Makin Rendah LDL, Makin Baik Atherosklerosis (1) | ethicaldigest

Makin Rendah LDL, Makin Baik Atherosklerosis (1)

Atherosklerosis, tidak diragukan lagi, merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskuler. Penyebabnya adalah tingginya kadar kolesterol dalam darah, yang dalam jangka panjang menyebabkan terbentuknya plak di dinding  pembuluh darah, dan akhirnya menyumbat aliran darah. Meski bukan satu-satunya penyebab penyakit kardiovaskuler, atherosclerosis kerap  muncul pada orang-orang dengan kadar kolesterol abnormal.

Editorial American Journal of Cardiology menyebutkan, ada 4 alasan kuat yang menunjukkan bahwa hiperkolesterolemia adalah penyebab atherosclerosis. Pertama, atherosclerosis dapat dengan mudah dihasilkan pada herbivora (seperti kelinci dan monyet), dengan memberi makan makanan berkolesterol tinggi atau berlemak jenuh tinggi. Kedua, ketika diteliti, di dalam plak banyak ditemukan kolesterol. Ketiga, populasi dengan kadar kolesterol serum tinggi memiliki angka kematian dan jumlah plak yang lebih tinggi dibanding populasi dengan kadar kolesterol serum rendah. Keempat, penurunan kadar kolesterol total dan low density lipoprotein (LDL), menurunkan kejadian atherosclerosis pertama dan berulang, serta memperkecil ukuran plak. 

Berbagai guideline yang ada saat ini dibentuk berdasarkan konsep menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler, dan bukan pada penurunan pembentukan plak. Misalnya, National Panel, Educational Panel, Adult Treatment Panel III (NCEP ATP III) menyebutkan, jika ada 1 faktor risiko, target penurunan kolesterol LDL adalah < 160mg/dl. Jika lebih dari 2, targetnya <130mg/dl, tetapi jika memiliki faktor risiko penyakit jantung koroner, targetnya < 100mg/dl. Di tahun 2001 dan 2004, NCEP ATP III melakukan perubahan pada rekomendasi tersebut.

Pada 2006, Grundy dalam publikasinya menyatakan bahwa berdasar hasil berbagai penelitian, orang-orang yang mencapai kadar kolesterol LDL di bawah 70mgdl, memiliki angka kejadian kardiovaskuler yang jauh lebih rendah dibandingkan orang-orang di bawah 90mg/dl. Karenanya, Grundy merekomendasikan target LDLnya harus di bawah 100mg/dl untuk pasien berisiko tinggi, sementara untuk pasien berisiko sangat tinggi harus dibawah 70mg/dl. Target penurunan LDL dari AHA/ACC tahun 2006 dan ADA tahun 2007 sama, target pada pasien berisiko sangat tinggi adalah di bawah 70.

Guideline-guideline ini didasarkan pada hasil penelitian yang menyatakan, semakin rendah kadar kolesterol LDL diturunkan, semakin rendah angka kejadian kardiovaskuler. Sudah dibuktikan bahwa tingginya kadar kolesterol LDL berhubungan langsung dengan tingkat ketebalan intima media. Sehingga, meski tidak secara jelas dibuktikan, untuk mencegah plak atherosclerosis, kolesterol LDL serum harus <70mg/dl, kolesterol total serum <150mg/dl, dan kolesterol high density lipoprotein (HDL) >20mg/dl.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.