Kolonoskopi Turunkan Kematian Penderita Kanker Kolorektal | ethicaldigest

Kolonoskopi Turunkan Kematian Penderita Kanker Kolorektal

Kolonoskopi merupakan alat diagnostik penting, untuk menegakkan diagnosa kanker kolorektal. Penggunaannya meningkat secara eksponensial sejak 2001, ketika tindakan ini masuk dalam asuransi Medicare. Pada 2007, kolonoskopi didukung Veterans' Health Administration (VHA) sebagai pilihan skrining kanker kolorektal utama, pada pasien usia >50 tahun.

Bukti-bukti dari penelitian acak terkontrol menunjukkan, kolonoskopi menurunkan kematian kanker kolorektal masih jarang. Penelitian terbaru yang dipublikasikan secara online12 Maret 2018 di Annals of Internal Medicine memperlihatkan, tindakan ini bisa menurunkan angka kejadian kanker kolorektal dan kematian terkait kanker kolorektal

Dalam penelitian ini, 4964 veteran dengan penyakit kolorektal diidentifikasi antara 1 Januari 2002 dan 31 Desember 2008. Semuanya terdiagnosa mengidap kanker kolorektal di usia 50 atau lebih dan meninggal karena kanker kolorektal di usia 52 tahun atau lebih. Mereka  dicocokkan dengan rasio 4:1 berdasar jenis kelamin dan usia, dengan 19.856 pasien dari kelompok kontrol, yang tidak memiliki riwayat kanker kolorektal.

Usia rerata populasi yang diteliti 71,7 tahun; 99,3% pria. Pada veteran, penggunaan kolonoskopi dihitung dari 1997 hingga 6 bulan sebelum diagnosis kanker kolorektal. Odds ratio dikalkulasi setelah menyesuaikan faktor perancu risiko kanker kolorektal, yang mencakup ras, status sosioekonomi, komorbiditas seperti diabetes dan penyakit jantung iskemik, merokok, menggunakan obat oral anti inflamasi non steroid dan riwayat keluarga dengan kanker kolorektal.

Skor rerata Charlson Comorbidity Index secara signifikan lebih tinggi pada veteran daripada kelompok kontrol, dan veteran lebih jarang menggunakan kolonoskopi (13,5% vs 26,4% P <.001). Dari 688 kasus, 67,8% menjalani kolonoskopi untuk diagnostik, sebagaimana 60,9% pasien kelompok kontrol. Selain itu, 15,5% veteran dan 21,3% kelompok kontrol melakukan kolonoskopi skrining, 16,0% veteran dan 17,8% pasien kontrol menjalani kolonoskopi survelans (P < .001).

Di antara Veteran, waktu median antara kolonoskopi dan diagnosis kanker kolorektal adalah 43,5 bulan. Kanker dikategorikan menjadi bagian kanan dan bagian kiri. Manfaat kolonoskopi pada harapan hidup lebih besar pada orang dengan kanker kolon bagian kiri, dibanding mereka dengan kanker kolon bagian kanan (72% vs 46%; adjusted odds ratio [OR], 0,28 dan 0,54, secara berurutan).

Trend yang sama terlihat pada sub kelompok veteran, yang melakukan kolonoskopi skrining (adjusted overall OR, 0,30: 0,20 untuk kanker bagian kiri, dan 0,48 untuk kanker bagian kanan). Temuan ini tidak berubah meski interval antara diagnosis kanker kolorektal dan penggunaan kolonoskopi berbeda-beda.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.