 7 hari. Hal ini akan memberikan rerata proteksi sebesar 97,22% untuk diare akibat E. coli; 94,44% terhadap V. cholera E1; dan 91,66% terhadap V. cholera klasik.

Penelitian oleh Dipika Sur, dkk (2011), melibatkan 3.585 anak usia 1-5 tahun di daerah kumuh di Kolkatta (Kalkuta), India. Anak-anak tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Setiap hari selama 12 minggu, satu kelompok menerima minuman probiotik dengan L. casei Shirota strain, dan kelompok lain menerima minuman bernutrisi tanpa L. casei Shirota strain. Hasilnya, anak-anak pada kelompok probiotik lebih sedikit mengalami diare.

Waspadai flu

Selain diare, penyakit yang juga perlu diwaspadai pada musim hujan adalah flu. Suhu yang lebih rendah daripada biasanya bisa melemahkan sistem imun. Ditambah lagi, stamina drop akibat kemacetan lalu libntas yang berkepanjangan, yang umum terjadi saat hujan. Virus flu lebih mudah menyebar, karena orang cenderung menghabiskan waktu di dalam ruangan dengan banyak orang lain.

Flu umumnya akan sembuh sendiri. Namun tak jarang, flu berkembang dan menyebabkan ISPA (infeksi saluran pernafasan atas). Pada kasus tertentu, ISPA bisa berlanjut menjadi radang sinus (sinusitis) dan radang amandel (tonsillitis), atau terjadi infeksi sekunder oleh bakteri. Pada anak dengan asma, bisa memicu kambuhnya asma atau komplikasi berupa pneumonia.

Efek positif L. casei Shirota strain terhadap saluran pernafasan, antara lain terlihat pada penelitian oleh Prof. Michael Gleeson dari Universitas Longborough, Inggris (2011). Penelitian tersebut menunjukkan efek probiotik pada atlet yang mengonsumsi minuman probiotik dengan kandungan L. casei Shirota strain. Sebanyak 84 atlet dibagi menjadi 2 kelompok; 42 orang mendapat probiotik, dan 42 lainnya mencapat plasebo, dua kali sehari selama 16 minggu. Hasilnya, atlet dari kelompok probiotik yang mengalami gejala ISPA selama 1 minggu atau lebih sebanyak 66%, jauh lebih sedikit dibandingkan kelompok plasebo (90%).

Probiotik dapat mencegah dan/atau mengatasi gangguan seperti diare dan ISPA, karena turut mendukung kerja sistem imun. Salah satunya dengan meningkatkan aktivitas sel NK. Penelitian oleh Fumiko Nagao (2000) menemukan, 9 relawan sehat yang mengonsumsi susu fermentasi yang mengandung L. casei Shirota strain selama 3 minggu, mengalami peningkatan sel NK. Efek ini masih terlihat pada 3 minggu berikutnya. Uniknya, peningkatan ini terutama signifikan pada mereka yang memiliki sel NK rendah.

Dong, dkk (2003) meneliti efek minuman probiotik yang mengandung L. casei Shirota strain terhadap relawan sehat yang berusia lebih tua. Sebanyak 33 relawan dibagi secara acak untuk mendapatkan probiotik, atau plasebo berupa skimmed milk selama 4 minggu, diikuti 4 minggu periode washout lalu pengobatan dibalik; yang awalnya mendapat probiotik jadi mendapat plasebo dan sebaliknya, yang awalnya plasebo jadi mendapat probiotik.

Hasilnya menunjukkan, konsumsi probiotik berhubungan dengan peningkatan aktivitas sel NK secara signifikan dibandingkan saat baseline. Juga terlihat penurunan yang signifikan pada rerata intensitas fluoresens ekspresi CD25 pada sel T, dibanding plasebo. Selain itu, terdapat peningkatan rasio IL-10 hingga IL-12 dari baseline hingga setelah konsumsi L. casei Shirota strain. Disimpulkan, probiotik yang mengandung L. casei Shirota strain memperbaiki aktivitas sel NK dan cenderung memroduksi profil sitokin antiinflamasi, lebih banyak pada populasi orang yang berusia lebih tua.

Konsumsi probiotik jenis apa pun akan merangsang pertumbuhan dan kolonisasi berbagai jenis bakteri bermanfaat. Namun, tidak semua bakteri bermanfaat bisa tahan terhadap asam lambung dan garam empedu, sehingga bisa mencapai usus dalam keadaan hidup; inilah kriteria probiotik. Studi oleh Tiengrim, dkk (2012) menunjukkan, mereka yang mengonsumsi Yakult secara reguler selama 1 minggu memiliki L. casei Shirota strain dalam feses (tinja) mereka. Ini menunjukkan, bakteri tersebut membentuk koloni di usus. Agar bisa bekerja secara optimal melindungi kesehatan selama musim hujan, probiotik perlu dikonsumsi secara rutin dan kontinyu. (nid)

BACA PERLINDUNGAN DI MUSIM HUJAN1

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.